“Gila Baca Ala Ulama”

Sebuah buku yang begitu melihatnya, saya langsung jatuh cinta. Membaca judulnya sekilas saja, dalam hati berkata: “wah ini buku wajib beli nih..”. Dan ternyata memang recommended banget buat para penuntut ilmu dan penikmat buku. Ya, seperti saya🙂

Harganya murah, tidak sampai dua puluh ribu rupiah. Tapi manfaatnya, tak sebanding dengan harganya.  Masya Allah.

Disini dikisahkan tentang kesungguhan para ulama dan orang-orang terdahulu (para salaf) dalam mencari ilmu. Bahkan ada diantara mereka yang ketika sedang sakit keras, menjelang kematiannya masih sibuk menghafal dan menyibukkan diri dengan ilmu. Subhanallaah..

Saya nukilkan sedikit diantara kutipan mereka yang demikian indah, menunjukkan kecintaan mereka pada ilmu dan buku..

Ibnu Qayyim al Jauziyyah berkata:

“Kerinduan para penuntut ilmu terhadap ilmu itu lebih besar daripada kerinduan seseorang terhadap kekasihnya. Kebanyakan mereka tidak terpesona dengan keelokan fisik manusia.” (Raudhah al Muhibbin wa Nuzhatul Musytaqin’ hal. 69)

Ibnul Jauzi menasehati orang alim dan pencari ilmu,

“Sebaiknya engkau mempunyai tempat khusus di rumahmu untuk menyendiri. Disana engkau bisa membaca bukumu dan menikmati indahnya petualangan pikiranmu.” (Shaid al-Khatir, hal. 318)

Ketika Imam Ahmad bin Hanbal ditanya, “Sampai kapan Anda mencari ilmu?”  Beliau menjawab, “Sejak bisa menulis sampai masuk ke liang kubur.” (halaman  39)

Dari Abu Darda’ radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Para ulama adalah pewaris para nabi, dan para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya maka ia telah mengambil bagian yang banyak.” (Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (V/196), Abu Dawud (no. 3641), at-Tirmidzi (no. 2682), Ibnu Majah (no. 223), dan Ibnu Hibban (no. 80 al-Mawaarid), lafazh ini milik Ahmad, dari Shahabat Abu Darda’ radhiyallaahu ‘anhu.)

Ibnu Hazm bertutur dalam Rasail Ibn Hazm,

Pertanyaanya adalah, ilmu apa yang paling mulia?

Ilmu yang paling mulia adalah ilmu yang dapat mendekatkanmu kepada Sang Khaliq,

Ilmu yang dapat membantumu mencapai keridhaan-Nya,

Inilah ilmu di dalam kitab Allah, dan sunnah Rasul-Nya.

Mutiara hikmah yang dapat dipetik dalam buku yang sarat nasehat ini diantaranya..

“Barangsiapa yang ketika membeli buku tidak merasa nikmat melebihi nikmatnya membelanjakan harta untuk orang yang dicintai , atau untuk mendirikan bangunan, berarti dia belum mencintai ilmu.”  (Al Jahizh dalam Al-Hayawan 1/55)

“Semangat ulama terdahulu sangat tinggi, buktinya adalah karya-karya tulis mereka yang merupakan hasil jerih payah mereka dalam jangka waktu yang lama. Namun demikian, banyak karya mereka itu lenyap karena lemahnya semangat generasi berikutnya. Mereka hanya mempelajari kitab-kitab ringkas dan malas terhadap kitab-kitab tebal. Kemudian, mereka hanya membatasi pada sebagian kitab-kitab tebal dan belum semput disalin.”  (Imam Ibnul Jauzi, Said Al-Khathir hal. 556-557)

Akhir kata, saya dibuat takjub dengan kecintaan mereka pada buku dan ilmu. Begitu sulit mereka mendapatkan ilmu di zamannya, bahkan ada yang harus menempuh perjalanan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun lamanya untuk mendapatkan sebuah hadits dan menyusun sebuah kitab. Dan dengan segala kemudahan yang kini kita dapatkan, pantaskah jika masih saja bermalas-malasan menuntut ilmu?

Dimana kedudukan kita dibanding mereka?😦

 

~ Baity Jannaty, di penghujung November nan hujan, 2012 ~

© aisyafra.wordpress com

3 thoughts on ““Gila Baca Ala Ulama”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s