Terima Kasih, Sayang

flower on the window

Sudahkah engkau berterima kasih kepada isterimu hari ini ?

Kalau belum, tengoklah sejenak perjalananmu dari semenjak bangun tidur hingga saat engkau baca tulisan ini. Ingatlah kembali kebaikan-kebaikan isterimu, baik yang engkau anggap sebagai kebaikan maupun yang engkau anggap sewajarnya ada. Ingatlah sejenak, betapa hampir-hampir tidak ada satu hari pun yang kita lewati kecuali di sana ada kebaikan-kebaikan isteri yang tak cukup kita balas hanya dengan ucapan terima kasih.

Kalau masih saja engkau tak menemukan apa yang dapat membuatmu berterima kasih kepada isteri, tangisilah! Boleh jadi kerasnya hati (atau jangan-jangan hatimu sudah mati?) yang menyebabkan engkau tak sanggup menangkap kebaikan-kebaikannya. Padahal, sejudes apa pun isterimu –barangkali—pasti ada padanya kebaikan. Jika tidak, lalu apa yang menyebabkanmu memilihnya?Read More »

Advertisement