Untaian Faidah Daurah Muslimah IV Pandansari Cibubur

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Saudaraku sekalian.. Diantara nikmat dunia yang harus kita syukuri adalah wanita yang baik aqidah, ibadah dan akhlaqnya.

“Dunia adalah kesenangan dan sebaik-baik kesenangan adalah wanita shalihah..” (HR. Muslim)

~ Rasulullah shalalaahu ‘alaihi wasallam tidak menyuruh kaum pria menikahi wanita karena harta, keturunan atau kecantikannya.. tetapi karena baik aqidah, ibadah dan akhlaknya..

“Wanita itu dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena keturunannya,karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah karena baik agamanya, niscaya kamu akan beruntung.” (HR. Bukhari)

Islam datang untuk memuliakan martabat wanita dan mengangkatnya dari kegelapan dan kehinaan di masa jahiliyah. Kemuliaan manusia bukanlah karena suku dan bangsa, bukan pula karena jenisnya, tidaklah pria lebih mulia dari wanita dan tidak pula sebaliknya, tetapi kemuliaan mereka karena iman dan taqwa kepada Allah Azza wa Jalla.

“Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk tubuhmu dan hartamu.. akan tetapi Dia melihat hatimu dan amal (perbuatan)mu. “ (HR. Muslim)


~ Empat macam keadaan pernikahan di zaman jahiliyah:

1)  Laki-laki menikahi wanita sesuai dengan tabiat pernikahan yang lazim.
2)  Laki-laki menikahi seorang wanita, tetapi tidak dicampuri melainkan ia menyuruh laki-laki lain untuk mencampuri wanita tersebut. Bila wanita itu kemudian hamil, maka barulah laki-laki pertama yang menikahinya tadi mau mencampurinya.
3)  Wanita yang dicampuri oleh beberapa orang laki-laki sampai dengan 9 orang laki-laki, kemudian apabila wanita tsb hamil, maka dia akan memilih siapa laki-laki yang berhak menjadi ayah dari anak yang dikandungnya.
4)  Wanita yang membebaskan laki-laki manapun untuk masuk ke rumahnya, kemudian ia meminta fatwa pada penguasa, siapakah diantara laki-laki tersebut yang pantas untuk menjadi suaminya.

~ Diantara hak-hak wanita dalam Islam:
1) Wanita menurut asal adalah bagian atau belahan dari laki-laki.

“Sesungguhnya wanita itu adalah belahan dari laki-laki.” (HR. Abu Dawud 1/333, dihasankan oleh Syaikh Albany)

2) Wanita mempunyai hak hidup seperti kaum laki-laki, walau ada perbedaan.

3) Wanita berhak memilih pasangan hidupnya, seperti halnya laki-laki.

“Seorang janda tidak boleh dinikahkan kecuali setelah diajak berembuk dan seorang gadis tidak boleh dinikahkan kecuali setelah diminta izinnya. ” (HR. Abu Dawud 1/36)

4) Cerai bukan hanya hak suami, istripun berhak juga.

Walau keputusan untuk mentalak tetap berada di tangan suami, namun istri berhak mengajukan tuntutan khulu’ kepada suaminya.

5) Wanita berhak mendapatkan warisan sekalipun tidak sama bagiannya.

Adapun hikmah laki-laki mendapatkan dua bagian, Syaikh Syanqithi rahimahullah berkata:

“Tatkala kaum pria harus menanggung nafkah keluarganya maka berkuranglah hartanya, berbeda dengan wanita tatkala diberi nafkah bertambah banyak hartanya.” (Tafsir Adzwaul Bayan 1/67)

6) Wanita berhak membelanjakan harta.

“Tidak ada bedanya antara pria dan wanita di dalam kepemilikan, wanita berhak memiliki dan membelanjakan hartanya seperti kaum pria apabila mereka telah baligh.” (Al-Umm 2/268 cet. Darul Fikri)

7) Wanita tidak diwajibkan berjihad melawan orang-orang kafir

‘Aisyah Radliyallaahu ‘anha berkata: Saya bertanya: “Wahai Nabi! Apakah wanita diwajibkan jihad?” Beliau menjawab:

“Betul, dia wajib jihad tetapi bukan perang di medan pertempuran, jihadnya adalah haji dan umroh.” (HR. Ibnu Majah 2/968)

~ Seorang wanita yang telah sampai padanya usia untuk menikah, maka hendaknya ia segera menikah..

Karena jika telah menikah, insya Allah ia lebih aman dari fitnah & memfitnah, karena dirinya sudah ada yang menjaga dan memimpinnya,dan juga telah terpenuhi kebutuhannya..

~ Seorang istri, hendaknya bersabar ketika suami mengalami kesulitan mencari rizki. Hendaknya ia qana’ah dan tetap bersabar dalam tiap keadaan. Karena apabila seorang wanita menikah tujuannya ingin mencari pahala dan ridha Rabb-nya, maka insya Allah syurgalah imbalannya.

~ Wahai istri.. bersabarlah ketika suami marah dan carilah penyebabnya. Mungkin istri yang salah, karena tutur kata yang buruk, kurangnya perhatian pada suami, atau kurang dalam mengurus anak. Introspeksilah dan carilah keridhaan suami dan pergaulilah dirinya dengan cara yang ma’ruf.

Lihatlah kedudukanmu pada dirinya, karena sesungguhnya ia dapat menjadi surgamu, atau justru nerakamu..

~ Wahai istri.. suamimu adalah pria yang kaucintai. Jika kau ingin hidup bahagia di dunia dan akhirat, maka ketahuilah bhw ia adalah pemimpinmu. Taati ia selama ia tdk memerintah yg haram, sampaikan udzurmu bila kau tidak mampu, jika kau bersabar mentaati perintahnya, maka Allah Azza wa Jalla akan membalasnya dengan syurga. Jadilah wanita yg dermawan, hilangkan sifat bakhil, tamak dan rakus akan dunia.

~ Wahai para istri.. Sering-seringlah kalian meminta maaf dari suami. Atas kekhilafan yang mungkin tidak kalian sadari.. Atas kebaikan-kebaikannya yang mungkin pernah kalian ingkari..

Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya, mengapa banyak wanita yang menjadi penghuni neraka? Beliau menjawab: “Karena kalian banyak mengingkari kebaikan suami..” (HR. Ibnu Hibban, Shahih)

~ Dan seorang suami, hendaknya ia memaklumi bahwa wanita pada umumnya memiliki sifat kurang akal dan agama, memiliki sifat bengkok.. Lebih cenderung kepada maksiat daripada taat kepada Allah Azza wa Jalla, taat kepada Rasul-Nya dan kepada suaminya. Begitulah sifat wanita. Dan ketika ia melihat kekurangan pada istrinya, hendaknya ia segera ingat pada sifat kekurangan wanita.. tetap bersabar dan mendidiknya.

~ Jika seorang suami atau istri melihat sesuatu yang tidak disukainya dari pasangannya, maka ingat-ingatlah kebaikannya.. Kecintaanmu padanya. Maka jika engkau menghitung-hitungnya, sesungguhnya cinta dan kebaikannya jauh lebih banyak daripada kekurangan-kekurangannya.. Dan jangan pernah sekalipun membandingkan pasanganmu dengan istri atau suami orang lain.

Bersyukurlah atas nikmat Allah, yaitu indah pernikahan dan hadirnya penyejuk mata, yaitu anak-anak kalian..

Apabila seorang wanita telah menikah, maka suaminya lebih berhak atas dirinya daripada ayahnya. Ia lebih wajib mentaati suaminya daripada ayahnya. ~ Ibnu Taimiyah

~ Abu Abdillah Al-Qurthuby Rahimahullah berkata: Ada wanita dari Bani Tamim masuk ke rumah Aisyah Radliyallahu ‘anha, sedang wanita itu berbaju tipis, Aisyah Radliyallahu ‘anha berkata:

“Jika kamu wanita mu’minah pakaian ini bukan pakaianmu, namun jika kamu bukan wanita mu’minah, terserah maumu. ” (Tafsir Al Jami’ Liahkamil Qur’an 14/233)

~ Kita sibuk mengejar dunia.. siang-malam. hanya untuk sesuatu yang akan kita tingggalkan. sesuatu yang tidak kita bawa mati. Kejarlah dunia seperlunya saja, kejarlah akhirat dengan sepenuh hati. Karena sesungguhnya.. Akhirat lah sebaik-baik tempat kembali..

Demikian sedikit poin-poin dari faidah-faidah yang berusaha saya petik dan catat selama mengikuti Daurah Muslimah yang telah diselenggarakan untuk keempat kalinya di gedung Pandansari, Taman Bunga Wiladatika Cibubur, yang kali ini diisi oleh Ustadz Aunur Rafiq Gufron Hafizhahullah. Sungguh sebuah daurah yang sarat akan nasihat dan manfaat, terutama bagi para muslimah dan tentunya saya sendiri.

Rekaman videonya dapat dilihat disini.

Semoga bermanfaat..🙂

~ sepenggal sore yang cerah di pinggiran timur Jakarta, 28 Rajab 1433 H.

3 thoughts on “Untaian Faidah Daurah Muslimah IV Pandansari Cibubur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s