Enam Perempuan

rose in the snow

Ada enam perempuan paling mengagumkan. Kisah-kisah mereka menunjukkan bahwa kemuliaan itu ada dalam iman dan takkan bisa digoyah apa jua.

Yang pertama Maryam; ia tanda bahwa kesucian adalah mahkota; tanpa sosok suamipun, kemuliaan ibadah dan perjuangan jiwa tak terhalang.

Yang kedua Asiyah; ia tanda bahwa keyakinan pada Allah itu membubung tinggi tak terbebani walau bersuami Fir’aun yang sombong dan keji.

Yang ketiga Khadijah; ia tanda bahwa pengertian dan pengorbanan harta-jiwa di sisi suami pejuang adalah kepahlawanan tak terlupakan.

Yang keempat Fathimah; ia tanda bahwa ketabahan dalam keluarga yang disengaja miskin tak berlimpah-dunia tetaplah surga sebelum surga.

Yang kelima Hajar; ia tanda bahwa istri kedua yang bekas budak lagi kalah jelita dan ditinggal di gurun sunyi-pun mengukirkan keajaiban.

Yang keenam ‘Aisyah; ia tanda, walau di antara banyak istri; yang paling berkah dan kini kita kenang bukan cantiknya; melainkan ilmunya.

Jalan mereka berenam mungkin bukan pilihan; tapi penegasan nyata bahwa kemuliaan para perempuan takkan dapat dihalangi apapun juga.

Kemuliaannya tidak terhalang oleh tiadanya suami. Tidak oleh suami durjana. Tidak oleh kelimpahan harta. Tidak oleh kemiskinan papa.

Kemuliaannya juga tak terhalang oleh suami yang beristri beberapa dan cemburunya. Tidak oleh kasta dan paras. Tidak oleh usia dan kelas.

 

~ Salim A. Fillah ~

©aisyafra.wordpress.com

[ image source: Getty Images ]

2 thoughts on “Enam Perempuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s