Kepada Anak-Anak . . .

my beloved....

Anak-anak seperti kita sering lupa, bahwa kitapun akan menjadi orang tua.

Pada sebuah upacara pemakaman orang tua seorang teman, aku berpikir, berpikir, merenung. Hasilnya satu pemikiran seperti ini. Apalagi yang diharapkan oleh para orang tua ketika mati selain anak-anaknya.

Bahwa setiap harta tidak akan ada yang dibawanya mati, dibanggakan di alam kubur tentang banyaknya mobil mewah dan tempat tidurnya yang empuk. Atau tentang nominal tabungannya yang menyentuh angka 12 digit.
Continue reading

Aku dan Engkau, Dalam Satu Waktu…

pink rose..

Demikianlah Khadijah binti Khuwailid,
yang tindak tanduknya seakan mengatakan kepada suaminya,

“Aku dan engkau dalam satu waktu.”

Artinya, masing-masing dari keduanya..
Setia mendampingi yang lain dalam susah dan senang
dan tidak meninggalkannya dalam kesulitan maupun kelapangan.

Continue reading

From Istiqlal With Love :)

masjid istiqlal..

“Ukhuwah itu bukan terletak pada pertemuan, bukan pada manisnya ucapan bibir tapi terletak pada ingatan seseorang terhadap saudaranya di dalam do’anya.” (Al-Ghazali)

Di tempat ini…

Untuk pertama kalinya saya dipertemukan Allah secara tak sengaja dengan sahabat-sahabat terbaik saya. Mereka yang tak pernah saya kenal sebelumnya. Setelah berkenalan dan bertukar nomor handphone, pertemanan kami terjalin makin erat.

Janjian ke kajian bareng, buka puasa bersama, menginap rame-rame, curhat selama berjam-jam, menertawakan derita, menangisi bahagia.. bersama-sama. Juga menimba ilmu dan menghabiskan masa-masa single yang penuh kebebasan (cieehh..) dengan hal-hal yang bermanfaat. Mempersiapkan diri menuju fase yang paling dinanti dalam kehidupan selanjutnya.

Ehem. If you know what I mean :’) Continue reading

Pelajaran Dari Sebuah Pertanyaan

tabligh akbar ~ istiqlal

Ketika menghadiri tabligh akbar di masjid Istiqlal kemarin, di sesi tanya jawab saya dibuat haru oleh sebuah pertanyaan. Sebuah pertanyaan yang cukup menyentuh.. Yang mungkin tidak hanya bagi saya, tapi juga seluruh ikhwah fillah yang hadir di tempat saat itu atau yang menyimak langsung lewat media lain.

Tentang seorang pendeta di pedalaman Kalimantan yang biidznillaah  memeluk Islam setelah membaca sebuah buku karya Syaikh Abdur Razzaq bin Abdil Muhsin al Badr  yang berjudul Sebab-Sebab Datangnya Kebahagiaan.  Yang Tabligh Akbarnya juga pernah diselenggarakan di Masjid Istiqlal beberapa waktu lalu.

Maa-syaa Allaah. Tak terasa saya seperti merinding sendiri. Apalagi suara di masjid yang menggaung saat itu menambah haru suasana.

Seseorang mendapat hidayah melalui perantaraan kita, melalui apa yang kita tulis, atas izin Allah. Bahkan meninggalkan millahnya yang penuh kesesatan demi memeluk agama yang haq ini.

Apalagi yang lebih membahagiakan dari itu? Continue reading

Jangan Hanya Bangga Mengaku Islam

proud to be a muslim..

Jangan hanya bangga mengaku Islam..

Tapi tiada sedikitpun bias Islam dalam diri dan keseharianmu.
Perilaku, ucapan, penampilan, isi kepala.. jauh dari Islam yang sebenarnya.

Jangan hanya bangga mengaku Islam..
Tapi engkau malu menampakkan identitasmu sebagai seorang Muslim.
Malu dengan jenggotmu, celana cingkrangmu, jilbab lebar atau cadarmu.

Continue reading