Karena Cantikmu Itu, Berharga…

flower..

Adik-adikku tersayang yang aku cintai karena Allah…

Jangan biarkan momen bahagiamu, entah itu menikah, wisuda, atau berbagai momen penting lainnya, membuatmu rela membagi kecantikanmu dengan laki-laki yang bukan mahrammu.

Kalian yang biasanya tertutup dan tersembunyi, tidak pernah mengunggah foto diri, kini tiba-tiba muncul cantik dengan make up dan busana yang istimewa di hari bahagia kalian.

Continue reading

Baiknya Waktu Pagi

train station in the morning

Waktu pagi itu baik semuanya.

Maka bangunlah aktifkan seluruh tubuhmu!

Bangunlah segera mencari berkah dari Allah!

Sudah cukup tidurnya!

Sudah cukup malasnya!

Sudah cukup main-mainnya!

Seluruh alam sudah terbangun.

Bergabunglah dengan mereka.

Dan jadilah orang yang pertama kali keluar untuk beramal saleh.

 

— @Ali_alshobaili – Dr Ali asy Syubaili | via @twitulama

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Tumblr ]

Memahami Proses Hijrah Diri dan Orang Lain

paper planes

Memahami dan menghargai proses hijrah seseorang bukan berarti memaklumi kesalahan yang dilakukannya dalam proses hijrahnya, atau berhenti dari saling nasehat menasehati.

Wujud dukungan atas proses hijrah seseorang bukan hanya menyemangatinya untuk terus beramal baik, namun juga mencegahnya dari perbuatan mungkar.

Continue reading

Fitnah Wanita & Sosial Media

Flowers and a camera

Pagi ini, sebuah DM alias direct message masuk ke inbox Instagram saya. Dari seorang teman yang sudah saya kenal sejak aktif di Twitter dulu, yang sekarang berteman juga di Facebook dan Instagram.

Kurang lebih seperti berikut isinya:

“Kak..

Aku kok sampe detik ini masih gundah gitu. Gelisah, resah, ya gitu-gitu lah.. Tiap kali terpapar akun akhwat/ummahat bercadar yang akunnya, yang diset public, dipenuhi selfie-selfie dan wefie-wefie, pake pose-pose lagi.

Continue reading

3390 Days

9 years

“Cinta dibangun atas pondasi komitmen serta kepercayaan. Jendela-jendelanya adalah komunikasi yang baik, saling memahami. Pintunya adalah memaafkan. Dan atapnya adalah mau menerima kekurangan dan kelebihan.

Itulah yang disebut bangunan cinta. Kokoh dan tahan lama.”

~Tere Liye

Hari ini pernikahan saya dan suami tepat memasuki tahun kesembilan. Sembilan tahun berjalan, banyak hal yang kami lewati bersama. A lot of things and feelings. Joy and sorrow, laughters and tears, thin and thick, and everything in between. Continue reading