Me & Mainstream

Ketika dunia sedang dilanda demam trend tertentu, banyak orang yang berbondong-bondong mengikuti. Seolah jika tidak ikut larut, tidak ikut perkembangan zaman. Dilabeli kuno, kampungan, gak relevan dan up to date.

Sebagian ada yang galau kalau nggak tampil modis dan up to date. Apalagi pas dibilang,

“Whatt… gaya begitu sih sooo last year..” 

Tingkat kegalauan pun meningkat berlipat-lipat. Halah.

Padahal, apa iya sih nggak ikut arus berarti ketinggalan zaman? Sebentar, nggak ikut arus yang gimana dulu? Apa berarti yang ikut arus itu sudah pasti berada di jalur yang benar, atau justru sebaliknya?

Saya jadi teringat pengalaman waktu SMA dulu. Kala itu, ‘jilbab donal bebek’ sedang trend. Apa itu jilbab donal bebek? Itu lho, jilbab segi empat yang di bagian pinggir dan ‘ekor’nya dihiasi bordiran tokoh-tokoh kartun seperti donal dan desi bebek, winnie the pooh, mickey mouse dan kawan-kawan.

Lucu sih. Banyak teman-teman saya yang pakai. Modelnya pun makin lama makin meriah. Warnanya pun beragam.

Tapi, entah kenapa saya tak tertarik. Padahal waktu itu saya belum tahu benar tentang hijab syar’i itu yang seperti apa. Jilbab saya juga masih tetap polos. Jilbab kaos yang cukup panjang menutup dada dengan hiasan plat dan renda putih yang almost unnoticed di sekelilingnya. Tanpa hiasan apa-apa. Jauh dari kesan mencolok.

Sampai seorang teman sekelas yang beragama Nasrani iseng-iseng bertanya ketika saya sedang asyik membetulkan jilbab yang mulai awut-awutan menjelang jam akhir pelajaran.

“Mut, kenapa sih kamu jilbabnya biasa banget?” .

“Biasa gimana sih?”  sahut saya.

Ya polos banget gitu, ga pake bros, peniti atau nggak yang lagi heboh itu lho.. Yang gambar-gambar kartun itu..”  jelasnya.

“Oh itu, nggak tau enak aja gini Yes (nama teman saya itu Yessi).. Simple, nggak ribet, nggak pake lama makenya. Justru gini jadi unik lagi, soalnya jarang kan di sekolah kita yang jilbabnya kayak saya..”  sahut saya sambil nyengir kuda.

“Haha bisa aja kamu Mut!”  sahutnya sambil terbahak.

Unik. Ya, unik. Tiap orang punya keunikan tersendiri, kan? Sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang lain. Sesuatu yang mencirikan pribadi kita.

Begitu juga saat trend gamis model hanbok   banyak digemari ummahat. Entah kenapa saya nggak tertarik untuk bikin. Bukan berarti hanbok itu jelek atau yang ikut terserang ‘hanbok fever’ itu salah atau latah ya..

Don’t get me wrong. Semua kembali ke masalah selera.

Hanbok manis kok, ciamik. Tapi, tidak atau mungkin belum menarik perhatian saya. Mungkin juga bukan selera saya. Walaupun menjahit pakaian sendiri, model pakaian saya dari masa ke masa nggak jauh berubah.

Abaya yang saya miliki modelnya simple dan yang penting ada bukaan depan. Maklum ibu menyusui, hehe.. Adapun yang agak bermodel dengan padu padan warna atau ruffle biasanya adalah perca (sisa) kain yang dibuang sayang karena masih lumayan lebar. Dengan sedikit trik dan kemauan, alhamdulillah bisa jadi baju. Hihihi.

Begitu juga dengan gadget. Saat beberapa waktu lalu lagi booming si Robot Ijo a.k.a Android , saya masih setia sama si silver white Nokia  Java 6303i dan si merah rubi E63 kesayangan saya.

Android is good. I love it. Mungkin salah satu gadget inceran saya bila suatu saat hape ini rusak. But so far, saya masih belum membutuhkannya.

Tapi nggak berarti ketika semua orang lain punya, saya harus punya juga kan?

Begitu juga dengan BlackBerry.  Nggak tahu kenapa nggak pernah tertarik untuk beli atau punya. Mungkin ya karena memang belum butuh. Ya walau misalnya dikasih ya nggak nolak juga sih. Untuk kemudian saya jual dan dibelikan si robot ijo. Hahaha. No offense ya, Blackberry Lovers.. *peace (y)

Pun ketika baru-baru ini heboh peluncuran iPhone 5 , ada sebuah tweet yang nyentil banget dari @abdulbary.

One centimeter of screen length is not going to get me to switch to the iPhone. Buy what you need, not what they say you need.” #jleb

Ya, ketika banyak orang memilih menjadi pengekor mode dan trend, saya memilih menjadi diri sendiri saja. Inilah saya. Inilah selera saya. Apa adanya. Buat saya, nggak perlulah capek-capek ngikutin trend yang sedang berkembang. Nggak akan ada habis dan puasnya.

What’s wrong with being different? Why don’t you just stay the way you are? As long as what you wear is syar’i. As long as you’re on the right track. Nothing else matters. Never mind what people may think.

We don’t have to be mainstream just to show we do exist. There’s only one you in this great Universe. Stay unique and just be you. A better you.🙂

~ Jakarta,  September 2012.. sehari setelah Pemilukada. Eh, apa hubungannya ya?😀

© aisyafra.wordpress.com

 [ image source: Tumblr ]

10 thoughts on “Me & Mainstream

  1. dua jempol buat tulisannya🙂
    termasuk para blogger juga pada ikutan nulis yang lagi ramai, semuanya seragam hehehe piss ah. Namun bukan berarti blogger tersebut mau ikut”an yang lagi ramai itu, tetapi menulis hal lain juga kan banyak…. sekali lagi bagus tulisannya

    • Setuju. Blog ini saya buat justru saat nyala api ngeblog para blogger mulai mengecil. Blog mulai ditinggalkan para pemiliknya. Mulai kalah populer dengan sosial media spt Facebook, Twitter dll.

      Terima kasih atas kunjungan dan apresiasinya, ya🙂

  2. Sejak pertama saya baca tulisan mbak Meutya, dan juga saya sudah pernah bilang: ‘smart’

    Terus menulis ya mbak, bikin kita yang baca jadi terinspirasi

    Tulisan mbak meutya sederhana, menarik, kaya, dan fokus

    Email saya belum dijwb kok mbak? Saya email Selamat Idul Fitri 1433 H. Mohon maaf lahir dan bathin, salam untuk keluarga. wass.

    • Alhamdulillah, mudah2an apa yang saya tulis dalam blog ini dapat banyak memberi manfaat bagi yang membacanya. Jazakillah khayr supportnya mbak, tak lupa ditunggu juga kritik membangunnya🙂

      Maaf banget mbak, tapi saya ndak merasa terima email dr mbak Tyas. Apa mungkin tenggelam sama notifikasi2 dr socmed ya emailnya?😦

      Taqabbalallaahu minna wa minkum. Salam untuk keluarga ya mbak Tyas🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s