Bijak Dalam Menerima dan Menyebarkan Berita

old-pens

“If you’re not careful, the newspapers will have you hating the people who are being oppressed, and loving the people who are doing the oppressing.” —Malcolm X

Dalam situasi yang serba simpang siur, di mana kebenaran dibelokkan demi tujuan dan kepentingan pihak tertentu, ada baiknya lebih berhati-hati dalam mempercayai suatu berita yang sampai, untuk kemudian menyebarkannya.

Continue reading

Urgensi Manhaj Salaf di Zaman Fitnah

mulia-dengan-manhaj-salaf

“Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya! Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan! Dan tahanlah dirimu dari apa yang mereka menahan diri darinya. Ikutilah jalan Salafush Shalih karena akan mencukupimu apa saja yang telah mencukupi mereka.” (Imam Al Auza’i Rahimahullaah)

Sungguh benar bahwa fitnah akan menyingkap hakikat seseorang maupun kelompok. Beberapa yang seolah berjalan di atas manhaj yang lurus bahkan mendakwahkannya, ternyata melakukan banyak penyimpangan dalam hal aqidah dan manhaj, hingga tak beda dengan firqah lainnya.

Continue reading

Hijrah dan Fitnah Popularitas

camera-in-the-autumn

Saudaraku…

Jika ada saudara kita yang baru berhijrah di jalan Allah.. Janganlah banyak diberi panggung untuk dikagumi dan diidolakan. Janganlah pula banyak diundang kesana-sini untuk menjadi motivator, ustadz, publik figur, teladan hijrah, dan sebagainya.

Continue reading

Temporary Dunya

autumn leaf

How often does winter come then summer
And spring goes and autumn comes;

And we go from hot to cold
And the sword of destruction is raised over your head;

O you who is insignificant in this world
Till when will procrastination deceive you?

You who seeks what is temporary, till when?
Will your heart be busy with what is temporary?

Strange is the one who humiliates himself for this world
While a piece of bread would suffice him for each day.

 


© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Getty Images ]

Bahagia itu Soal Rasa, Sederhana…

je t aime

Ketika membuka feeds FB pagi ini, saya menemukan satu tulisan yang sangat menggugah dan cukup mewakili perasaan saya selama ini. Berikut kutipannya…

“Istri yang Mudah Dibahagiakan”

Selain dikenal sulit dimengerti, sebagian wanita kabarnya juga sulit dibikin bahagia. Mungkin ini soal kelas juga ya Gan, saya sebagai pria kelas bulu, tentu standar bahagianya beda dengan wanita yang datang dari kelas tembaga.

Ada wanita yang standar bahagianya dengan rutin ditransfer. Transferan menjadi poin maha penting untuk bisa membuatnya tersenyum gembira. Ada yang bahagia dengan diajak jalan-jalan ke luar negeri. Dengan dibelikan aset, dikasih kado city car berwarna pink metalik.

Tapi ada juga wanita yang begitu mudah dibahagiakan. Hanya dengan suaminya pulang pada jam yang tepat. Dengan diajak beli popok anak ke minimarket, atau dengan diajak berkunjung ke rumah orang tuanya.

Bahagia itu soal rasa. Mahal. Tidak terbeli.

Maka bersyukurlah jika Agan dikaruniai istri dengan ambang bahagia yang begitu rendah. Mudah dibahagiakan. Ini emas, Gan. Kilaunya sepanjang masa…

Didik Darmanto

Continue reading