Cantik, Putih, Langsing

“Cantik, putih, langsing.

Ntar udah nikah jg dibikin item karena kepanasan beli sayur antar anak sekolah, tangan kaki pecah2 kebanyakan nyuci, badan melar karena melahirkan, punggung bungkuk kebanyakan gendong. Rambut nipis gara2 mikirin uang belanja yang tipis..

Hahaha.

Udah gitu pengen poligami.”

Read More »

Advertisements

Love You Just the Way You Are

“You are beautiful, in every single way.. Words can’t bring you down….”

Yang punya freckles dari sananya, susah payah cari foundie yang cocok buat menyamarkan frecklesnya.. Yang mulus tanpa freckles, justru ikutan trend faux freckles yang lagi ngehits.

Yang kulitnya cenderung gelap mati-matian pengen mutihin kulit supaya lebih fair and glowing.. Yang udah putih bening malah pengen kulitnya gelap sampai rela panas-panasan berjemur, bahkan fake tanning segala.

Read More »

“Karya Kita Dicuri? Harusnya Senang, Dong!”

Waktu kemarin ikut pelatihan digital marketing di daerah Depok yang membahas soal tips website efektif.. Di sesi pertama, speaker (pembicaranya) berpesan..

Ketika kita bikin website, yang perlu diperhatikan adalah soal gambar/foto yang dipakai dalam website kita. Ini penting sekali.

Read More »

Hati-hati Memilih Guru Ngaji

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh penipuan. Pendusta dianggap benar, sementara orang yang jujur dianggap dusta. Pengkhianat diberi amanat, sedangkan orang amanah dianggap pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah angkat bicara.” Ada yang bertanya, “Apa itu Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh (masalah agama) yang turut campur dalam urusan masyarakat.”

(HR. Ahmad 7912, Ibnu Majah 4036, Abu Ya’la al-Mushili dalam musnadnya 3715, dan dinilai hasan oleh Syuaib al-Arnauth via konsultasisyariah)

Menyimak linimasa sosmed beberapa hari terakhir… Emang bener ya.. Awal ngaji tuh harusnya banyak mengkaji soal aqidah, tauhid, manhaj. Jadi basicnya udah kuat dan kokoh, mau diterpa fitnah sehalus apapun kita tetap bisa membedakan.. Ini haq dan ini bathil.

Read More »

Ain’t No Perfect Mother

A long time ago, saya termasuk barisan ibu-ibu perfeksionis yang semuanya harus serba tertata dan selesai tepat pada waktunya. Kebiasaan dari masih lajang dulu, apa-apa serba terencana dan terorganisir.

Sesaat setelah jadi ibu baru, saya sempat stress karena expectation vs. reality yang sangat jauh berbeda. Jam segini biasanya rumah udah rapi, cucian udah bersih, masakan udah mateng.. Sekarang…. (((nangis di pojokan)))

Read More »