Empat Tahun Berjalan

laughters..

Tak terasa empat tahun sudah. Hampir lima Ramadhan telah kita habiskan bersama. Melewati hari-hari, berbagi suka duka, menceritakan banyak hal, membesarkan anak bersama-sama. Banyak hal yang terjadi, banyak perubahan yang tidak dapat dihindari. Dan semuanya mendewasakan kita, mendewasakan hubungan ini. Menempa diri agar menjadi lebih kuat dan siap menghadapi dunia.

Ketika banyak orang menganggap bahwa momentum lima tahun pertama adalah saat-saat penting dalam menentukan keutuhan pernikahan, kita justru merasa bahwa lima tahun tidaklah cukup. Karena bagi kita, pernikahan merupakan proses adaptasi seumur hidup. Dan kitalah yang bertanggungjawab penuh untuk menjaganya agar tetap solid dan kukuh.

Dirimu pelengkapku. Kepingan sisi yang merupakan bagian dari hidupku. Allah telah mempertemukan kita dengan cara-Nya sendiri, yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Dirimu telah memilihku sebagai bagian hidupmu. Begitupun aku. Berbekal satu keyakinan bahwa kita dapat melewati segalanya bersama-sama. We’re not a single fighter anymore, but partner in life. And our family is a teamwork. For a lifetime, insya Allah.

Riak-riak itu pasti ada, tak terhindarkan. Tapi komitmen menjaganya agar keutuhan ini tetap ada, tetap yang utama. Selama empat tahun, kita belajar tentang banyak hal. Mengenyampingkan ego, berkorban, menghargai, berbesar hati menerima pendapat yang berlainan, berdiskusi, menerima hal-hal yang tidak bisa diubah, berbagi, melindungi, memaknai cinta, memahami dan memaafkan.

Sepenuhnya menyadari bahwa yang saya nikahi hanyalah seorang manusia biasa yang tidak sempurna. Seperti halnya diri saya yang juga bukan pribadi tanpa cela. Dan dengan segala ketidaksempurnaan yang ada, kita ada untuk saling melengkapi, saling menutupi. Bukankah engkau adalah pakaianku, seperti juga aku adalah pakaianmu?

Karena kini tidak ada lagi “kamu” atau “aku”, tapi “kita”…

Dan ya, setelah empat tahun, ternyata kita makin saling memahami..

~ medio Agustus 2011, to my other half.. sebuah refleksi sederhana tentang kebersamaan kita, anugerah Allah yang tak terlukiskan oleh kata..

[image source: FlickR]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s