Wanita dan Belanja

shopping cart

Wanita dan belanja, dua hal yang seakan tidak terpisahkan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa yang namanya wanita, identik dengan kata shopping atau belanja. Ada yang sederhana dalam berbelanja, beli yang dibutuhkan, sesuai kemampuan. Ada juga yang cenderung berlebihan, nggak mengukur kesanggupan diri bahkan sampai rela berhutang.

Jujur saja, saya sendiri salut sama para wanita dan ibu-ibu yang nggak gampang lapar mata, baik di dunia nyata maupun maya. Apa-apa serba kepengen. Ada barang murah dan diskon, langsung beli, padahal butuh juga enggak. Padahal kalau mereka tahu trik marketing, sebelum didiskon harganya udah dinaikin lebih dulu.

Atau budaya serba latah, ada barang yang baru keluar dan banyak peminatnya, tertarik. Kadang rela ngantri-ngantri segala. Dikejar juga sampai dapat, walo harganya nggak masuk di akal dan hanya dipakai beberapa kali kemudian digeletakin begitu aja di lemari.

“Habis, penasaran sih..” akunya.

Denger testimoni orang tentang suatu produk atau makanan, penasaran. Padahal duit di kantong nggak menunjang, tapi demi memuaskan rasa senapsaran itu tadi, sampai rela bela-belain diri buat berhutang.

Tabiat wanita memang suka belanja dan suka sama barang bagus, murah lagi. Kebanyakan wanita juga lebih cermat dalam berbelanja daripada laki-laki. Kebanyakan, walau nggak semua.

Menundukkan tabiat itu yang susah, karena kebanyakan wanita itu cenderung pakai perasaan dan memperturutkan kata hatinya. Makanya kalo ada wanita yang pandai memenej nafsu dan keinginan belanjanya, salut saya.  Rasional dalam memutuskan membeli barang, hemat, cermat dan bersahaja *pramuka mode: on.

shopping

“Mereka (para suami) pantaslah bersyukur. Di saat banyak wanita yang menuntut tambahan harta dunia, bahkan mendorong suaminya untuk menghalalkan segala cara. Hanya untuk memuaskan rasa dahaga yang tidak akan pernah tuntas. Tapi istri shalihah selalu menyejukkan mata suaminya dengan kesyukuran dan kesabarannya..”

Ya, suami mana yang tidak tentram hatinya memiliki istri yang selalu ridha dengan yang apa yang ada, qana’ah dan tidak mudah silau akan dunia. Hartanya aman di tangan istrinya.

Sebaliknya, betapa susahnya hati seorang suami yang memiliki istri hobi belanja dan boros menghamburkan uang untuk sesuatu yang tidak perlu.

Pernah saya membaca curahan hati seorang suami di rubrik konsultasi sebuah majalah keluarga Islam, yang mengeluhkan kebiasaan istrinya berhutang sampai jutaan rupiah untuk memenuhi keinginannya berbelanja. Sudah dilunasi oleh sang suami, lalu berhutang lagi, demikian seterusnya. Mau dicerai, masih cinta. Nggak dicerai, sang suami sudah tidak sanggup lagi menasehatinya. Dilema..

“Ghadhul bashar itu, bukan hanya kepada lawan jenis saja. Tapi juga kepada dunia dan gemerlapnya. Ambillah seperlunya. Semakin dirimu mampu menundukkan pandangan dan memangkas keinginan terhadapnya, maka jiwa akan semakin tenang. Tak lagi silau dengan apa yang bukan milikmu. Hati tak lagi lelah akan hiruk pikuk dunia dan orang-orang yang mengejarnya…”

Semoga Allah selalu menghindarkan kita, para wanita, dari sifat tabdzir atau berlebih-lebihan dalam berbelanja. Mampu atau tidak mampu membelinya. Ingatlah bahwa setiap harta yang kita belanjakan, akan ditanya.. Dari mana ia berasal dan untuk apa ia dihabiskan.

Lebih baik kelebihan rezeki itu kita sedekahkan kepada yang lebih membutuhkan. Bukankah salah satu wasiat Rasululllah kepada kaum wanita adalah agar banyak-banyak bersedekah?

Benar juga kata-kata ibu saya dulu, gaya hidup itu pilihan. Baik boros maupun hemat. Ada yang dikaruniai rezeki berlebih, tapi memilih untuk hidup sederhana.

Ada yang memaksa diri bergaya hidup mewah padahal penghasilan pas-pasan. Ada yang tengah-tengah, gaya hidup sesuai pendapatan, tapi tak lupa bersedekah. Semuanya adalah pilihan. Terserah kita, mau pilih yang mana🙂

“Ya Rabb, letakkanlah dunia di tanganku.. Tapi jangan letakkan ia di hatiku.. “

~ Jakarta, 3 Juni 2014.. selembar coretan setelah shalat Shubuh, a self reminder.

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Pinterest ]

9 thoughts on “Wanita dan Belanja

  1. Wanita dan belanja itu memang selalu melekat ya mba.. huhu, anak kos aja kadang ngga bs mikirin budget, yang dipikirin cuma kenyang ngga.. bisa bergaya atau ngga… hiks

  2. Assalamu’alaikum mba Meutya.. Salam kenal, saya Fitri dari Majalah Ummi..
    Aku abis baca2 tulisan mba Meutya ni tentang wanita dan belanja, inspiratif sekali mba..
    Kebetulan Majalah Ummi sedang membahas terkait tema itu. Kalau boleh aku mau nanya2 ni.. boleh minta kontaknya mba? atau email?
    terimakasih sebelumnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s