Insecurity: Another Thief of Joy

dandelion

“Ketahuilah Ibu.. Allah telah berjanji, jika Ibu memenuhi hak Allah, maka Allah akan jaga diri Ibu dan penuhi hak Ibu sebagai hambaNya.

Ketika misalnya suami Ibu melakukan sesuatu yang melanggar syari’at, yang dampaknya bisa membahayakan keselamatan Ibu dan keutuhan keluarga Ibu.. Suatu saat Allah pasti akan membongkarnya, serapat apapun suami Ibu menyembunyikannya, dengan cara dan dari jalan yang tidak pernah Ibu sangka-sangka.

Maka serahkanlah semua urusan Ibu dan keluarga Ibu kepada Allah Ta’ala. Nggak perlu Ibu setiap saat mengintai dan memata-matai apa yang dilakukan suami. Pulang kerja langsung ngecek hape suami, jam 2 malem hape suami bunyi langsung dibuka. Curiga berlebihan. Yang bikin suami dan Ibu sendiri nggak nyaman.

Tawakkal dan pasrahkan semua pada Allah.. Karena tidak ada satu kejadian pun melainkan atas izin Allah. Maka insya Allah hati Ibu akan tenang.”

Demikian kurang lebihnya nasehat Ustadz Nuzul Dzikri – Hafizhahullaah dalam kajian keluarga di masjid Al Qalam, Cibubur pekan kemarin.

Kata-kata beliau tadi adalah  jawaban dari pertanyaan seorang ibu yang mengungkapkan  kekhawatirannya, ia khawatir jika suaminya melakukan hal-hal yang dilarang oleh syari’at secara sembunyi-sembunyi, tanpa sepengetahuannya.

It’s true.

Ketakutan dan kekhawatiran yang berlebihan itu justru akan menimbulkan rasa ketidaknyamanan dalam hidup kita. Rumah tangga yang dipenuhi rasa saling curiga, saling tidak percaya satu sama lain adalah siksaan batin tersendiri dalam sebuah keluarga.

Maka benar nasehat beliau di atas, serahkanlah semua hanya pada Allah. Allah yang menggenggam dan membolak-balikkan hati hambaNya, maka mintalah ketetapan hati agar kita dan keluarga kita, terhindar dari berbagai macam fitnah dunia.

Dan hanya Allah jua yang mampu menggerakkan hati seseorang untuk condong pada kebaikan maupun keburukan. Maka memohonlah kepadaNya.

Ketika kita terus mencurigai pasangan dengan alasan-alasan tanpa dasar yang tidak masuk akal, maka boleh jadi hal itu dikarenakan rendahnya rasa percaya diri kita. Jika kita merasa percaya pada diri sendiri, mengapa harus didera rasa insecure  yang berkepanjangan?

Perasaan insecure,  the-oh-i-am-not-good-enough-feeling itu, sejujurnya amat menyiksa. Ia menjauhkan pemiliknya dari ketenangan hidup. It steals the joy in life. Why should your happiness depend on something you may lose?

Don’t let insecure thoughts ruin something amazing. What you have in life, is truly a gift. Don’t let what happened in the past carry in to your present and future. Enjoy the present moment. Let go of the past and move forward.

Suddenly some flash of a simple yet deep conversation between me and my husband a very long time ago, struck me again tonight..

“Pernah nggak ngerasa khawatir kalo Aa di belakang ngelakuin macem-macem?”

My husband asked me.

“Maksudnya apaan ya macem-macem itu?”

My mind wondered.

“Ya misalnya selingkuh, ngedapetin harta dari jalan yang nggak halal.. Seperti itulah kurang lebihnya”

“Ooo.. Ya pernah lah. Harus malah.. Bodoh namanya kalo kita percaya sama pasangan kita 100%. Karena pasangan kita nggak maksum seperti Rasul, dia juga bisa khilaf dan berbuat dosa. Pasangan yang baik kan harus saling mengingatkan satu sama lain.

Tapi waspada dan berhati-hati, ya cukup sekadarnya aja. Nggak usah juga yang paranoid berlebihan. Kalopun pasangan kita berbuat dosa di belakang kita, selama kita nggak tahu.. Ya itu urusan dia sama Allah. Itu dosa dia sendiri dan dia akan mempertanggungjwabkannya kelak di hadapan Allah. Dan pasti Allah punya rencana sendiri untuk membongkarnya suatu saat, dengan caraNya sendiri.

Aku percaya.. Seorang suami atau istri bisa mengkhianati dan membohongi pasangannya, tapi.. dia nggak akan pernah bisa mengkhianati dan membohongi Allah. Iya nggak? :)”

I replied calmly. Then he smiled.

Yes, you can deceive your husband or wife, but you can never deceive Allah. 

So say goodbye to that useless wasted little feeling called insecurity.. Be full of self-worth. Nothing is more impressive than a woman who is secure in the unique way Allah made her.

~ Jakarta, March 6th.. almost midnight me-time with a cup of hot chocolate..

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Tumblr ]

One thought on “Insecurity: Another Thief of Joy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s