Trust

allah sees you

10 PM.

Sambil kerja (mumpung anak-anak udah pada tidur), iseng-iseng saya ngintip inbox Facebook suami. Pas scroll down, ada beberapa message dari perempuan. Waktu diklik, di chat box muncul tulisan begini:

“This message is no longer available because it was identified as abusive or marked as spam”.

Alhamdulillah. I know I can rely on you. Continue reading

Advertisements

Kita, Emosi dan Sosial Media

image

Kecanggihan teknologi komunikasi berupa sosial media, membuat banyak orang cenderung lebih ekspresif dalam menyuarakan isi pikirannya. Bahkan yang cenderung introvert dan pendiam sekalipun, bisa berubah 180 derajat ketika berinteraksi lewat sosial media.

Kebebasan berbicara di ruang publik berupa sosial media atau yang sering disingkat socmed ini justru kadang bisa jadi bumerang bagi penggunanya, kalau tidak bijak menempatkannya. Yang paling parah mungkin adalah cyberbully. Sampai-sampai ada yang depresi betulan karena kerap dicaci maki di media sosial.

Continue reading

Jerat-Jerat Fitnah Dunia Maya

love on the internet

Kemarin siang ketika membuka beranda Facebook, saya menemukan sebuah nasehat yang sangat bagus dari seorang kawan. Bunyinya kurang lebih seperti ini..

“Sudah berulang kali dibahas, dumay itu bagai pisau bermata dua. memisahkan yang bersisian, atau menyatukan jarak antara seberang lautan. bisa juga mencerai beraikan cinta kasih, atau menyatukan yang telah lama tidak berjumpa.

Akhwat fillah, mudah2an antunna bisa menjaga diri dari itu semua. menjaga muru’ah antunna, tidak bermudah mudah saling menyapa lawan jenis antunna, atau komen genit antunna. Karena bahkan hanya dengan tulisan antunna, para ikhwan itu bisa membayangkan bagaimana antunna.

Jaga hati antunna, jaga cadar antunna, jangan ketika di jalan tertunduk malu, memilih jalan terpisah jauh memutar daripada harus bersisian jalan dengan para ikhwan itu, atau memilih berdiri di bis daripada antunna harus duduk bersebelahan dengan para ikhwan itu.

Tapi di dumay, antunna umbar kata2 manis, foto2 bercadar antunna, menerima setiap pertemanan ikhwan atau bergaul dengan leluasanya.

Akhwat itu fitnah dunia, tempat antunna adalah di rumah.”

#bukan salah uncle zuckerberg atau uncle dorsey, antunna yang harus bisa menjaga diri 🙂

Continue reading

Tak Ada Yang Lebih Membahagiakan

pink rose

Tidak ada yang lebih membahagiakan seorang penulis, melainkan ketika tulisannya mampu menggugah dan menggerakkan hati sesamanya. Mampu mengubah pandangan dan kehidupan orang lain menjadi lebih baik.

Mampu memberi manfaat sebanyak-banyaknya. Itulah motivasi utama saya dalam menulis. Agar apa yang saya tulis membekas dalam diri mereka yang membacanya. Walau mungkin mereka hanya sebatas ‘silent reader’ dan tidak pernah meninggalkan jejak berupa komentar.

Tak perlu seluruh dunia tahu apa yang kita lakukan adalah menebar kebajikan, cukup Allah saja yang mencatat kebaikan-kebaikan kecil yang kita sematkan lewat tulisan-tulisan itu dalam diam. Cukuplah Allah yang mengetahui..

Continue reading

A Girl Who Doesn’t Wear Make Up

pink

This is the appeal of a woman who doesn’t wear makeup…

She’s comfortable in her own skin.

She accepts her imperfections.

She doesn’t need compliments or flattery to feel worthy.

She’s too busy to take the time to apply eyeliner. Continue reading