My Art of Shopping :)

Is it just me, or..?  Mendapatkan barang berkualitas dengan harga yang sangat sangat murah itu seperti prestasi tersendiri bagi seorang ibu-ibu seperti sayah. Nggak perlu yang branded, asal bagus dan awet. Di antara tipsnya adalah: sabar pilah pilih barang, jangan males muterin toko, jangan males nawar *tapi juga jangan afgan n rosa yak..😀

Kadang bukan hanya harga miring yang dicari, tapi ada kepuasan tersendiri ketika menemukan barang-barang yang cukup ‘langka’ dan tidak beredar lagi di pasaran. Seru aja rasanya singgah ke toko satu kemudian menjelajah toko lainnya, hunting yang kita mau. Dan akhirnya yesss  dapat.. alhamdulillaah!

Saya sendiri, paling suka berbelanja di pasar tradisional, pasar pagi atau pasar kaget daripada di department store atau mall. Eh, pasar malem juga ding. Itung-itung support pedagang kecil. Sekaligus ngajak anak-anak jalan-jalan, family time.

Pernah suatu kali nanya sepatu sandal karet buat si gembil di counter sebuah mall, harganya 35 ribu.  Penasaran, saya coba nyari di pasar malem.. Merk sama, warna sama.. eh cuma kena 20 ribu.  Itupun nggak saya tawar, langsung harga pas. Hihi.. lumayan kan?😀

That’s my art of shopping. Yes, with some special skills and ‘patience’, you’ll get what you want with no need to spend a lot of money. Happy shopping!🙂

Harits & Mbah di Alun-alun Kota Malang ^^

Harits & Mbah di pasar pagi Alun-alun Kota Malang ^^

~ sebuah coretan dadakan di Ahad pagi yang mendung, Oktober 2013.. dua hari menjelang Idul Adha 1434 H

4 thoughts on “My Art of Shopping :)

  1. Walaupun belum jadi ibu-ibu tapi aku juga senang lho mbak, klo belanja dapat yang murah, hehehe… Belanja ke mall paling sekedar untuk beli sepatu atau buku aja, belanja keperluan sehari-hari lebih suka ke pasar tradisional, karena harganya bisa ditawar🙂

    • Nah iya betul, karena bisa ditawar😀

      Alasanku yang lainnya juga supaya ngasih untung para pedagang kecil.. Kasihan, banyak di antara mereka tergusur oleh mall-mall besar (terutama di Jakarta)..

      • Iya sih mbak, kasihan, apalagi kalo yang jual udah lansia. Kadang kalo aku rasa harga yg djual dpasar udah murah, aku gak pake nawar lagi, dipikir-pikir untung dagangan mereka tipis banget…

        • Iyaaaa.. Nawar pun aku liat-liat orangnya. Kalo udah sepuh dan harganya juga masuk akal, mau nawar kok ya rasanya melas.. Salut sama mereka yang udah sepuh tapi masih giat cari nafkah, daripada ngemis..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s