My Writing, My Legacy

happily ever after

“Suatu nanti, seorang anak akan membuka laman pribadi ibunya, lalu berucap “Dulu mama juga pernah galau toh, setidaknya itu membuktikan dia benar-benar manusia yang berproses dalam hidupnya.”

–Leni, yang masih menganggap menulis adalah upaya mengikat suara agar tak tertiup angin. Abadi.

Kutipan di atas saya temukan ketika membuka laman Facebook beberapa hari yang lalu. A quote I completely agree – and related with.

Truth. That is one of million reasons why I choose to write. Why I choose to eternalize me, and my memory into stacks of words.

Read More »