Berdua Menggapai Surga

image

“Dua orang yang berjalan sambil membawa beban, akan terasa ringan perjalanan mereka tersebut, sekiranya mereka habiskan dengan cerita.

Begitu pula seharusnya menggapai surga, harus ada sesuatu yang dapat menggembirakan hatinya setelah seharian fokus berjalan, harus ada pula penghibur jiwanya setelah letih beribadah.. Yang menghibur dan membahagiakannya itulah cinta.

Sungguh, membangun cinta dalam bahtera rumah tangga di atas rendah tingginya ombak, manis dan pahitnya kehidupan, jauh lebih baik dari apa yang mereka sebut dengan cinta.”

(Disalin dari Buku Buhul Cinta, Upaya Melestarikan Cinta Pasangan Suami Istri Sampai Ke Surga, Ustadz Armen Halim Naro Rahimahullaah)

Continue reading

Advertisements

Your True Character

balloons..

Hari ini belajar lagi. To be patient, more and more.

Inget nasehat Ustadz Syafiq Reza waktu dauroh Madrasah Karakter kemaren. Karakter asli seseorang akan jelas terlihat ketika ia kecewa atau marah, saat sesuatu yang dimilikinya, atau diharapkannya, luput dari genggamannya.

Continue reading

Istrimu Bukan Pembantu

green gardening time

Obrolan di suatu siang dengan seorang kawan via Messenger..

  • Me: “Udah berapa bulan dek hamilnya?”
  • Fulanah: “Masuk trimester 3 mbak..”
  • Me: “Wah udah berat banget tuh rasanya.. Mau ngapa-ngapain serba salah. Begah..”
  • Fulanah: “Banget mbak, udah susah kalo duduk nyuci atau angkat yang berat-berat. Kalo habis ngerjain kerjaan rumah rasanya capek banget.. Nggak ada tenaga..”
  • Me: “Semua dikerjain sendiri? Emang suami nggak bantu-bantu dek?”
  • Fulanah: “Iya mbak, nggak ada pembantu. Suami mana mau bantuin aku beresin rumah. Pantang banget buat dia mbak. Aib..”
  • Me: “Lho, kenapa? Rasulullaah aja mau lho bantuin kerjaan istri. Kasian kamu dek, hamil besar masih harus kerja berat.. ”
  • Fulanah: “Entahlah mbak. Dari awal nikah emang udah begitu.. Ya mau gimana lagi..”

Saya menghela nafas panjang. Masih ada ya suami yang menganggap pekerjaan rumah adalah wilayah otoritas istri. Bahkan ketika sang istri sedang mengandung pun tak pernah mau untuk sekadar meringankan kewajibannya. Seakan-akan membantu pekerjaan rumah merupakan cela bagi dirinya selaku suami.

Continue reading

Romantis yang Sederhana

romantis yang sederhana

“Salah satu wujud romantisme seorang suami kepada istrinya adalah saat ia memasangkan helm ke kepala istrinya ketika hendak bepergian..” (Ustadz Syafiq Reza hafizhahullah)

Kutipan nasehat Ustadz Syafiq Reza di atas muncul ketika saya membuka beranda Facebook beberapa waktu yang lalu. Istri manapun yang mendengar kalimat tersebut, biasanya langsung berusaha mengingat-ingat,

“Pernah nggak ya suamiku memasangkan helm untukku ketika kami hendak pergi naik motor?”

How do I know? Because I felt the same way too. Aha! Anybody agree? 😀

Continue reading

Forever in My Arms..

me and fiqar

“But the first year is fleeting, and it was over before I had much chance to appreciate it..”

This afternoon I found this following article while scrolling down my Facebook news feed. A deep and contemplative thought from Mothering Magazine with title: Nostalgia for the Baby Days: Accepting the Impermanence of Childhood. An article every Mom should stop for a while and read.

Starts from here..
Continue reading