We Work to Live, not Live to Work

good morning..

Menjalankan bisnis online, menjahit, memproduksi homemade hijab for kids with personal brand.. Bagi saya pribadi, semua itu hanya side job, tidak lebih. Pengisi waktu luang, wadah aktualisasi diri dan sarana mengaplikasikan keahlian.

So far, I’d rather go with the flow. Santai aja, nggak usah ngoyo. Karena komitmen awal sebelum memutuskan untuk membangun bisnis ini, tugas utama adalah sebagai ibu dan istri. Selainnya, hanya sampingan yang hanya dikerjakan setelah tugas utama selesai.

Jadi memang nggak bisa diforsir, nggak bisa dipatok harus ada target sekian dan sekian. Karena ada pekerjaan lain yang lebih utama. Ada saat di mana saya harus off ketika misalnya anak sakit, ada keperluan keluarga mendadak, anak sedang ulangan dsb. Tentu yang demikian harus lebih diprioritaskan daripada sesuatu yang bersifat sampingan dan pelengkap.

Dulu, waktu baru-baru nyemplung ke dunia bisnis online ini, bener-bener kewalahan memenuhi keinginan pelanggan. Sampai begadang dan berkejaran dengan waktu. Istilahnya jungkir balik deh. Terlebih lagi, saya tidak memiliki asisten rumah tangga. Semua saya kerjakan berdua dengan suami. We both are partner in life, in love, in everything.

Sekarang? Saya sudah menemukan ritme dan aturan yang pas insya Allah. Nggak lagi-lagi hidup diatur kerjaan. Not anymore. Buat apa kerja tapi nggak enjoy? Buat apa materi melimpah tapi dilingkupi rasa bersalah?

We work to live, not live to work. So love your own body, appreciate your limited time, live your life the way it should be and be with the ones you love as much as you can.

I’ve started this bussiness since the end of 2001. Almost 14 years. Selama menjalani profesi sebagai penjahit rumahan, semua pesanan saya kerjakan dengan santai tapi tetap berusaha tepat waktu. Hari-hari hampir tidak pernah kosong dari mengerjakan orderan pelanggan. Sampai menjahit baju sendiri saja tidak sempat.

Setelah menikah, praktis saya off sementara sampai anak-anak agak besar. Nyambung lagi ya pas jualan jilbab ini. And this thing was totally new, from offline to online. Betul-betul butuh adaptasi dan menimba ilmu sebanyak-banyaknya.

Our bussiness (along with my partner) is just a side job, not a main one. And we’ll let it stay that way, insya Allah. Terlebih lagi, apa yang diberikan suami selama ini sudah sangat mencukupi, alhamdulillah. Apalagi yang saya cari?

Saya yang sekarang, tentu berbeda dengan saya yang dulu ketika masih single. Kini, saya punya kewajiban dan tanggungjawab terhadap suami, terhadap anak-anak, terutama terhadap Allah. Inilah peran saya yang sesungguhnya, sebagai seorang ibu, istri dan muslimah. Kesibukan yang makin bertambah membuat saya tak bisa sesigap dulu melayani pesanan pelanggan. Saya sadari hal ini sepenuhnya.

Karena kini ada yang jauh lebih penting dari senyuman pelanggan yang puas dengan pekerjaan saya, yaitu senyuman anak-anak dan suami tercinta. Melihat mereka tumbuh besar menjadi pribadi-pribadi yang shalih lagi bertaqwa..

Ada hal yang lebih penting untuk diprioritaskan, ketimbang memenuhi ambisi untuk sebuah profesi atau aktualiasasi diri. Menyaksikan perkembangan anak-anak dari hari ke hari dan mendidik mereka dengan tangan sendiri, adakah yang lebih penting dari itu?

Sesuatu yang insya Allah tidak akan pernah saya tukar dengan uang atau kebanggaan pribadi atas prestasi duniawi..

~ Jakarta, on a clear afternoon of June 2015.. yang terlintas ketika sedang berkutat dengan tumpukan kain-kain🙂

© aisyafra.wordpress.com

4 thoughts on “We Work to Live, not Live to Work

  1. Assalamu’alaikum mbak.
    Kalau boleh saya minta emailnya. Saya ada yang mau ditanyakan. Mau sharing juga.
    Kalau mbak berkenan dan ada waktu.
    Jazakumullah mbak.. ^_^

  2. JazakAllah khair mbak, untuk sharingnya…. Memang sebenarnya fitrahnya wanita adalah untuk dekat dengan anak dan keluarga, menyaksikan mereka tumbuh, mashaAllah🙂 Mohon doanya mbak, agar bisa jadi stay at home mom….🙂🙂 Syukron

    • Waiyyaki mbak, ahsanti.. betul sekali. Allah menciptakan wanita sesuai fitrah dan syariatnya dbuat untuk menjaganya agar tetap dalam fitrah..

      Aaamin, semoga Allah mudahkan semua urusan anti. Barakallaahu fiik❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s