Dear Akhwat Single…

head band flowers

Dear akhwat single…

Tahukah kalian?

Ikhwan-ikhwan genit banyak menjaring mangsa di sosial media.

Mereka bersembunyi di balik kata-katanya yang manis dan membius..

Mereka menebar pesona di balik nasehat-nasehat sarat ilmu dan hikmah..

Mereka merayu dengan janji-janji yang membuai dan melenakan..

“I love you for the sake of Allah, yaa ukhty.. Inginku, kau jadi bidadari yang mendampingiku, di sepanjang hidupku..”

Waspada yaa ukhty, jangan kalian terpedaya. Jerat itu kadang tak terlihat.

Berawal dari kekaguman, saling like, saling retweet, saling mention.. Berlanjut ke DM atau inbox. Pembicaraan yang sifatnya private dan tertutup.

Ikhwan sejati teguh menjaga kehormatannya, dimanapun ia berada, hatta di dunia maya.

Ikhwan sejati langsung datang ke wali kalian, meminta penghalalan berupa ikatan pernikahan.. Bukan beraninya main belakang lewat inbox atau chat BBM.

Jika ada yang mention nggak jelas, nggak penting, nggak ada keperluan –> ignore.

Kalau perlu block bila dirasa sangat mengganggu.

No excuse.

Godaan itu tak akan berlanjut jika tak ditanggapi.

Jangan kau obral kehormatanmu, jangan kau rendahkan harga dirimu..

Demi laki-laki tak punya nyali seperti mereka.

Karena dirimu, jauh lebih berharga dari itu..

Jauh lebih tak ternilai dari yang kau tahu..

Ingatlah, wanita baik-baik hanya untuk pria baik-baik pula, begitu juga sebaliknya.

Jodohmu, cerminan dirimu.

Barakallaahu fiykunna..

 

~ Reposting my tweets from January 2012: edisi baru download Twitter archive😀 ~

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Tumblr ]

8 thoughts on “Dear Akhwat Single…

  1. Ikhwan sejati langsung datang ke wali kalian, meminta penghalalan berupa ikatan pernikahan.. Bukan beraninya main belakang lewat inbox atau chat BBM.

    tolong beritahu saya langkah-langkah apa yang mesti disiapkan untuk meminimalisir penolakan dari pihak yang bersangkutan. karena rasanya kurang pede juga kalau belum pernah kenal, belum pernah punya interaksi, cuma pernah lihat profilnya di media sosial, tapi tautau sudah datang melamar (bahkan di sini pun saya punya kendala. susah untuk melanjutkan ke acara lamaran ketika bertanya alamat rumah walinya kepada ybs saja saya sudah tidak mendapatkan respon).

    mohon data untuk motivasi saya juga: dari sekian orang yang sudah menerapkan apa yang sedang ingin saya terapkan, berapa persentase perbandingan antara yang berhasil dan yang tidak berhasil?

    terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s