Jika Engkau Telah Ridha Dengannya

image

Dulu sebelum saya menikah, seseorang pernah berpesan…

Mencari pasangan hidup itu, nggak perlu mematok kriteria harus yang kaya raya atau tajir melintir. Cukup yang shalih, mengetahui kewajibannya sebagai suami (menafkahi keluarga), mau kerja keras, berani menjawab tantangan, punya keinginan gigih untuk maju dan tidak mau terus terjebak dalam zona nyaman.

Why? Because life is changing. Roda kehidupan itu berputar. Kadang kita ada di atas, kadang di bawah. Tak ada yang bisa menjamin selamanya kita ada di atas, demikian juga sebaliknya.

Jika seseorang sudah terbiasa untuk bekerja keras, maka benturan dan rintangan hidup tidak akan membuatnya putus asa untuk kembali bangkit dan mencoba lagi. Baginya, satu rintangan adalah anak tangga menuju keberhasilan selanjutnya. Mental dan jiwanya tidak gampang down dalam menghadapi berbagai kesulitan.

Seorang laki-laki yang jiwanya telah disentuh oleh keimanan, akan berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, walau terbentur oleh berbagai keterbatasan asalkan halal.

Laki-laki yang shalih dan memiliki agama, tidak akan membiarkan anak dan istrinya terlantar apalagi sampai menuntut istrinya harus ikut membanting tulang mencari nafkah. Karena ia sadar, bahwa ia bertanggungjawab penuh terhadap istri dan keluarga kecilnya kelak, sejak akad itu telah terucap.

Waktu berproses (ta’aruf) dengan suami (dulu masih calon), jujur saja, saya tidak pernah tahu pasti berapa nominal gajinya perbulan. Saya justru tahu setelah menikah.

Yang saya amati selama proses itu berjalan, terutama setelah khitbah, beliau tipe orang yang pandai menyimpan uang dan cermat mengatur pengeluaran.

Hal itu terlihat dari caranya menyiapkan dana pesta pernikahan kami. Hampir semua berasal dari tabungan yang dikumpulkannya selama bekerja. Tidak menadahkan tangan pada orang tua.

Padahal boleh dibilang, beliau masih begitu muda ketika memutuskan untuk menikah. Penghasilannya belum seberapa besar dibanding sekarang. Perantau pula, jauh dari orang tua.

Dari situ saya bisa menilai, ini dia laki-laki yang saya cari. Mandiri dan suka bekerja keras.

Pesan seorang kerabat ketika kami mengunjungi rumah beliau beberapa hari setelah kami menikah..

“Nggak apa-apa.. Dulu juga bulik waktu baru nikah masih ngontrak, perabot juga cuma sedikit. Nanti lama-lama kan punya juga. Nyicil sedikit-sedikit, lama-lama jadi banyak. Mendingan begini, bareng-bareng merangkak dari bawah, berjuang sama-sama. Pasti rasanya beda kalau nanti suatu saat kita sukses. Dan biasanya, kita dan pasangan akan lebih menghargai kesuksesan yang didapatkan setelah bersusah payah..”

Carilah seseorang yang bersedia mendampingi dari bawah, memulai segalanya dari titik nol. Dari mulai belum punya apa-apa sampai sudah punya segalanya. Setia dari awal sampai akhir. Karena kesuksesan yang diraih bersama setelah jatuh bangun dalam perjuangan akan jauh lebih manis terasa.

Terlebih lagi, ingatlah janji Allah dalam surat Ath-Thalaq ayat 2-3:

“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah maka Allah akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.”

Jadi ketika seseorang itu sudah kauridhai akhlak dan agamanya, permudahlah segala sesuatunya. Karena sesungguhnya Allah juga akan mempermudah urusan mereka yang menikah dengan niat menjaga kehormatan..

“Tiga golongan yang Allah akan menolong mereka: [1] Budak yang hendak menebus dirinya, [2] Seseorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya, dan [3] Seseorang yang berjihad di jalan Allah.” (HR. An-Nasa`i, Kitabun Nikah, Bab Ma’unatullah An-Nakih Al-Ladzi Yuridul ‘Afaf, no. 3166)

Bismillaah, bersama bergenggaman tangan menapaki jalan juang, dengan dia yang engkau cinta.. Adakah hal lain yang lebih membahagiakan?🙂

~ Cirebon, selepas subuh.. di sepuluh hari terakhir Ramadhan 1435 H

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Pinterest ]

10 thoughts on “Jika Engkau Telah Ridha Dengannya

  1. assalammualaikum mbk….tulisan” mbk bnyk merubah pola pikir saya…..saya pengen cerita lbh bnyk lagi dan minta pendapat mbk secara pribadi….saya hub k mn y ….?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s