Selamat Datang, Keponakan Baru… :)

Dini hari itu, 11 Mei 2014..

Hanya beberapa menit lewat tengah malam, tiba-tiba suami membangunkan saya yang sudah terlelap bersama anak-anak. Memberitahukan kalau adik saya yang tengah menanti kelahiran anak ketiganya, baru saja melahirkan.

Sambil setengah sadar dengan mata yang masih kriyep-kriyep  saya menjawab,

“Hah? Yang bener A? Bukannya tadi dia masih di Naga (supermarket tempat kami biasa belanja), kok udah melahirkan aja?”.

Memang sekitar jam 9 tadi kami masih sms-an, dan adik saya bilang dia masih belanja kebutuhan bayi di sana.

“Iya, barusan Bang Ian (suaminya) kirim WA..”  jawab suami yang memang malam itu masih terjaga di depan komputer karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan.

Segera saya raih handphone, ternyata banyak sms dan pesan whatsapp yang masuk. Di antaranya adalah kabar kelahiran keponakan baru, lengkap dengan fotonya, fresh from the womb😀

جَعَلَ اللهُ مُبَارَكًا عَلَيْكَ وَ عَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ

“Semoga Allah menjadikannya anak yang diberkahi atasmu dan atas umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam”

Alhamdulillah.. I felt sooo excited, akhirnya lahir juga keponakan baru yang sudah saya tunggu-tunggu sejak 7 tahun lalu. Terakhir mempunyai keponakan baru adalah setahun sebelum saya menikah. Sampai saya sudah ‘memproduksi’ tiga krucils, jumlah keponakan dari adik saya itu masih stuck aja di angka dua. Awet, wet..

Malam itu juga saya menelepon adik saya yang masih berada di klinik. Kami ngobrol panjang lebar. Walau suaranya masih terdengar lemah, tapi ia sudah bisa berhaha-hihi, ketawa-ketiwi dan bercanda ria dengan saya. Sampai-sampai lupa kalau waktu itu sudah tengah malam. Ahaha.. Habis nggak sabar rasanya nunggu besok.

I was truly happy for you, sistah.

Saya dan Rari, adik saya itu, memang terbilang sangat dekat. We are soulmate united in the name of family. Anak-anaknya sudah saya anggap seperti anak saya sendiri, demikian juga sebaliknya. Anak-anak kami juga saling dekat satu sama lain. Zaid akrab dengan Harits, Zahra dekat dengan Aisyafra. Walau sering berantem, tapi mereka selalu merindukan satu sama lain, heheheu..

Kemana-mana selalu kompak, piknik bareng, baca buku bareng, main masak-masakan bareng, jalan-jalan ke taman bareng.. Sampai-sampai kalau diajak main ke rumah sepupunya itu, mereka udah kayak mau diajak pergi berwisata ke mana gitu.. Seneng pake banget. Padahal ya hampir tiap pekan pasti ketemu :))

Makanya ketika si keponakan baru ini lahir, saya dan Rari merasa begitu excited. Karena artinya, the krucils club akan mendapat member baru. Ya, Fiqar jadi ada temen main nih.. Beda usianya juga cuma setahun kurang. Mudah-mudahan bisa jadi saudara sepersusuan juga dengan Fiqar dan kakak-kakaknya seperti Harits dulu dengan Zaid dan Zahra.

Pagi harinya, rasanya saya ingin cepat-cepat melihat wujud si keponakan baru itu. Kayak apa yah wajahnya? Mirip Zaid atau Zahra? Atau malah nggak mirip sama sekali. Hihihi..

Waktu pertama melihatnya, rasanya kok beda banget sama kakak-kakaknya. Yang ini jauh lebih putih, matanya lebih sipit, hidungnya lebih mancung dan pipinya merona kemerah-merahan. Kalau bukan laki-laki, pasti sudah saya panggil Humaira, hehe.. Masya Allah.

Sniff sniff.. Bau bayi baru lahir itu memang khas banget, ya. Matanya yang jernih, tangannya yang mungil dan berkeriput, sampai bau gumohnya pun ngangenin sangat. So uwel-able  deh. Jadi teringat saat melahirkan Fiqar hampir setahun kemarin. Kangen masa-masa itu lagi. Tapi bukan kangen proses melahirkannya yak, heheheu..

Proses kelahiran keponakan saya itu memang terbilang mudah. Bayangin aja, jam 9 emaknya masih belanja di supermarket. Tiba-tiba jam 11 lewat 50 menit-an udah lahir aja gitu. Yah, memang adik saya itu kalau melahirkan, prosesnya selalu ‘ajaib’. Waktu mau melahirkan anak keduanya, Zahra, satu jam sebelumnya masih bisa mengendarai motor walau sambil meringis-ringis. Hadeh.. *tetiba mules

Tiap kelahiran punya ceritanya sendiri-sendiri. Nah adik saya yang satu ini alhamdulillah termasuk yang prosesnya selalu lancar jaya kayak mobil lewat jalan tol tengah malam. Selalu cepat dan mudah tanpa hambatan. Sampai di bidan, nggak lama kemudian lahir. Nggak yang super heboh juga pas proses kelahirannya. Apalagi sampai teriak-teriak atau menjambak rambut suaminya. Hehehe..

Eh, ada lho yang begitu. Keluar dari ruang persalinan tangan si suami banyak bekas cakaran dan gigitan. Saking dahsyatnya rasa sakit yang dirasakan sang istri ketika proses itu berlangsung, subhanallah. Walau nggak semua wanita seperti itu juga. Alhamdulillah saya enggak termasuk tuh😛

“Siapa namanya, Ri?”  tanya saya waktu menggendong si keponakan baru yang masih merah itu.

“Masih bingung nih, tapi aku pengen namanya Mu’adz. Bagus nggak?”  kata adik saya.

“Bagus kok. Jarang yang punya tuh.. Keren..”

Jadilah si ganteng yang banyak disangka berjenis kelamin perempuan itu dipanggil Mu’adz. Iya, banyak banget yang komentar,

“Wah, masya Allah cantiknya..”. “Maaf bu, ini laki-laki bukan perempuan..”.

Kyaaaa!

Nama lengkapnya Mu’adz al Farras.  Mu’adz adalah nama seorang sahabat Nabi yang mengemban tugas mendakwahkan Islam ke negeri Yaman, sedang Farras artinya yang cerdas dan tajam pemikirannya.

Selamat datang di dunia, Mu’adz.. Selamat datang, keponakan baru.. Selamat bergabung dengan sepupu-sepupumu ya.. Semoga engkau kelak menjadi anak yang shalih, sehat, ganteng, berbakti dan cerdas seperti namamu.

mu'adz al farras <3

Ahlan wa sahlan wa barakallaahu fiyk yaa Mu’adz~🙂

© aisyafra.wordpress.com

2 thoughts on “Selamat Datang, Keponakan Baru… :)

  1. ana pikir ini perempuan, klo semisalnya ftonya duluan yg dimunculkan… an sudah pkir ini perempuan…. merah merah ngangenin pipinya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s