Fiqar Lulus S3 ASI ~ :)

sertifikat lulus asi 2 tahun

“A newborn baby has only three demands.  They are warmth in the arms of its mother, food from her breasts, and security in the knowledge of her presence.  Breastfeeding satisfies all three.” (Grantly Dick-Read)

17 Juni 2015..

Yayy alhamdulillaah.. Congratulation, dear son Abdurrahman Dzulfiqar. Sekarang baby Fiqar resmi jadi profesor cilik, lulus S3 ASI. Biidznillaah🙂

Memberikan ASI untuk si kecil adalah sebuah komitmen. Alhamdulillah Allah memberi saya banyak sekali kemudahan untuk terus semangat menyempurnakan penyusuan anak-anak selama 2 tahun penuh.

Kini PR-nya adalah bagaimana menyapih Fiqar tanpa dipaksa atau ditakut-takuti. I prefer WWL  aka Weaning With Love  method. Menyapih dengan cinta..

“Breastfeeding is an unsentimental metaphor for how love works, in a way. You don’t decide how much and how deeply to love — you respond to the beloved, and give with joy exactly as much as they want.” (Marni Jackson)

Berikut tips dan artikel terkait dari web Ayahbunda tentang metode WWL tersebut:

Kerelaan Anda dan si bayi untuk mengakhiri kegiatan menyusu adalah kunci utama dari menyapih dengan cinta atau weaning with love.

Kalau ada anjuran, olesi saja daerah areola Anda dengan buah mengkudu atau obat merah agar bayi tak ingin menyusu, abaikan saran ini.

Menyapih anak dengan cara ini sama dengan melakukan kekerasan padanya. Anda mengambil paksa ‘kepemilikannya’, yang dapat menimbulkan luka batin. Lakukan sepenuh cinta dengan langkah-langkah ini:

  1. Kurangi frekuensi menyusui secara bertahap dimulai pada siang hari. Sebab pada saat inilah waktu yang tepat untuk mengenalkan dia pada sesuatu yang baru, seperti rasa, bentuk dan tekstur pada makanan pendamping ASI (MP-ASI).
  2. Tambah pemberian MP-ASI sebanyak 3-4 kali sehari untuk mengurangi pemberian ASI pada siang hari.
  3. Tetapkan tempat menyusui hanya pada satu tempat, misalnya di kamar. Gunanya agar si kecil tidak meminta susu di sembarang tempat sekaligus mengajaknya untuk belajar mengenal aturan.
  4. Tunjukkan perhatian dan kasih sayang selama proses menyapih, misalnya mendekap, mengusap atau mencium agar anak tahu bahwa Anda tetap menyayangi dia meski Anda sudah tidak menyusuinya lagi.
  5. Bulatkan tekad. Artinya Anda benar-benar siap untuk melepaskan aktivitas ini. Bila Anda ragu-ragu, Anda akan kesulitan sendiri. Keraguan Anda terbaca oleh anak. Alhasil, anak pun tidak rela disapih.
  6. Sapih anak saat ia dalam keadaan sehat, karena dalam keadaan sakit ia akan semakin butuh kelekatan dengan Anda.
  7. Libatkan suami sebagai orang yang mampu menghibur dan mengalihkan perhatian anak ketika rewel minta ASI.
  8. Berikan penjelasan pada anak mengapa ia harus disapih. Misalnya, “Ayo, kamu sudah besar, sudah tidak perlu lagi menyusu bunda. Makan kue saja yuk. Atau minum susu di cangkir?” Lakukan dengan sabar, lembut dan cinta Anda. Jangan pernah bosan untuk memberikan alasan padanya.
  9. Ganti aktivitas menyusu dengan membaca buku atau mendongeng sebelum tidur. Aktivitas ini tidak jauh berbeda saat Anda menyusuinya bukan?

Ada aturannya? Pernyataan WHO dan UNICEF di Geneva pada tahun 2001, “Tidak ada keharusan anak disapih pada usia 2 tahun. Benar bila ibu menyusui bayi secara eksklusif di enam bulan pertama kehidupannya. Kemudian ASI dapat dilanjutkan secara bersamaan dengan MP-ASI hingga anak berusia 2 tahun. Tapi tidak ada keharusan kapan harus menyapih.”

Penelitian Dewey KG, Pediatric Clinics of North American, tahun 2001, ASI masih boleh diberikan pada anak usia 2 tahun karena masih mengandung: 43% protein, 36% kalsium, 75% vitamin A, dan 60% vitamin C.

Pasti, ada rasa kehilangan yang tidak dapat dilukiskan oleh kata-kata ketika aktifitas penuh cinta itu berakhir. Saya pasti akan merindukan eye contact-tatapan mata penuh kasihnya ketika ia tengah menyusu, gerakan jemarinya yang asyik memainkan rambut atau kancing baju..

Saya akan kehilangan saat-saat menghirup aroma tubuhnya yang begitu khas ketika kami berdekatan dan saling memeluk. Saya akan sangat merindukan saat-saat memandanginya terlelap dalam dekapan karena kelelahan sekaligus kekenyangan.

Momen kedekatan seorang ibu dengan bayinya yang amat sangat priceless. Sebuah kedekatan yang tidak dapat digantikan oleh apapun di dunia ini. Yeah, son.. Sometimes all I wanna do is to hold you close, forever in my arms..

It is true that a baby will make love stronger, days shorter, nights longer, bankroll smaller, home happier, clothes shabbier, the past forgotten and the future worth living for❤

Barakallaahu fiik, yaa bunayya..

~ Jakarta, dalam keheningan malam pertama Ramadhan 1436 ~

2 thoughts on “Fiqar Lulus S3 ASI ~ :)

  1. Shafiyyah baru tersapih di usia 3 tahun. Udah pasca doctoral dia yah :p . Dan sekarang, 2 bulan setelah dia disapih, udah bisa nyaman bobo sama abi atau omanya. Malah gak nyariin umminya lagi pas bobo sama yang bukan umminya…😦 kehilangan? Jelas. Tapi dia belajar buat mandiri…🙂

    • Wah, congrats ya Shafiyah🙂

      Fiqar lagi on the way nih. Susah banget lepasnya. Biarin deh, sesiapnya dia aja. Karena anak2 adalah anak aba, jadi seringnya tidur sama abanya klo lagi nggak nyusu. Emaknya santai bisa leyeh-leyeh. Hehehe. Paling malem bangun cuma buat isi bensin doang :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s