The Power of Social Media

art of social media

The power of social media is real. Now I believe.

Jadi ceritanya, kemarin adik saya Rari posting tentang bapak penjual roti buaya yang sudah tua berkeliling menjajakan dagangannya dengan tertatih-tatih di akun Facebooknya. Sedih dan melas banget deh pokoknya, huhuhu. Selengkapnya bisa dibaca di postingannya langsung di akun Facebooknya, jika disetting public.

Postingan tersebut ternyata mengetuk hati seseorang di friendlist adik saya. Beliau langsung japri adik saya via inbox, meminta nomor rekening untuk mentransfer sejumlah uang, untuk diberikan pada bapak tersebut.

Seseorang yang baik hati itu berpesan, agar sebagian uang tersebut dibelikan roti kemudian dibagi-bagikan kepada anak-anak disekitar tempat tinggal kami, sebagian besarnya diberikan langsung kepada bapak tersebut. Masya Allah. Semoga Allah membalas beliau dengan kebaikan yang banyak..

Berhubung bapak penjual roti itu juga sering lewat depan rumah saya, maka saya dan adik janjian.. Siapa aja yang ngeliat bapak itu duluan, supaya bersegera menyerahkan amanah tersebut. Akhirnya uang yang berjumlah lumayan besar itu diserahkan kepada saya, karena beliau lebih sering lewat depan rumah saya daripada rumah Rari.

Tak lupa saya wanti-wanti titip pesan sama suami,  supaya langsung memberitahu saya kalau sewaktu-waktu bapak penjual roti itu lewat atau berpapasan dengan beliau.

Qaddarullaah seharian kemarin saya keluar rumah. Dari pagi sampai malam. Ke dokter gigi, lalu mampir ke rumah adik mengurusi pesanan jilbab yang sudah hampir deadline. Ba’da Isya baru sampai rumah lagi.

Siangnya, sebelum Zuhur, suami nelfon dari rumah, bapak penjual roti itu lewat dan langsung dipanggil. Menurut penuturan suami, ketika sejumlah uang itu diserahkan, bapak itu hanya diam, agak speechless dengan wajah sedih. Beliau langsung menempelkan uang tersebut ke keningnya, sambil mengucapkan sesuatu.. sepertinya do’a.

“Terima kasih banyak ya..”  ujar si bapak tua penjual roti.

“Uangnya jangan dibelikan rokok ya, Pak..”  pesan suami.

Masya Allah.. Biidznillah, here is one example of the power of social media. Here is another positive side of cyberlife. Memiliki akun sosmed, website atau blog pribadi tidak selalu berefek negatif atau menyia-nyiakan waktu. It depends.

Lewat media sosial dan dunia maya, seseorang dapat tergerak hatinya untuk berbuat kebaikan, sekecil apapun bentuknya.

Sebuah postingan yang mungkin bagi penulisnya sederhana saja, bisa begitu menginspirasi orang lain untuk berubah menjadi lebih baik. Bahkan mampu menyentuh hati seseorang untuk bertaubat meninggalkan kekeliruan yang selama ini dilakukannya.

The power is real. The effects are real. Maybe all this time, we never know until reality knocks at our door.

“Your social media timeline can turn into a river of knowledge and inspiration if you are following the right people. So choose carefully what you wanna post and who you wanna see on your timeline.” ~Anonymous

Be inspired. Be inspiring. May Allah reward your good deeds with Jannah❤

~ Jakarta, quoted from my Facebook status a day ago..

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Google ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s