Fiqar’s First Year :)

fiqar di menara pandang

Hari ini satu tahun yang lalu, jagoan kecilku Abdurrahman Dzulfiqar, hadir ke dunia. Alhamdulillah ia terlahir dalam keadaan sehat, selamat dan sempurna, melalui persalinan normal. Fiqar, begitu kami sering memanggilnya. Kadang sering juga ia dipanggil Izul, Cipi dan Cupi. Entah apa pula artinya itu😀

Sekarang si jagoan kecil itu lagi hobi banget pamer giginya yang baru berjumlah lima biji. Kalo namanya dipanggil, langsung senyam-senyum sambil hidungnya diangkat ke atas, mamerin deretan giginya itu. Haha. Fiqar juga udah mulai ngoceh, walau belum jelas. Biasanya ocehannya seputar, “mamama-bababa-papapa-tatata..”.

Pernah lagi terbangun malam-malam ketika menyusu, dia ngoceh “bababa..”  dengan mata merem, setelahnya langsung balik badan, tidur. Haha..

Setelah lulus ASI eksklusif selama 6 bulan, Fiqar mulai diperkenalkan dengan makanan tambahan. Berbagai macam bubur tim dan puree buah jadi menu kesukaannya. Dia juga doyan berbagai jenis sayuran, seperti brokoli, wortel, jagung manis, bayam dan lain-lain. Alhamdulillah nggak ada alergi terhadap protein hewani, so far. Kerang, telur, ikan tuna, daging merah sampai homemade chicken nugget. Semuanya dia suka.

bekal piknik fiqar

Ini bekal Fiqar piknik liburan kemaren: bubur oatmeal dengan kacang merah, wortel, jagung manis dan tumisan tuna bumbu bawang putih. Kalo udah biasa ngasih mpasi rumahan kok kayaknya nggak tega ya ngasih yang instan. Dan emang anaknya juga penggemar makanan buatan emak, nggak doyan makanan bayi instan. Pernah coba disuapin, langsung dilepeh.

Menjelang satu tahun, Fiqar udah nggak mau makan bubur tim. Doyannya nasi dan sayur bening bayam plus lauk-pauk seperti telur rebus dan tumisan ikan tuna dengan butter dan bawang putih. Makannya juga nggak mau pake sendok lagi, minta disuapin pake tangan atau makan sendiri. Nggak papa deh, walau hasilnya semacam luluran sekujur badan. Hahaha😛

fiqar makan..

Ada juga masa-masanya Fiqar GTM, singkatan dari Gerakan Tutup Mulut alias nggak mau makan sama sekali. Hampir setiap anak melewati fase yang sering bikin para ibu panik dan kalang kabut ini. Ya kalau anak lagi GTM pinter-pinter kita aja menyiasatinya,  kadang kalau dia bosen sama menunya, saya variasikan dengan bahan lain.

Pernah waktu udah mulai makan bubur tim kasar, Fiqar sakit. Demam dan  batuk pilek. Dan waktu itu nggak mau makan sama sekali. Akhirnya tekstur saya turunkan jadi bubur tim blender lagi, nggak apa deh yang penting mau.. Mungkin kalau anak lagi sakit gitu jadi males ngunyah, ya. Alhamdulillah masih ASI, jadi masih ada yang masuk lewat ASI. Nah, kalau gini emaknya harus makan yang banyak dan bergizi nih..

Sebagai ibu, kita dituntut untuk jeli dan kreatif.. Karena anak ada masa-masa dimana dia merasa bosan.. Nggak mau disuapin pake sendok, ternyata maunya pake tangan. Kadang minta diajak keluar rumah, sambil naik sepeda, keliling liat pemandangan. Kadang malah maunya makan sendiri.. Ya, turutin aja sih, asal jangan sampai minta yang aneh-aneh dan berbahaya. Misalnya cilok isi ayam bumbu kacang. Waduh, itu sih emaknya😄

Sekarang Fiqar lagi seneng-senengnya belajar jalan, udah lancar rambatan di tembok. Jalan dipegangin tangan satu juga udah mulai berani, walau kalau mau dilepas suka takut-takut. Kalau liat kakaknya lari-lari, kejar-kejaran.. matanya udah mupeng banget pengen ikutan. Hahah. Insya Allah soon ya, sayang. Ayooo semangat belajar lari eh jalannya!🙂

belajar jalan..

Akhir-akhir ini Fiqar jadi lebih ngalem dan manja. Maunya ‘nemplok’ terus sama ummi dan abinya. Apalagi sama abinya, duh.. bener-bener anak Abi deh yang satu ini, fans berat Abi pokoknya. Kalau abinya pulang kerja, baru denger suara motornya berhenti di teras aja udah heboh sendiri, berdiri di jendela sambil pasang muka pengen diajak jalan-jalan, heheheu.. Atau nggak manja sama jidahnya kalau pas main ke rumah. Jidahnya pulang nggak boleh, maunya ikut.

Kalau liat umminya udah nangkring dengan manis di depan mesin jahit langsung deh nyamperin, melukin kursi sambil pasang tampang melas ala puss-in-boots. Minta naik ke atas meja mesin, mainan kotak jahitan dan tempat jarum pentul. Kalau dicuekin langsung mengeluarkan jurus selanjutnya yaitu, merengek kemudian menangis. Hahaha.. kemudian bubarlah acara menjahit itu😀

Ketika saya memasak di dapur, Fiqar sering menemani. Biasanya ia asyik mengeluarkan mangkok, gelas dan aneka wadah plastik dari lemari piring. Kemudian dibawa sampai ruang tamu dan dibikin mainan, kadang dibuangin keluar jendela. Atau bolak-balik nyolek umminya, ngasih benda ini dan itu..

Diterima sambil senyum dan bilang, “Jazakallah khoir..”  aja dia udah happy banget. Then he gives me that best smile I always love 

fiqar naik sepeda

Fiqar paling suka diajak jalan-jalan naik sepeda keliling kampung. Duduk anteng di kursinya, lihat kiri kanan, sambil diajak ngobrol. Ia juga mulai mengerti asyiknya main bersama. Main game di komputer dan tab bareng, main cilukba, main kejar-kejaran naik turun tempat tidur.  Udah bisa rebutan mouse sama kakak-kakaknya. Udah bisa berantem dan ngambek plus protes kalau mainannya direbut.

Kalau pagi dia udah bangun sedang kakaknya masih pulas tertidur, sering disamperin terus kaki dan muka kakaknya dipegang-pegang sambil ngoceh nggak jelas. Mungkin maksudnya, “Abang, kakak, bangun.. ayo main sama aku!”

 Ia juga sudah bisa menaiki tangga ke lantai atas. Pernah saya pergoki ia sedang pelan-pelan naik sampai anak tangga kelima. Kadang ketika saya menjemur pakaian di atas, tiba-tiba kepalanya udah nongol aja, ikut nyusul ke atas. Hadeh.. seketika itu langsung ia saya tarik, sambil saya nasehati supaya jangan naik-naik, berbahaya. Yang dinasehati cuma cengar-cengir sambil senyam-senyum geje😄

fiqar ikutan baca

Jagoan kecilku ini juga kelihatan mulai tertarik pada buku, kalau kakaknya belajar dan mewarnai di meja, dia ikutan naik ke atas meja.. Kalau dikasih buku, kelihatan banget antusias, walau cuma disobek-sobek trus diemut kemudian dimakan, ahaha.. Nggak apa deh, yang penting mulai kenal apa itu buku.. Karena kecintaan membaca harus mulai dibiasakan dari kecil, agar terbawa sampai dewasa. Aaamiin..

Alhamdulillah, hari ini Fiqar resmi lulus S2 ASI, tanpa kenal sufor. Good boy, he knows ASI is the best. Mudah-mudahan kelak bisa lulus sampai S3 ya, nak. Karena sudah satu tahun, sekarang Fiqar udah boleh minum susu UHT.. Jadi kalau kakak-kakaknya minum susu kotak udah nggak ngeces lagi😀

Banyak perubahan yang terjadi setelah kehadirannya meramaikan hari-hari saya. Punya anak memang banyak suka dukanya. Ya banyakan sukanya sih kalau dihitung-hitung..

Dukanya? Hmm.. mungkin ketika anak sakit. Yang biasanya riang dan lincah kesana kemari, kini hanya terbaring lemah di tempat tidur. Duh, rasanya kalau boleh ditukar, biar saya aja deh yang ngerasain sakit.. Nggak tega. Belum lagi kalau ia demam dan kami harus terjaga semalaman..

Tidak ada perayaan istimewa di hari lahirnya ini, karena memang yang demikian tidak disyari’atkan dalam Islam. Tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah atau dilakukan para sahabat sepeninggal beliau. Terlebih-lebih, merayakan hari lahir adalah kebiasaan agama lain di luar Islam.

my son

Hari ini.. ingin rasanya saya membawa ingatan melintasi waktu, mengingat kembali apa yang terjadi tepat setahun yang lalu..

Masih terbayang apa yang saya alami di hari itu. Mulai dari bangun pagi dengan rasa mulas yang tidak biasa dan kontraksi yang mulai intens menjelang Ashar. 

Masih terbayang saat sorenya saya dan suami berjalan-jalan di pasar malam dekat rumah, agar bukaan cepat bertambah. 

Masih teringat jelas detik-detik penuh ketegangan di meja persalinan. Kami berdua berjuang sekuat tenaga, dan akhirnya semua itu terlewati atas izin Allah. Alhamdulillah..

Masih terngiang jelas suara tangis pertamanya memecah keheningan malam, juga  saat-saat pertama kali  saya melihatnya, menyentuhnya, memeluknya, menciumnya.. Saat-saat yang tak akan pernah saya lupa.

Ah, those amazing memorable moments.. Dan tanpa saya sadari waktu terasa cepat sekali berlalu. Sometimes all I wanna do is to hold you close, forever in my arms..

i love u, my child..

Barakallaahu fiyk yaa bunayyaa.. Semoga engkau tumbuh menjadi anak yang sehat, shalih, cerdas dan berakhlak mulia.  Jadilah engkau penyejuk mata dan hati kami. Jadilah engkau penerang di jalan hidup manusia lainnya. Jadilah engkau hamba Allah yang mencintai dan dicintai-Nya..

~ Jakarta, 17 Juni 2014.. hadiah istimewa untuk yang tercinta ~

© aisyafra.wordpress.com

2 thoughts on “Fiqar’s First Year :)

    • Hehehe.. walau nggak dipublish di blog, sebaiknya kita punya catatan perkembangan tiap anak rin.. Insya Allah jadi kado paling berkesan buat dia kalo udah dewasa nanti.

      Wa fiyk barakallah❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s