Ibnu Qayyim Berkata Tentang Cinta

bougainvillea

“ Cinta yang terpuji adalah cinta yang bermanfaat..
Yaitu kecintaan yang mendatangkan manfaat bagi pemiliknya..
Di dunia dan di akhiratnya.

Cinta semacam inilah yang menjadi sinyal kebahagiaan.
Adapun cinta yang berbahaya adalah yang mendatangkan bahaya baginya..
Di dunia dan di akhiratnya,

Dan itu merupakan sinyal kebinasaan dirinya. ”

~ Ibnu Qayyim dalam ad- Daa’ wa ad-Dawaa’, hal. 229 ~

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Google ]

Advertisement

Akhlak Mulia Pada Istri Tercinta

lovely home..

Alhamdulillahi wahdah, washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah..

PROLOG

“Masya Allah, akhlak pak anu bagus banget lho!”  kata seorang bapak-bapak ‘mempromosikan’ rekan kerjanya.

“Buktinya apa pak?”  tanya lawan bicaranya.

“Kalau di kantor ia ramah banget, apalagi kalo sedang berhadapan dengan bosnya!”  jawabnya.

“Wuih, bu anu akhlaknya baik banget!”  komentar seorang ibu-ibu tatkala membicarakan salah satu tetangganya.

“Darimana ibu tau?”  tanya temannya.

“Itu lho jeng, kalau di arisan RT, dia tuh ramah banget!”  sahutnya.

Begitulah kira-kira cara kebanyakan kita menilai mulia-tidaknya akhlak seseorang. Sebenarnya, pola penilaian seperti itu tidaklah mutlak keliru. Hanya saja kurang jeli. Sebab, sangat memungkinkan sekali seseorang itu memiliki dua akhlak yang diterapkannya pada dua kesempatan yang berbeda. Berakhlak mulia di satu tempat, tetapi tidak demikian di tempat yang lain. Itu tergantung kepentingannya.

Lantas, bagaimanakah Islam membuat barometer penilaian kemuliaan akhlak seorang itu? Tulisan berikut berusaha sedikit mengupas permasalahan tersebut.
Read More »