Yang Tak Tergantikan

lovely shoes

Ketika membuka beranda Facebook malam ini, mata saya tertuju pada sebuah artikel yang dishare oleh seorang kawan berjudul: “Ketika Muslimah Harus Bekerja, Ada Tiga Syarat” . Dengan kutipan artikel sebagai berikut:

“Pertama, keadaan memaksa harus bekerja di luar rumah. Dalam Qs. Al Qashas 23-26 Allah sampaikan bahwa dua wanita – yang merupakan anak seorang lelaki tua di negeri Madyan – bekerja di luar rumah dengan cara menggembalakan hewan ternak, karena terpaksa oleh suatu keadaan, yaitu ayahnya sudah terlalu tua. Keadaan seperti itu membuat sang ayah tidak mampu bekerja menggembalakan hewan ternak dan tidak dijumpai seorang lelaki pun yang bisa dipekerjakan untuk keperluan itu. Oleh karenanya, ketika mereka menjumpai lelaki yang bisa dipekerjakan untuk itu, yaitu pemuda yang bernama Musa, kedua wanita tersebut meminta ayahnya untuk mengangkat Musa sebagai karyawannya.

Demikian sepatutnya sikap seorang muslimah. Bekerja di luar rumah hanya ia lakukan dalam kondisi terpaksa, semisal ketika tidak ada laki-laki yang menafkahi karena hidup menjanda dan laki-laki yang menjadi walinya tidak peduli dengan kewajibannya menafkahi si wanita yang ada di bawah perwaliannya. Terkecualikan dalam hal ini, pekerjaan yang memang semestinya ditangani oleh wanita karena terkait kebutuhan sesama wanita, misalnya menjadi bidan, dokter spesialis kandungan, guru sesama wanita, dan lain-lain.”

Membaca artikel yang dishare kawan saya tadi.. Jadi teringat kejadian beberapa waktu lalu pas periksa ke dokter wanita.

  • Bu dokter: Mbak Mutia kerja apa kuliah?
  • Me: (Dalem hati.. Ya ampunnn, tampang saya masih pantes jadi anak kuliahan rupanya. Hihihi. :p) Saya udah nikah dok. Iya, saya kerja.
  • Bu dokter: Kerja dimana?
  • Me: Di rumah aja dok. Jualan jilbab online. Hehe..
  • Bu dokter: Ckckck.. Hebat ya. Salut saya sama perempuan yang betah tinggal di rumah. Saya tuh paling nggak betah kalo harus di rumah terus. Makanya saya kerja..
  • Me: Alhamdulillah.. Tapi kalo semua perempuan di rumah aja nanti nggak ada dokter perempuan dong, dok. Kalo kita mau berobat harus ke dokter laki-laki..
  • Bu dokter: Oh iya ya.. Betul juga ya.. #ketawa

Ya, memang ada profesi-profesi strategis yang mau tak mau harus ditekuni oleh perempuan. Guru, tenaga kesehatan seperti perawat dan dokter, terutama dokter spesialis kandungan, adalah satu di antara banyak peran penting yang justru menimbulkan mudharat jika digantikan oleh kaum laki-laki.

Barakallaahu fiikunna..

Tetap semangat, yaa akhawat. Umat membutuhkan sosok-sosok cerdas lagi shalihah seperti kalian. Terus berdedikasi apapun profesi kalian di luar sana. Karena sebaik-baik muslim adalah yang paling banyak manfaatnya bagi muslim lainnya🙂

~ Jakarta selepas ‘Isya, April 2015.. Spesial buat perempuan-perempuan hebat nan shalihah di luar sana.

[ image source: Tumblr ]

2 thoughts on “Yang Tak Tergantikan

  1. Pingback: Yang Tak Tergantikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s