Bahagianya Menjadi Orang Tua

melting..

“A child enters your life and fills a place in your heart, a place you never knew was empty..”

Menjadi orangtua adalah kebahagiaan tersendiri bagi seorang manusia seperti saya. Sebentuk kebahagiaan yang sederhana, tapi luar biasa.

Bahagia ketika melihat si kecil lancar melangkahkan kaki untuk pertama kali.. mengucapkan kata-kata untuk pertama kali.. mengetahui bahwa sayalah yang dicari pertama kali ketika ia menangis karena terjatuh ketika belajar bersepeda..

Bahagia menjadi orang tua adalah ketika saya terbaring lemah karena sakit, si kecil menghampiri lantas memeluk sambil berbisik,

“Syafakillah, laa ba’sa thahuurun insya Allah. Cepet sembuh ya Ummi, biar kita bisa jalan-jalan ke taman..”.

Duh.. *melting

Bahagia menjadi orangtua adalah tentang melihat si kecil berangkat ke sekolah dengan hati riang dan penuh semangat, menemaninya mengerjakan prakarya dan tugas sekolah, mengenalkannya pada hal-hal baru, menghafal do’a-do’a harian dan surat-surat pendek. Mendapatinya terbata-bata mengeja suatu kata ketika baru mulai bisa membaca..

Bahagia menjadi orang tua adalah di suatu siang pas lagi asyik kerja, si kecil membawakan satu nampan mainannya yang berisi cangkir mainan, piring mainan, buah mainan dan ikan mainan ke meja,

“Ummi makan dulu ya, aku masak ikan nih buat ummi. Ada minumnya juga mi!” 

Bahagia menjadi orangtua adalah ketika tiba-tiba di suatu sore, saat tengah asyik mencuci piring di dapur, si sulung berlari-lari menghampiri sambil menyerahkan setangkai bunga mungil,

“Mi, ini buat Ummi.. Harits sayaang sama Ummi..”.

Bagi seorang ibu, adakah yang lebih indah dari itu?

“When a child gives you a gift, even if it is a rock they just picked up, exude gratitude. It might be the only thing they have to give, and they have chosen to give it to you..”

Yes, parenthood is a blessing, indeed..

Atau ketika sedang bersedih dan tak kuasa menangis, tiba-tiba si kecil menghampiri sambil mengusap air mata ini, “Ummi kenapa? Kok nangis? Udah, jangan sedih lagi ya mi..”

Aduh. Padahal udah kabur ke kamar supaya nggak ketahuan.

Bahagia menjadi orang tua adalah saat menyaksikan anak-anak yang kita cintai tumbuh menjadi pribadi-pribadi shalih yang bertaqwa. Seperti pesan Ummi dulu kepada saya, tak lama setelah saya menikah..

“Ummi nggak kepengen apa-apa dari kamu, Nduk. Nggak minta kamu beliin rumah, mobil atau kamu ajak jalan-jalan kemana-mana.. Ummi cuma minta kamu dan adik-adikmu nanti jadi orang yang bertaqwa dan shalih, karena do’a anak shalih itu yang tetap mengalir kalo nanti Ummi udah meninggal dunia. Jangan lupa do’ain Ummi ya…”

Bahagianya menjadi orang tua itu sederhana. Padahal cinta, kasih sayang, waktu dan pengorbanan yang mereka berikan untuk kita tidaklah sederhana, dan tidak dapat disederhanakan dengan setumpuk materi sebagai balas jasa.

~ Jakarta, senja di penghujung Oktober 2014.. barakallahu fiikum yaa Ummi wa Abi  ♥

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Pinterest ]

2 thoughts on “Bahagianya Menjadi Orang Tua

    • Hehehe nggak ada cara khusus kok ukhti. Saya juga nggak pernah ngajarin. Mungkin sifat bawaan anaknya sendiri ya..

      Yah namanya anak2.. kadang so sweet, kadang bikin kita jengkel dan ngomel2. Nggak selalu so sweet sepanjang waktu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s