Rumah Rapi vs Anak Aktif

image

Rumah berantakan kayak kapal pecah?

Toys and books everywhere, lilin mainan berserakan, kemanapun kaki ini melangkah selalu nginjek pensil warna dan krayon, daun bekas main masak-masakan berceceran di ruang tamu.. Dan berbagai bentuk ‘kreatifitas’ mereka lainnya.

Sounds familiar to me. A stay at home mom, with no housemaid, nor assistant but me and my husband only.

It’s challenging though. Apalagi dengan anak-anak yang super duper aktif seperti anak-anak saya ini. Pagi-pagi kadang saya dan suami udah ngerapiin rumah, lantai udah cling disapu, dipel.. Sejam setelah mereka bangun pasti udah berantakan lagi😄

Dulu waktu baru punya anak tiga, saya sempet stresss liat rumah yang rasa-rasanya nggak pernah rapi. Sempet ngerasa bersalah. Banget. Emang sih saya bukan tipe ‘pembersih’ banget. Tipe yang santai, malah agak cenderung cuek, hehehe.

Tapi makin lama, makin bisa nerima kenyataan bahwa rumah rapi dengan anak-anak yang aktif adalah dua hal yang susah diwujudkan, haha. So I choose to enjoy life and lower my standard of cleanliness.

Iya.. biarin aja dulu. Biarin aja mau kayak habis kejatuhan bom atom, sobekan kertas dimana-mana.. Entarrr kalo mrk merem baru mulai jadi klining servis. Soalnya kalo dikit-dikit beberes, umur habis cuma buat beberes doang.. bisa tua megang sapu saya. Ahahaha. Useless.. percuma ngeberesin kalo mrk masih pada melek.

No matter how hard I try my house is always a mess. Truth.

Tapi.. karena mereka udah mulai besar jadi mulai saya delegasikan tugas-tugas rumah, misalnya, minta tolong si kakak nyapuin ruang tamu, adeknya beresin mainan. Atau tolong jagain adek, emaknya mau jemur baju dulu.

Sebelum bobok siangpun, mainan udah harus dirapiin. Kalo enggak, ada sanksi. Ya, rapi-rapi sebisa mereka aja. Minimal nggak berantakan banget. Ntar mamake tinggal melantai deh😀

Salah satu tips yang saya amati dari kawan-kawan yang anaknya banyak, ketika seorang anak bertambah besar, ia mulai bisa diserahi tanggung jawab membantu pekerjaan rumah. Jadi walau banyak anak, pekerjaan dan tugas-tugas rumah bisa diringankan dengan adanya bantuan mereka. Selain itu, melatih kemandirian ketika kelak mereka dewasa dan berumahtangga.

Pasti, tiap ibu lebih paham bagaimana cara yang efektif dalam mengatasi kekacauan dan mengatur supaya semua tugas dan pekerjaan bisa selesai on time. Each of us has a different style of housemaking. Different problems, different challenges, different solutions. And patience is totally required here🙂

There is always a quote that soothes my soul whenever I felt weary and almost going insane (ok, i exaggerated it, lol)..

“My home is filled with toys, has fingerprints on everything and never quiet.

My hair is usually a mess and I’m always tired, but there is always LOVE and LAUGHTER.

In twenty years my children won’t remember the house or my hair,

but they will REMEMBER the time we spent together and the LOVE they felt.

Without my kids, my house would be clean, and my wallet would be full..

But my heart would be empty.”

(Unknown)

~ Jakarta, almost midnight in the end of September 2014. Excuse the mess, the children are making memories..🙂

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Pinterest ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s