Keep Calm and Humble Yourself

petals and shoes

“Talent is God given. Be humble. Fame is man-given. Be grateful. Conceit is self-given. Be careful.” ~John Wooden

Orang yang ‘tinggi’ itu seperti padi, makin berisi makin merunduk. Tidak lantas menepuk dada dan berkata, “Semua pencapaian ini murni karena kehebatan saya”.

Tawadhu’ tidak sedikitpun mengurangi ketinggian seseorang. Dengan tawadhu’ seseorang harusnya dapat lebih membuka mata akan kekurangan dan ketidaksempurnaan yang dimilikinya.

Tak perlu merendahkan orang lain agar terlihat tinggi. Tak perlu terus menonjolkan kelebihan yang dimiliki agar terlihat hebat dan mumpuni.

“Ini lho aku! Hebat kan aku?”

Orang yang benar-benar hebat tak memerlukan semua itu. Orang yang nyaman dengan dirinya dan percaya dengan kualitas yang mereka miliki, selalu rendah hati. Ia tidak butuh pencitraan semu dan puja-puji berlebihan agar dirinya terlihat outstanding.

Ketika seseorang merasa dirinya sempurna tanpa cela, maka saat itulah ia kehilangan satu kesempatan besar: memperbaiki diri.

Ketika mencapai kesuksesan maka katakanlah, “Haadza min fadhli Rabbi.. Alhamdulillah semua ini adalah karunia dan atas izin Allah…

Maka yang demikian akan melatih jiwa untuk senantiasa tawadhu’. Menyandarkan segala sesuatu, baik itu keberhasilan ataupun kegagalan hanya kepada Dzat Yang Maha Mengatur Segala Sesuatu, Allah Azza wa Jalla.

“Di dunia ini.. semua hanya “hak pakai” yang halalnya akan dihisab dan haramnya akan di’adzab.” ~Salim A. Fillah

Karena tiap kesuksesan dalam hidup hakikatnya hanyalah titipan-Nya semata. Dan jika semua itu datangnya dari Allah.. Maka apa yang pantas kita sombongkan? Sedang Allah dapat mengambil titipan itu kapan saja Ia berkehendak..

Mengapa orang kaya yang bersyukur lebih utama di sisi Allah dibanding orang miskin yang bersabar, dengan kadar keimanan yang sama? Karena tetap istiqamah dalam kecukupan dan berlimpahnya materi itu jauh lebih sulit, dan tabiat dari harta dunia itu melalaikan pemiliknya.

Yaa Rabb, istiqamahkan aku dalam keadaan apapun dan jadikanlah aku hamba-Mu yang senantiasa merendahkan diri di hadapanmu.. Dan berendah hati terhadap sesamaku..

Jauhkan hati ini dari penyakit ujub, hasad, nifaq, riya, sombong.. Dari segala penyakit dan kotoran yang meracuni hati. Istiqamahkan dan kuatkan aku selalu. Karena sesungguhnya hati milikku ini lemah..

~ Jakarta, January 2015.. one peaceful Sunday morning in my sweet little cave aka working room❤

[ image source: Tumblr ]

5 thoughts on “Keep Calm and Humble Yourself

  1. Pingback: Keep Calm and Humble Yourself - Catatan Programmer Muslim

  2. Assalamualaikum Mba Tia aq salah satu pembaca setia blog mba nih.. Dan alhmdulillah skrg pngetahuan ttg islam jd nmbah. Jd ngerti muslimah itu harus seperti apa. Berhijab yg benar bagaimana. Insya Allah mulai skrg sy akan menggunakan pakaian yg longgar dan tidak mencolok. Terima kasih bnyak atas ilmunya mba. Moga mba bisa terus istiqamah berdakwah di blog ini. Ditunggu tulisan2 selanjutnya y mba..😉 wassalamualaikum wr wb.

    • Waalaikumussalam mbak Rizki.. alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah.. tanpa kemudahan yang diberikan Allah, saya nggak ada apa2nya🙂

      Alhamdulillah, masya Allah.. Barakallah ya mbak.. semoga istiqomah. Allahummaa aamiin❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s