The Reason is You

the reason is you

Have you ever wondered: why are you loved by someone?

Malam ini ketika iseng blogwalking di blog sendiri, tetiba dibikin stuck sama satu kalimat di postingan lawas ini ..

“There are times when we feel that we are loved, only for the things that they could get from us and not for who we really are..”

Don’t know why but those words cut me deeply. When you are loved only for the things that they could get from you and not for who you really are. It’s sad. So sad.

Ketika kita akhirnya tersadar, bahwa cinta mereka semata hanya karena kerupawanan, kekayaan, ketenaran, keturunan kita dan hal-hal fana lainnya. Dan jika semua itu hilang dari diri kita, akankah semua tetap sama?

Ketika kita dicintai hanya karena harta dan kekayaan yang kita miliki, ketahuilah bahwa roda kehidupan selalu berputar. Dan tak ada yang bisa menjamin bahwa kita akan selalu berada di atas. Dan ketika itu terjadi..

Masihkah cinta itu ada?

Ketika kita dicintai hanya karena pesona fisik yang memukau, apa jadinya bila suatu saat nanti pesona itu layu dan memudar seiring berjalannya waktu? Bagaimana jika takdir Allah mengubah segala kesempurnaan itu menjadi sebaliknya? Dan ketika itu terjadi..

Akankah cinta itu bertahan?

Ketika kita dicintai hanya karena keturunan, gelar atau profesi yang kita miliki saat ini.. Bagaimana jika suatu saat nanti semua itu hilang dari genggaman kita? Dan ketika itu terjadi..

Setiakah mereka tetap mendampingi?

Ketika kita dicintai semata karena alasan-alasan yang sifatnya fana dan serba sementara..

Ketika kita dicintai tanpa ketulusan, melainkan karena sesuatu yang mereka harapkan dari diri kita..

Ketika kita dicintai, bukan murni karena apa adanya diri ini..

Jangan dulu berbangga hati ketika kita dicintai tersebab materi, popularitas, keindahan ragawi atau jabatan yang tinggi.. Bukankah tidak ada yang abadi di dunia ini? Nothing lasts forever. As time goes by, everything will fade away.

Beruntunglah mereka yang dicintai karena kedalaman agamanya, kemuliaan akhlak dan budi pekertinya. Yang dicintai tanpa pamrih. Dengan setulusnya, sepenuhnya.

Yang tidaklah mereka dicintai, melainkan karena diri mereka seutuhnya, bukan karena hal-hal duniawi yang melekat pada diri mereka. Dicintai karena Allah Ta’ala.

“Happily ever after, is when the both of you step into Jannah together, thats the true love you should work for.” ~ Tumblr

Seperti cintanya Rasulullaah shalallaahu ‘alaihi wa sallam kepada istri pertama beliau, Khadijah radliyallaahu ‘anha. Cinta yang tetap hidup di hati beliau, meski Khadijah telah lama wafat dan telah lewat tahun-tahun penuh kedukaan itu..

Namun sosok sang kekasih hati, tidak pernah tergantikan, sekalipun oleh istri-istri beliau yang lain. Sebentuk cinta yang tak lekang oleh waktu.

Masya Allah.. Sebuah kisah cinta yang paling indah yang pernah ada di dunia ini. Mesmerizing.

Maka sungguh agung untaian kata dari Imam Nawawi rahimahullaah berikut ini..

“Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu, jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu.”

~ Jakarta, almost midnight in these rainy days of November 2014..

©aisyafra.wordpress.com

[ image source: Tumblr ]

18 thoughts on “The Reason is You

  1. Reblogged this on =TAPAK PELAJAR= and commented:
    Nothing lasts forever. As time goes by, everything will fade away.

    Beruntunglah mereka yang dicintai karena kedalaman agamanya, kemuliaan akhlak dan budi pekertinya. Yang dicintai tanpa pamrih. Dengan setulusnya, sepenuhnya.
    ini ngena banget :’)

  2. Reblogged this on Amizarra and commented:
    Pelajaran tentang cinta, yang ditulis dengan sangat indah. Karena cinta karena Allah bukanlah perkara galau, karena cinta karena Allah adalah perkara iman dan ketaqwaan.. :’)

    “Maka, beruntunglah mereka yang dicintai karena kedalaman agamanya, kemuliaan akhlak dan budi pekertinya. Yang dicintai tanpa pamrih. Dengan setulusnya, sepenuhnya..
    Yang tidaklah mereka dicintai, melainkan karena diri mereka seutuhnya, bukan karena hal-hal duniawi yang melekat pada diri mereka. Dicintai karena Allah Ta’ala..”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s