Tak Ada Yang Lebih Membahagiakan

pink rose

Tidak ada yang lebih membahagiakan seorang penulis, melainkan ketika tulisannya mampu menggugah dan menggerakkan hati sesamanya. Mampu mengubah pandangan dan kehidupan orang lain menjadi lebih baik.

Mampu memberi manfaat sebanyak-banyaknya. Itulah motivasi utama saya dalam menulis. Agar apa yang saya tulis membekas dalam diri mereka yang membacanya. Walau mungkin mereka hanya sebatas ‘silent reader’ dan tidak pernah meninggalkan jejak berupa komentar.

Tak perlu seluruh dunia tahu apa yang kita lakukan adalah menebar kebajikan, cukup Allah saja yang mencatat kebaikan-kebaikan kecil yang kita sematkan lewat tulisan-tulisan itu dalam diam. Cukuplah Allah yang mengetahui..

Ide-ide yang mengendap di kepala, tulisan-tulisan yang rapi tersimpan di draft blog atau notes smartphone kita.. Boleh jadi sangat bermanfaat ketika kita menerbitkannya dalam bentuk tulisan yang setiap orang bisa membacanya.

Satu paragraf sederhana yang kita anggap biasa-biasa saja boleh jadi justru mencerahkan bagi orang lain. Bagaimana kita tahu ide kita itu salah atau benar kalau kita tak pernah menerbitkannya dan memberi kesempatan orang lain untuk membaca dan menilainya?

Seringkali saya mendapat email pribadi yang isinya berhubungan dengan tulisan-tulisan yang saya muat di blog. Mulai dari ucapan terima kasih, kritikan membangun, sampai keinginan untuk bertemu langsung alias kopdar. So many attentions. Alhamdulillaah, jazakumullahu khayran, dear readers..

Lewat tulisan-tulisan saya, Allah berkenan mempertemukan saya dengan banyak sekali ragam manusia. Saya belajar begitu banyak hal dari mereka. Belajar memberi dan menerima.

Lewat tulisan-tulisan saya, Allah berkenan menyentuh hati-hati mereka, untuk mengenali kebenaran, mengikuti dan mendakwahkannya.

Bukan.. bukan karena kepandaian saya merangkai kata atau karena sayalah yang menulisnya.. Tapi semata karena Allah yang menerangi hati mereka dengan hidayah dan taufikNya. Karena saya percaya, seperti apapun dan bagaimanapun seorang manusia, selalu ada setitik cahaya kehanifan dalam jiwanya.

Ya, semuanya bi’idznillah.. Tidak ada yang mampu menggerakkan hati seorang hamba, melainkan Pemiliknya, Allah Azza wa Jalla. Jadi tak perlu besar kepala, menepuk dada dan menyombongkan diri ketika tulisan kita menggugah dan menginspirasi. Haadza min fadhli Rabbi..

Karena tidak ada yang lebih membahagiakan seorang penulis, melainkan ketika karyanya dapat bermanfaat tidak hanya bagi dirinya, namun juga bagi orang banyak. Tidak hanya di dunia, tapi juga di kehidupan selanjutnya.

Semoga apa-apa yang saya tulis, dapat menjadi pemberat timbangan kebaikan kelak di yaumil hisab..

“Setiap kita akan berpindah ke kehidupan lain (mati) yang tersisa tinggal apa yang kita tulis. Maka beruntunglah bagi siapa yang tulisannya menghasilkan kebaikan dan memperpanjang kebaikannya walaupun amalnya sudah terputus. Dan celakalah mereka yang tulisannya justru menjadi laknat baginya di alam kuburnya.” ~Dr Yusuf Al Syubailiy

“Kalau kau tidak punya shadaqah jaariyah (yang pahalanya terus mengalir) setelah engkau mati, setidaknya jangan sampai kau punya dosa jaariyah (yang dosanya juga terus mengalir)..”

~ Jakarta menjelang tengah malam, Agustus 2014.. to enlighten minds and spread the positive ideas. That’s why I write. That’s why I love to write.

[ image source: Getty Images ]

13 thoughts on “Tak Ada Yang Lebih Membahagiakan

  1. Alhamdulillah mba.. karena Allah melancarkan lisan dan tulisan mba dalam merangkai kata. Menggugah jiwa yg sedang tertidur untuk bangkit mengikuti kebaikan… jazakillah khoyr mba

  2. Bismillaah.. Assalaamu’alaykum mba.. Bagaimana kbrnya?
    Tulisan ini muncul di bagian -pembaca-.. Maa syaa Allaah, isinya sudah menggetarkan hati lagi.. jazaakillaahu khairan ya mba, udh jadi inspirasi dr tulisan2 + aktivitas2 di dumay lainnya ^^

    • Waalaykumussalam, alhamdulillah, baik ukhti. Fa anti? ^^

      Alhamdulillah.. haadza min fadhli Rabbi. Fajazakillah khayran, semoga menginspirasi yang baik2 ya.. bukan yang sebaliknya😀

      Barakallaahu fiyk..

  3. Asslm’alaikm.. mba mau tanya.. “Kalau kau tidak punya shadaqah jaariyah (yang pahalanya terus mengalir) setelah engkau mati, setidaknya jangan sampai kau punya dosa jaariyah (yang dosanya juga terus mengalir)..” kutipan dari tokoh siapa kah? kalo boleh saya tahu? saya mau co-paste… syukron🙂

  4. “Satu paragraf sederhana yang kita anggap biasa-biasa saja boleh jadi justru mencerahkan bagi orang lain.”
    jujur saja, ini kadang terjadi. Tulisannya bagus mba🙂

  5. Bener bangettt ini
    Jazakillah khair untuk tulisan-tulisannya ya Mbak Mutia, banyak sekali menginspirasi & beberapa kali menohok, menjadi pengingat diri.
    Baarakallah, smg selalu dimudahkan Allah untuk terus merangkai kata berbagi manfaat & inspirasi.

    Blogwalking, nyangkut di blog ini. Saya izin follow ya..
    Salam kenal ^_^

    • Fa anti jazakillah khair udah berkunjung ke blog ini ya ukhti ^^

      Fiik barakallaah, aamiin.. semoga tulisan2 kita dapat menjadi amal jariyah dan bukan dosa jariyah. Salam kenal kembali ukh Nindya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s