“Cantik dengan Hijab Syar’i, Kenapa Tidak?”

ladies in black hijab

“Cantik dengan hijab syar’i? Kenapa tidak. Dengan hijab syar’i, seorang wanita justru akan terlihat lebih anggun dan mempesona. Tidak perlu takut terlihat monoton dan kuno.” (Kutipan dari sebuah web tentang fenomena hijab syar’i sekaligus stylish)

Hasil pengamatan saya di berbagai socmed akhir-akhir ini… busana muslimah zaman sekarang memang cantik-cantik ya. Apalagi yang dilabeli dengan embel-embel syar’i. Terlihat anggun dan menyejukkan mata yang memandang. Bikin pemakainya jadi jauh lebih ‘manglingi’ kalau katanya orang Jawa.

Jubah atau terusan panjang dengan khimar yang juga panjang dan menutup dada. Dengan berbagai model dan motif warna yang eye-catching dan menarik. Juga aneka padu padan warna baik yang soft, senada atau justru kontras. Ditambah hiasan renda dan frill yang cantik. Busana yang lebar dan longgar, tapi terkadang tetap membentuk lekuk tubuh karena material kain yang digunakan bersifat stretch alias mengikuti bentuk tubuh pemakainya.

Modelnya juga orang betulan, para wanita cantik yang bermake up tebal atau minimalis, berpose seanggun dan seimut mungkin, tentu dengan menampilkan senyum termanis mereka. Malah pernah baca di sebuah portal berita, ada fashion shownya pula. Kadang yang liat (baca: saya) malah gagal fokus ke bajunya karena tersepona sama modelnya.

Ekspresi wajahnya yang innocent, sorot matanya yang memandang malu-malu, dengan make up yang serba tipis tapi justru menonjolkan kecantikannya, postur tubuhnya yang ideal bagai model fashion show. Saya aja yang wanita merasa tersepona, apalagi kaum adam ya?

Husnuzhan..

Mungkin maksudnya baik, supaya menarik hati mereka yang belum berhijab syar’i untuk hijrah dari hijab gaul nan modis. Tapi mudah-mudahan apa yang mereka lakukan tidak hanya menjadikan kata syar’i sebagai label komoditi demi mengeruk keuntungan duniawi, tapi memang benar-benar sesuai dengan syarat-syarat hijab syar’i.

Husnuzhan..

Barangkali mereka yang memakainya sedang dalam masa transisi, sedang dalam proses memperbaiki diri.. Maka tugas kita untuk mendo’akan mereka agar lapang hatinya untuk mudah menerima syari’at tentang hijab ini, dengan segala syarat-syaratnya, tanpa kecuali.

Tapi, terus menerus merasa aman dan nyaman dalam zona proses tidaklah cukup. Sebagai manusia kita tidak boleh mudah merasa puas dengan apa yang telah dicapai saat ini, terlebih lagi ketika menjalani proses hijrah, proses berpindah menuju sesuatu yang lebih baik. Untuk sampai ke tujuan, we need progress. Nggak mau kan stuck disitu-situ aja tanpa ada kemajuan?

Syar’i is not a label, it is a way of life. Dan entah harus senang atau sedih, fenomena berhijab syar’i agar terlihat cantik yang imho, salah kaprah ini seperti mengusik perasaan saya.

Padahal, fungsi hijab itu untuk menutupi keindahan, bukan malah menonjolkan. Karena keindahan itu.. adalah diri dan pesona wanita itu sendiri yang sejatinya wajib untuk ditutupi. Dan bukan mencoba untuk menonjolkannya dalam bentuk lain, dari segi pakaian misalnya.

Padahal, esensi hijab itu.. bukan hanya sekadar selembar kain penutup kepala dan kulit. Bukan hanya sekadar penutup seluruh bagian tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.. Dalam hijab, ada syarat-syarat yang wajib dipenuhi.

Sisters..

Hijab syar’i is not a kind of fashion to make you look way more prettier. More than that, hijab syar’i is a symbol of protection for your beauty. Something which better remain hidden away. Syar’i is syar’i, stylish is stylish. There’s no relation between syar’i and stylish, so leave it that way.

Adakah dalil, ayat atau haditsnya kita harus mengikuti perkembangan zaman dalam berhijab? Bahkan jika kemajuan dan modernitas itu menabrak batas-batas dan rambu-rambu syari’at dalam berhijab?

“Biarlah kata orang hijabku ketinggalan zaman, tapi kata Allah hijabku berlaku sepanjang zaman, jadi tidak ada kata ketinggalan. Dan pandangan serta penilaian Allah jauh lebih penting dari pandangan dan penilaian manusia.”

Tapi jangan salah persepsi, Islam bukan melarang wanita untuk tampil cantik, atau justru menyuruh wanita untuk tampil dekil, kumuh dan acak-acakan. Tidak. Bahkan sesuai fitrah wanita, Islam menganjurkan mereka untuk berhias dan mempercantik diri, tapi… kecantikannya tersebut hanya khusus dipersembahkan untuk suaminya seorang, bukan untuk laki-laki lain yang tidak ada hak atasnya.

Because my beauty is only for my husband to see, not the world.

Maka itu, yuk mari luruskan niat, menghijabi diri bukan untuk terlihat wah dan mengundang puja puji, tapi murni mengharapkan ridho Ilahi. Dress to impress Allah, not to impress human :)

 

~ Jakarta di suatu pagi yang cerah, September 2014.. salin rekat dari dari status Facebook saya tadi malam.

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Tumblr ]

15 thoughts on ““Cantik dengan Hijab Syar’i, Kenapa Tidak?”

  1. Teringat percakapan dengan seorang wanita:
    Me: Tumben beli jilbab panjang…
    Her: Ehehhheee… Soalnya lagi model…
    Me: Berarti ntar kalo gak ‘model’ bakal pendek lagi?
    Her: …
    Me: ………………..

    Hijabku pun masih jauh dari sempurna, tapi cukup risih dengan label jualan “syar’i” padahal… padahal… padahal…

  2. Ngiri kalo liat istri yang suaminya ingin istrinya berhijab syar’i. Sampai sekarang saya masih memperjuangkan hijab syari dengan suami..😦 Suami suka ngomel kalo saya pake hijab syar’i.

  3. ijin reblog mbak meut. jujur mbak, tulisan-tulisan di blog mbak selalu menginspirasi saya untuk menjadi muslimah yg lebih baik, termasuk dalam berjilbab yg sesuai syariat. curhat dikit ya mbak, dulu saya menganggap muslimah yang berjilbab syari adalah yang bergamis, berrok, kerudung menutup dada (ga peduli bahannya apa, katun paris pun bisa asal didobel), tanpa peduli apakah itu tabarruj atau tidak, makeup-an gpp asal g menor, tapiiii setelah baca-baca blog mbak dan bbrp bacaan lain jadi merubah pandangan tsb. bahkan Islam menganjurkan niqab (bagaimanalah mungkin makeup dibolehkan sementara wajah saja ditutup), astaghfirullaah, jazakillaahu khairan katsir ilmunya mbak, barakallaahu fiik.

    • Alhamdulillah ya mba.. Subhanallaah.. selalu seneng sekaligus terharu rasanya tiap denger proses hijrah seseorang menuju ke arah yg lebih baik. Semoga Allah istiqamahkan kita semua dan menjaga keikhlasan saya dalam menyampaikan kebenaran lewat tulisan.. Waiyyaki, barakallaahu fiyk ❤

  4. Reblogged this on letters of life and commented:
    Astaghfirullaah. Sungguh, hijab syar’i itu tidak cantik. Dan jangan berharap untuk menjadi lebih cantik setelah memakainya. Karena hijab syar’i itu sejatinya menutupi kecantikan yang ada pada setiap wanita. Hijab syar’i bukan sekedar bergamis, ber-rok panjang, berkerudung menutup dada, namun masih menampakkan perhiasan yang kita punya. Syar’i tidak pernah bisa disandingkan dengan stylish, fashionable, karena syar’i bukan komoditas fashion, trend sesaat. Syar’i adalah perintahNya yang everlasting. Semoga selalu dimudahkan untuk tidak tabarruj dalam berhijab syar’i. Aamiin.

  5. Masya Allah.. Salam ukhuwah mba..

    Artikelnya bagus bangettt.. Saya izin copas ya mbaaa..

    Rasanya pngen berteman dgn mba, bertukar pikiran.. Berbagi informasi dlm meraih ridhoNya..

    Kalo mba berkenan bisa bls lewat email saya, jazakillah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s