Am I A Good Mother?

no perfect mother

Am I A Good Mother?

Sebuah pertanyaan klasik yang sering menghampiri benak kita, para ibu. Satu pertanyaan yang terkadang muncul bersamaan dengan rasa bersalah ketika kenyataan tidak seperti yang kita harapkan.

Ketika melihat teman-teman anak kita sudah bisa ini itu, sedang anak kita kebisaannya masih seputar itu-itu saja..

Ketika rumah seakan tak pernah rapi, pekerjaan tak kunjung selesai, sementara rasanya tak ada lagi energi tersisa untuk membereskan semuanya..

Ketika karena satu atau lain hal tak sempat masak selama beberapa hari, akhirnya terpaksa pesan katering atau beli makanan di luar…

Ketika si kecil mengalami kemunduran dalam pelajaran sekolahnya, membuat ulah di kelas, tidak taat peraturan dan iseng mengganggu teman sekelasnya..

Ketika anak kita kerap dibandingkan dengan kawan-kawan sebayanya. Sampai mampirnya komentar-komentar yang mengusik perasaan: “Kok umur segitu anaknya belum bisa ini itu sih? Anak saya dulu udah bisa lho..”. Yang diucapkan dengan nada bangga tanpa rasa empati.

Ketika kesabaran mulai menipis dan terpaksa menghukum si kecil karena sering membantah dan tidak mau menurut..

Ketika di suatu titik rasanya ingin menangis dan pergi ke suatu tempat sendiri, untuk menenangkan diri dan menata hati..

Ketika…

Dan banyak hal lain yang sering membuat kita bertanya-tanya dalam hati, “Sudahkah saya menjadi seorang ibu yang baik?”

Terlebih-lebih bila kita membandingkannya dengan keadaan rumah tangga teman, sahabat, tetangga. Anak-anak yang lebih (terlihat) rajin, sehat dan penurut, rumah yang (terlihat) lebih rapi, masakan yang (rasanya) selalu tersedia dengan aneka menu di meja makan, suami yang (seakan) lebih pengertian dan penyayang, keluarga yang (terlihat) ideal dan serba sempurna.

Motherhood is a Journey.

“Motherhood is not a battle against other mothers. Motherhood is your journey with your children.”

Perjuangan kita sebagai seorang ibu, tidaklah mudah. Dan membandingkan kehidupan, rumah tangga dan situasi yang kita alami dengan apa yang dialami orang lain akan membuat perjuangan itu terasa makin berat. Kita akan terjebak dalam tingginya standar pencapaian yang kita buat sendiri.

Every mother has her own battle. Setiap ibu memiliki tantangan dan kesulitannya masing-masing. Stop mencemaskan “am I good enough? sudahkah saya menjadi ibu yang baik?” secara berlebihan. Semakin kita mengkhwatirkan hal-hal yang tidak perlu, semakin jauh kita dari tujuan utama kita. Yaitu menjadi ibu yang baik bagi anak-anak kita.

“Don’t let yourself become so concerned with raising a good kid that you forget you already have one.”

Tidak ada ibu yang sempurna di dunia ini.

There is no such thing as a perfect parent so just be a real one. Yang bisa kita lakukan sebagi seorang ibu adalah berbuat sebaik-baiknya, semampu kita. Terus belajar, menuntut ilmu, dan tak henti memperbaiki diri. Karena menjadi orang tua adalah proses belajar sepanjang waktu. It requires time, process, patience, love and willingness to learn. Terima segala kritikan, baik yang membangun atau menjatuhkan. Ambil sisi positifnya, buang negatifnya.

Abaikan pandangan-pandangan dan perasaan negatif yang membentuk persepsi bahwa kita adalah ibu yang buruk dengan anak-anak yang buruk pula. Setiap ibu memiliki cara mendidik dan membesarkan anak sendiri-sendiri. Jadi tak perlu risau dengan komentar dan pandangan mereka yang seperti tak pernah berhenti menghakimi. Kalau selalu saja mendengarkan apa kata orang lain, kapan tenangnya hidup ini?

“Motherhood is a choice you make everyday, to put someone else’s happiness and well-being ahead of your own, to teach the hard lessons, to do the right thing even when you’re not sure what the right thing is…and to forgive yourself, over and over again, for doing everything wrong.”

Luangkan waktu untuk diri sendiri. Membaca buku, menulis, ngobrol santai dengan tetangga sekitar, menghubungi dan bertemu kawan-kawan lama, mendatangi majelis ilmu tanpa membawa anak, pergi berdua ke tempat-tempat penuh kenangan bersama suami. Dan berbagai aktifitas lainnya yang membuat kita lebih bahagia. Ya, karena kita berhak untuk bahagia. Setiap ibu berhak untuk bahagia.

Being a mother is not for those who display symptoms of the “Perfection Infection”. There is simply no such thing as a perfect mom. And there are no such things as perfect kids, perfect bodies, perfect marriages, or even perfect meals. Life is perfectly imperfect. Grow and learn from our mistakes.

I am a mother. Life is tough, but I’m tougher. There is no perfect way to be a good mother. Each situation is unique. Each mother has different challenges, different skills and abilities, and certainly different children.. What matters is that a mother loves her children deeply❤

“There is no perfect mother. She doesn’t exist. But, there are happy mothers. If you want to be one, you have to be yourself and do things your own way.”

motherhood abc

~ Jakarta, early morning of August 2014.. on my way of being a good mother for my beloved children..

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Pinterest ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s