Tawadhu’

tawadhu'..

Saudariku..

Jangan kau pandang dengan tatapan aneh, sinis bahkan meremehkan mereka yang berbeda denganmu. Berbeda dalam ucapan atau penampilan ketika tengah menghadiri majelis ilmu. Mereka yang awam, mereka yang mungkin belum berhijab sempurna, mereka yang baru mulai mengenal sunnah…

Sesungguhnya ia juga adalah saudarimu dalam Islam. Maka dekati dan rangkullah ia, bukan justru menjauh darinya.  Bukalah percakapan dengannya, tanyakan darimana asalnya..  Sesuatu yang mungkin sederhana bagimu, tapi boleh jadi amat berarti baginya.

Jauhi kesan eksklusifitas dengan hanya mau bergaul dengan yang ‘sama’ denganmu. Sesungguhnya datangnya ia ke majelis ilmu merupakan bentuk keinginannya untuk tahu, untuk belajar, untuk berubah menjadi lebih baik. Insya Allah..

Siapa yang tahu kapan datangnya hidayah? Boleh jadi di kesempatan mendatang, engkau menemukannya dalam balutan rapat busana muslimah yang syar’i.. dengan penuh semangat mengamalkan apa yang telah ia ketahui .

Dan boleh jadi pula, di kesempatan mendatang, justru engkau yang berada di posisi saudarimu itu sebelumnya, tenggelam dalam kefuturan.

Betapa banyak contoh nyata di depan mata, Allah mengambil kembali hidayah yang Ia berikan. Yang tadinya iltizam  di atas sunnah, berbalik menyelisihi sunnah.

Pakaiannya yang dulu panjang menutup auratnya dengan sempurna, makin memendek hingga akhirnya hijab itu terlepas darinya. Wal’iyadzu billaah..

Innallaha Muqallibal Quluub.. Allah Maha Membolak-balikkan Hati.

Siapa kita hari ini, bukan jaminan siapa kita esok. Tak ada yang tahu sampai kapan seorang hamba dapat istiqamah. Karena hati manusia itu lemah, sedang fitnah menyambar-nyambar.

فَلَا تُزَكُّوا أَنفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى

“Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang bertakwa.” (QS. An-Najm: 32)

Jangan sekali-kali merasa aman dan terpedaya dengan keadaan kita saat ini. Hingga memandang rendah mereka yang masih baru belajar bahkan menganggap diri ini yang paling hebat dan sempurna.

Saat memandang rendah orang lain, ketahuilah bahwa Iblis-lah makhluk yang pertama kali menyombongkan diri dengan berkata, “Aku lebih baik darinya.”

Bukankah penyebab kufur dan dikeluarkannya ia dari surga  dikarenakan memandang dirinya jauh lebih baik dari Adam Alaihissalam ?

Keep tawadhu’, humble yourself.  Ampunan dan surga-Nya amatlah luas. Ajaklah saudarimu untuk meraih dan memasukinya bersama-sama. Jangan buat ia lari karena sikapmu, ucapanmu, atau mungkin lirikan matamu.

Jangan pernah lelah dan putus asa dalam da’wah, jangan pernah bosan saling menasehati dalam kebaikan, jangan pernah .. Karena kita pun tak pernah tahu.. kapan Allah membukakan hati seseorang untuk menerima kebenaran..

“Jika iblis memberikan was-was kepadamu bahwa engkau lebih mulia dari muslim lainnya, maka perhatikanlah. Jika ada orang lain yang lebih tua darimu, maka seharusnya engkau katakan, “Orang tersebut telah lebih dahulu beriman dan beramal sholih dariku, maka ia lebih baik dariku.” Jika ada orang lainnya yang lebih muda darimu, maka seharusnya engkau katakan, “Aku telah lebih dulu bermaksiat dan berlumuran dosa serta lebih pantas mendapatkan siksa dibanding dirinya, maka ia sebenarnya lebih baik dariku.”

Demikianlah sikap yang seharusnya engkau perhatikan ketika engkau melihat yang lebih tua atau yang lebih muda darimu.”

(Hilyatul Awliya’ 2/226, Abu Nu’aim Al Ashbahani, Asy-Syamilah)

~ Cibubur, di suatu pagi .. lagi-lagi sedikit pengingat untuk diri sendiri..

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: WeHeartIt ]

6 thoughts on “Tawadhu’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s