Just the Way You Are?

you and me

Di dunia ini, tidak ada pernikahan yang sempurna, pun tidak ada suami atau istri yang sempurna. Salah satu kunci dari sebuah pernikahan bahagia adalah penerimaan tulus akan satu sama lain.

Tapi, menerima keadaan pasangan apa adanya bukan berarti mengabaikan kesempatan untuk saling menasehati dalam kebaikan dan memperbaiki diri.

Ketika kita mencintai seseorang, tentu kita mengharapkan kebaikan bagi dirinya. Kita tak ingin melihat pasangan kita susah. Kita ingin membahagiakannya, semampu kita, sejauh yang kita bisa.. selama tidak bertentangan dengan syari’at Allah.

Seorang suami atau istri yang baik, tentu akan berlapang hati dan berbenah diri jika ditunjukkan kekurangannya. Memiliki kekurangan adalah suatu hal yang wajar dan manusiawi, nobody’s perfect. There is no flawless relationship.

Namun, tiap orang memiliki standar masing-masing terhadap kata “penerimaan” dalam suatu hubungan. Continue reading

Lihatlah Lebih Dekat

Stones and paper ship

Penggalan percakapan di suatu sore..

  • A: Hebat banget ya si X, cuma buka usaha begitu aja sekarang udah punya mobil sama rumah.
  • B: Jangan silau dulu, siapa tahu mobil atau rumahnya boleh kredit alias nyicil aka ngutang. Belum lagi kalo ternyata ngutangnya pake embel-embel riba.
  • A: Hmmm.. Iya sih ya 😀

Not all that glitters is gold. Sometimes you may have take a closer look.

Continue reading

For Sentimental Reasons…

Sore ini sebelum berangkat ke acara bukber alias buka puasa bersama, selagi seisi rumah sedang nyenyak qailullah.. Saya putuskan untuk beberes lemarinya anak-anak yang udah lama banget pengen diberesin. Nyortir mana pakaian yang masih bisa dipakai, yang udah harus dijadiin lap, dikasihin ke orang lain, atau disimpan karena udah kekecilan.

Ada baju-baju Fiqar waktu bayi, legging, jumper dan celana pop yang udah sempit. Waktu packing untuk disimpan di lemari gudang, ada rasa yang gimanaaa gitu. Megang baju-bajunya waktu masih bayi bikin saya sedikit sentimentil. That certain smell brings some nostalgic feelings.

Nggak terasa, Fiqar udah tambah besar. Udah 2 tahun. Udah pengen sekolah kayak kakak-kakaknya. Baju-bajunya udah mulai ganti model, udah bisa milih makanan sendiri, temen-temennya makin banyak, dan kepintarannya udah mulai nambah, masya Allah.

Allaahu yubarik fiik, yaa bunayya  ❤

fiqar belajar nyapu

Continue reading

Introverts: There’s Nothing Wrong With You

isolophilia

Pagi ini, secara tak sengaja saya ‘terdampar’ di profil seorang Facebook user yang namanya sebut saja, Bunga (bukan nama sebenarnya). Menelusuri timelinenya, jujur, saya dibuat takjub. Ada ya orang yang ajaib seperti ini. Dalam satu jam aja udah update status 5 kali. Baik itu status pribadi, share postingan orang lain atau upload dagangan.

Dan itu konsisten loh. Saya coba scroll ke bawah, polanya selalu seperti itu. Banyak mengunggah post dalam waktu yang berdekatan. Dan kebanyakan sifat postingannya mengundang kontroversi dan perdebatan. Sampai saya mikir.. ya ampun hari gini, hobi amat yak cari musuh? 😀

Continue reading

Fiqar Lulus S3 ASI ~ :)

sertifikat lulus asi 2 tahun

“A newborn baby has only three demands.  They are warmth in the arms of its mother, food from her breasts, and security in the knowledge of her presence.  Breastfeeding satisfies all three.” (Grantly Dick-Read)

17 Juni 2015..

Yayy alhamdulillaah.. Congratulation, dear son Abdurrahman Dzulfiqar. Sekarang baby Fiqar resmi jadi profesor cilik, lulus S3 ASI. Biidznillaah 🙂

Memberikan ASI untuk si kecil adalah sebuah komitmen. Alhamdulillah Allah memberi saya banyak sekali kemudahan untuk terus semangat menyempurnakan penyusuan anak-anak selama 2 tahun penuh.

Continue reading