Menulis: Menebar Cahaya Pada Dunia

butterfly and pen..

Menulis adalah mengikat ilmu dan pemahaman. Akal kita sebagai kurniaNya, begitu agung dayanya menampung sedemikian banyak data-data. Kita kadang kesulitan memanggil apa yang telah tersimpan lama, ilmu dahulu itu berkeliaran dan bersembunyi di jalur rumit otak.

Maka menulis adalah menyusun kata kunci tuk buka khazanah akal, sekata tuk sealinea, sekalimat tuk sebab, separagraf tuk sekitab. Demikianlah kita fahami kalimat indah Asy Syafi’i: ilmu adalah binatang buruan dan  pena yang menuliskan adalah tali pengikatnya. Continue reading

Advertisements

Memurnikan Cinta

chalk heart..

“Di antara kecintaan terhadap sesama muslim ada yang disebut mahabbatun linaili gharadlin minal mahbud,  yaitu suatu kecintaan untuk mencapai tujuan dari yang dicintainya, bisa jadi tujuan yang ingin ia dapatkan dari kedudukan orang tersebut, atau hartanya, atau ingin mendapatkan manfaat berupa ilmu dan bimbingan orang tersebut, atau untuk tujuan tertentu.

Maka yang demikian itu disebut kecintaan karena tendensi, atau karena ada tujuan yang ingin dicapai, kemudian kecintaan ini akan lenyap pula seiring dengan lenyapnya tujuan tadi. Karena sesungguhnya, siapa saja yang mencintaimu dikarenakan adanya suatu keperluan, maka ia akan berpaling darimu jika telah tercapai keinginannya”.

(Ibn Qayyim – Rahimahullah dalam kitab Zaadul Ma’ad juz ke-4 hal 249)

Continue reading

Merekatkan Ukhuwah

ukhuwah fillah

“Kita semua, anak Adam, pernah melakukan kesalahan. Dalam dekapan ukhuwah.. Kelembutan nurani memberi kita sekeping mata uang yang paling mahal untuk membayarnya. Di keping uang itu, satu sisi bertuliskan, ‘Akuilah kesalahanmu..’  Sisi lain berukir kalimat, ‘Maafkanlah saudaramu yang bersalah..’.”  (Salim A. Fillah, Dalam Dekapan Ukhuwah)

Hakikat ukhuwah itu bersandar pada iman, maka ada keselarasan antara iman dan ukhuwah. Jika ukhuwah bermasalah, maka periksalah imannya. Seperti halnya kehidupan, perjalanan ukhuwah juga penuh lika-liku. Tak ada ukhuwah yang sempurna. Continue reading

He is The Man

white rose

The good righteous husband is the man..

Who will choose you because the woman you are.
Not because of a tight jeans or a short dress.

He is the man who will appreciate your loose Hijab.
Even before seeing you with a beautiful haircut, make-up and attractive clothes.

Continue reading

Home: A Little Piece of Heaven

a cozy place named home :)

Istana bagi seorang wanita adalah di rumah suaminya. Tempatnya tumbuh dewasa, belajar, mengajar, bereksperimen dengan hal-hal baru, membangun dan merawat cinta dengan keluarga kecilnya.

Rumah, adalah ruang paling lapang untuknya berlabuh dari segala kepenatan dunia. Tempat yang paling nyaman untuk kembali pulang, sejauh apapun kakinya melangkah. Tempat yang paling indah untuk  menua bersama yang tercinta.

Rumah, juga adalah hijab terbaik. Di dalamnya kita terlindungi, terjaga dari berbagai macam kemudharatan yang akan dijumpai saat kita melangkahkan kaki ke luar rumah. Di antara hikmah tetap tinggalnya seorang wanita di rumahnya, adalah untuk melindunginya dari berbagai fitnah.

“Wanita itu adalah aurat maka bila ia keluar rumah syaithan menyambutnya.” (HR. At Tirmidzi, shahih lihat Al Irwa’ no. 273 dan Shahihul Musnad 2/36)

Sebagai ibu rumah tangga dengan banyaknya tugas dan jam kerja yang durasinya 24 jam sehari, 7 hari sepekan, saya tidak menafikan bahwa menjadi IRT alias Ibu Rumah Tangga juga bisa dilanda rasa bosan. Seperti wanita yang memilih untuk berkarir di luar, yang juga bisa merasa bosan dengan rutinitasnya. Continue reading