Belajar Dari Luka

belajar dari luka..

Orang terluka melukai orang lain.
Orang terluka sulit menerima kegagalan.
Orang terluka kurang suka membahas persoalan.
Orang terluka tak suka belajar dari orang lain.

Lalu orang terluka ini….

Menjadi pengecut yang memalukan.
Menjadi pengeluh yang fasih dan penuh kejiwaan.
Mengadu pada manusia dan bukan Tuhan.

Inilah kisah orang terluka.

Kesalahan terbesar dari orang-orang yang terluka..
Adalah mereka tak segera menyembuhkan luka lamanya
Tetapi dia memilih menikmati lukanya.

Dia merawat baik-baik telusukan itu.
Agar tetap berada di dalam kulitnya.
Jadilah orang-orang yang terluka itu sebagai mereka yang enggan berubah.

Seharusnya luka itu disembuhkan, dibalut.

Waspadalah. Jangan merasa terluka oleh orang-orang shalih dan insan beriman.
Karena luka itu bisa memicu kebencian kita pada iman dan keshalihan.

Dalam dekapan ukhuwah,
Jadilah orang-orang yang mau berubah,
Mampu menerima kegagalan, bersedia membahas persoalan,
Bisa belajar dari orang lain,
Dan siap melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah.

Dalam dekapan ukhuwah,
Hindarkan diri dari kepengecutan.
Mengeluhlah hanya pada yang mampu memberi penyelesaian.

Katakan saja, ”Ya Allah, aku punya masalah besar.”

Dan sebagai variasi yang manis, ucapkan juga,
”Hai masalah, aku punya Allah Yang Maha Besar.“

~ Salim A. Fillah : Dalam Dekapan Ukhuwah, dengan sedikit perubahan ~

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Getty Images ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s