From Istiqlal With Love :)

masjid istiqlal..

“Ukhuwah itu bukan terletak pada pertemuan, bukan pada manisnya ucapan bibir tapi terletak pada ingatan seseorang terhadap saudaranya di dalam do’anya.” (Al-Ghazali)

Di tempat ini…

Untuk pertama kalinya saya dipertemukan Allah secara tak sengaja dengan sahabat-sahabat terbaik saya. Mereka yang tak pernah saya kenal sebelumnya. Setelah berkenalan dan bertukar nomor handphone, pertemanan kami terjalin makin erat.

Janjian ke kajian bareng, buka puasa bersama, menginap rame-rame, curhat selama berjam-jam, menertawakan derita, menangisi bahagia.. bersama-sama. Juga menimba ilmu dan menghabiskan masa-masa single yang penuh kebebasan (cieehh..) dengan hal-hal yang bermanfaat. Mempersiapkan diri menuju fase yang paling dinanti dalam kehidupan selanjutnya.

Ehem. If you know what I mean :’)

Kemudian tibalah saat itu, saya menikah. Disusul sahabat-sahabat saya setahun setelahnya. Kami mulai berpencar, ada yang dibawa suaminya keluar daerah, ada juga yang keep stay di Jakarta seperti saya.

Hingga saat ini tak terasa 7 tahun sudah persahabatan ini terjalin. Tak terasa juga kami sudah punya keluarga sendiri, bahkan sudah punya anak yang lucu-lucu. Tema obrolan pun sudah banyak berubah. From single ladies’ topics to young mama’s :)))

Walau begitu, komunikasi antar kami tetap intens. Apalagi dengan adanya social media macam Facebook, Twitter etc.. Kami juga masih sering menanyakan kabar dan ber-haha hihi   lewat telepon. Just like those good old days..

Some says, “Out of sight, but never out of heart..”.

Mungkin persahabatan macam itu yang kami punyai. Sejujurnya, tak disangka mereka yang waktu itu baru saja saya kenal, justru terasa begitu dekat di hati. It feels like.. they know me so well for years. First time I met them, I have found the ‘click’ right away. The chemistry..

“Ruh-ruh itu seperti tentara yang berhimpun yang saling berhadapan. Apabila mereka saling mengenal (sifatnya, kecenderungannya dan sama-sama sifatnya) maka akan saling bersatu, dan apabila saling berbeda maka akan tercerai-berai.” (HR. Bukhari – Muslim)

Walau banyak yang datang dan pergi, tapi mereka tak pernah beranjak dari sisi, apapun yang terjadi. Meski tak sedikit  teman-teman baru yang cukup dekat, tapi keberadaan mereka tetap istimewa di hati. Karena waktu… adalah ujian persahabatan yang paling sejati.

Karena… tidaklah hati kita saling bertaut dengan mereka yang kita cintai, melainkan atas rahmat dan izin Allah Ta’ala. Karena hanya Dia-lah yang menyatukan hati-hati hamba-Nya yang beriman, mencondongkannya satu sama lain dan mempersaudarakannya..

Sebuah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain karena  aqidah dalam sebuah ikatan indah, bernama Ukhuwwah Islamiyah.

Ukhty fillaah.. Jazakunnallaah khayran for this ukhuwwah, for everything, for these past years… And met you here, in this place.. was one of the best thing that ever happened to me, alhamdulillaah.

Uhibbukunna fillaah….❤

“Dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Anfal 63 )

~ Jakarta, April 2013..  When my arms can’t reach people close to my heart.. I always hug them with my prayers :’)

©aisyafra.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s