Tawakkal

Suatu siang ketika keluar dari kelas belajar bahasa Arab, saya mendapati beberapa ummahat tengah asyik berbincang di halaman madrasah. Seperti biasa sebelum pulang saya menyalami mereka satu persatu, “lagi ngobrolin apa sih bu kok asyik banget?” tanya saya sambil lalu. “Ini lho mbak Tia, pengumuman NEM dan kelulusan anak SD, kan hari ini..”.

Sayapun tertarik untuk ikutan nimbrung, berhubung adik saya yang paling kecil hari ini juga dinyatakan lulus dari SD-nya, alhamdulillah. Akhirnya sampailah kami pada topik biaya masuk sekolah bagi siswa baru.
Continue reading

Percaya, Ini Nyata

Suatu hari nanti, kalian semua akan jatuh cinta tanpa dibuat-buat.

Tanpa perasaan posesif kekanak-kanakan atau rasa ingin pamer kasih sayang yang berlebihan.

Akan kalian temui seseorang yang membuat kalian jatuh hati tanpa alasan.

Yang membuat kalian tidak takut pada jutaan omong kosong soal sakitnya patah hati.

Yang membuat kalian sudi menjadi diri kalian sendiri.

Tidak dengan ucapan manis atau perilaku yang berpura-pura.

Kalian akan jatuh cinta dengan seadanya, tapi juga dengan segalanya.
Continue reading

Imagine

Imagine you were married and pregnant with your first baby.

Imagine as a mother, your body going through a metamorphosis type of change. That thin waist, you no longer have. Those nice hips? Expanding. Your feet? Killing you and becoming swollen. Every single thing about you is changing, going through this to provide you with a beautiful and healthy baby.

Imagine giving birth, the pain of either C-section or vaginal birth. Imagine this creature coming out of you.

Imagine the healing process that comes shortly after. Having to put your body through extraneous work just so it can go back to what it once was.

Imagine having to tend to this baby that only knows how to cry and poo. Imagine not having enough time in the day to take care of him/her.

Imagine all the diaper changes, all the foods, all the people coming in and out visiting you when you just want to be alone.

Imagine all of this.
Continue reading

Untaian Faidah Daurah Muslimah IV Pandansari Cibubur

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Saudaraku sekalian.. Diantara nikmat dunia yang harus kita syukuri adalah wanita yang baik aqidah, ibadah dan akhlaqnya.

“Dunia adalah kesenangan dan sebaik-baik kesenangan adalah wanita shalihah..” (HR. Muslim)

~ Rasulullah shalalaahu ‘alaihi wasallam tidak menyuruh kaum pria menikahi wanita karena harta, keturunan atau kecantikannya.. tetapi karena baik aqidah, ibadah dan akhlaknya..

“Wanita itu dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena keturunannya,karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah karena baik agamanya, niscaya kamu akan beruntung.” (HR. Bukhari)

Islam datang untuk memuliakan martabat wanita dan mengangkatnya dari kegelapan dan kehinaan di masa jahiliyah. Kemuliaan manusia bukanlah karena suku dan bangsa, bukan pula karena jenisnya, tidaklah pria lebih mulia dari wanita dan tidak pula sebaliknya, tetapi kemuliaan mereka karena iman dan taqwa kepada Allah Azza wa Jalla.

“Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk tubuhmu dan hartamu.. akan tetapi Dia melihat hatimu dan amal (perbuatan)mu. “ (HR. Muslim)

Continue reading