Introverts: There’s Nothing Wrong With You

isolophilia

Pagi ini, secara tak sengaja saya ‘terdampar’ di profil seorang Facebook user yang namanya sebut saja, Bunga (bukan nama sebenarnya). Menelusuri timelinenya, jujur, saya dibuat takjub. Ada ya orang yang ajaib seperti ini. Dalam satu jam aja udah update status 5 kali. Baik itu status pribadi, share postingan orang lain atau upload dagangan.

Dan itu konsisten loh. Saya coba scroll ke bawah, polanya selalu seperti itu. Banyak mengunggah post dalam waktu yang berdekatan. Dan kebanyakan sifat postingannya mengundang kontroversi dan perdebatan. Sampai saya mikir.. ya ampun hari gini, hobi amat yak cari musuh?😀

This person is obviously an extrovert. Nggak mungkin orang yang introvert kayak gini. Kecuali dia punya alter ego. Mungkin juga narsis akut, karena postingannya selalu bersifat show off, dengan aturan ala senggol bacok..

“Hey ppl, ini loh gue. Gak sepaham sama gue, minggir!”

Well, who am I to judge. Saya juga sering kok update status di Facebook. Biasanya pas lagi online, pas ada ide nulis atau nemu postingan temen yang bagus-bagus. Tapi ya nggak sejam 5 kali juga, keleus. Kasian dong temen atau followers kalo kita keseringan ‘nyampah’ di timelinenya.

“You don’t need to tell people you’re good. People will see and sense the good. Confidence is silent. Insecurities are loud.” ~Unknown

Yup, inilah media sosial dengan beraneka ragam sifat dan karakter manusia di dalamnya. Ada yang begini dan begitu. Unik dan eksentrik. To be honest, I always eager to know and see the colors of people. Saya suka sekali mengamati kepribadian orang-orang di sekeliling saya. Darinya, banyak pelajaran hidup yang bisa saya petik.

Memang sih, kita nggak bisa menilai orang hanya dari apa yang dia tulis. Tapi aslinya seseorang itu bisa tercermin dari apa yang keluar dari lisannya. Apalagi polanya konsisten dan jarang sekali berubah. Teko hanya mengeluarkan isi teko, bukan?

Well, kadang-kadang ya, saya merasa orang dengan kepribadian tertutup dan cenderung introvert itu lebih cenderung aman dan selamat ketika bersosial media. Jarang bikin status, jarang komen, silent reader sejati. Paling sebatas nyimak dan ngasih jempol aja. Playing safe and secure.

Jarang pula berkonflik dengan orang lain. Dari mulai cold war, sindir-sindiran sampai perang status terbuka. Yang gitu-gitu, enggak banget deh buat mereka. Seringkali udah ngetik panjang, eh dihapus lagi karena khawatir postingannya bikin orang salah paham atau merembet kesana kemari, sampai akhirnya jadi populer dan dikenal banyak orang (one thing she worries the most).

I have three sisters. Two of them (including me, of course!) are obviously extrovert. My second sister is a shy and introvert one. Di sosial media jarang posting, jarang komentar, jadi silent reader ajah. Profil semua socmednya digembok rapat. Not for public. Her last post on Facebook is last February. And her Instagram bio is: Solitude is a Treasure. Doesn’t that explain a lot?🙂

Saya jadi banyak memahami bagaimana jalan pikiran seorang introvert, ya dari adik saya itu. How she feels when she is in the crowd, how awkward she is when she meets new people, how she finds a small talk could be terrifying, and how a normal situation could drain her energy so much, etc. Oh, and for a second I think, that is definitely not so me!😛

I think she is not inferior, nor having low self-esteem but a kind of melancholy-phlegmatic person. Beda banget kan sama kakaknya yang sanguine sejati plus koleris ini? Lolz. Tapi kami nyambung aja tuh kalo ngobrol. Apa karena kami memang saling cocok? Entahlah.

Adik saya itu, kalo udah ngumpul sama orang yang dikenalnya dengan baik, ya udah ngeblend aja gitu. Gokilnya keluar semua. Di tengah orang-orang terdekatnya, dia kembali jadi dirinya sendiri. Dirinya yang sama sekali berbeda ketika berada di tengah keramaian.

“People think being alone makes you lonely, but I don’t think that’s true. Being surrounded by the wrong people is the loneliest thing in the world.” ~Unknown

Social media can change human’s personality. Yang tadinya introvert bisa jadi extrovert, yang extrovert bisa over dosis jadi super narsis. Social media is a stage for people to come out bravely, showing up their true and fake colors.

Some people create their own alter ego in this virtual world. Yang tadinya di dunia nyata pendiem abisss, di dunia maya jadi talkative banget, and vice versa. Ada yang kasar dan hobi bikin rusuh, ternyata aslinya cuma seorang pengecut yang beraninya hanya bersembunyi di balik monitor.

Ada juga yang sampai nekat memalsukan nama, foto diri dan identitas, ngaku tinggal di LN, kuliah di universitas ternama dunia, punya ini punya itu, ternyata semuanya fake, palsu. Hanya demi mendapatkan panggung di dunia maya.

In social media, you can be anyone and anything you want to be. But it won’t last, someday people will find the real you anyway. So just stay being who you really are. And some people, they remain the same, baik di dunia nyata ataupun maya.

A group of people consider social media as a main life, more than a real one they actually have out there. But for some people, it is not. Social media is a tool, no more, no less. They won’t let social media ruin their real life.

Oke mari kembali ke laptop alias back to topic..

To be honest, there are times when I think, I am half introvert and half extrovert. What? How come? I mean like this, I enjoy being in the crowd, without being clumsy or awkward. People say I am an outgoing person. I always eager to meet new people and travel to new places. They help me to open my eyes into new things.

But another time, I love to be left alone with my thoughts. Writing, reading, having a cup of tea, overthinking, have a self-talk in silence. Enjoying solitude without being lonely. Just me, myself and I.

“Language… has created the word ‘loneliness’ to express the pain of being alone. And it has created the word ‘solitude’ to express the glory of being alone.” ~ Unknown

Introverts prefer a deep conversation than small talk. Less talk, think more. Many of them love reading a lot. They are good observers. Their life may seem flat and boring, their expressions may seem calm and quiet, but nobody knows what really happens inside those heads. Some of them have mindblowing ideas which never crossed an extrovert’s mind.

Introverts just need a little space away from people. They tend to recharge by spending time alone. They lose energy from being around people for long periods of time, particularly large crowds.

Introverts often wish they could change themselves. But let me tell you this, darling..

Being an introvert is not something to be ashamed of, you know. There’s nothing wrong with it. Somesay, -I think it’s Stephen Hawking- quiet people have the loudest minds.

Introversion is just a way you look through yourself, a way you decide yourself to be. Sometimes, I envy those introverts. They are like a pearl inside its shell. Mysteriously wonderful🙂

Introverts.. They are not depressed, antisocial, nor unhappy. They just appreciate silence, in a world that never stops talking..

~ Jakarta, on the fifth night of Ramadhan 2015, terinspirasi dari profil seorang extrovert yang saya temukan secara tak sengaja pagi ini. From that I learn a lot🙂

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Pinterest ]

18 thoughts on “Introverts: There’s Nothing Wrong With You

  1. Kadang suka bingung menghadapi orang introvert, walaupun aku 1/3 introvert juga sih. Cuma ya gitu, mereka suka larut dalam pikirannya sendiri dan bikin bingung orang di sekitarnya. Terus, yang model “senggol bacok” gak cuma orang ekstrovert sih, orang introvert juga ada yang gitu. Diem-diem tau-tau bacok! :)))))) Jadi piye ini menghadapi orang introvert?

    • Hahaha. Iya jugaa. Senggol bacok nggak cuma dominasi orang extrovert. Ada juga kok psychopaths yg introvert. Tapi dari apa yang aku baca, mostly of them (psycho) itu orang yang hangat, menarik, pandai bicara dan punya kemampuan meyakinkan orang lain.

      Tips ngadepin orang intro menurutku, biarkan mereka sendiri aja. Kalo ada yg mau ditanyakan, tanya seperlunya. Beberapa orang dg kepribadian introvert akan ngerasa nggak nyaman dg orang baru yang langsung SKSD (Sok Kenal Sok Dekat). Ibarat keong, mereka bakal langsung menarik diri dan masuk ke dalam cangkang. Jadi let it flow aja. Biarkan mereka cerita tanpa dipaksa.. Kalo udah lumayan deket mereka itu bisa asyik banget, more than some extroverts do.

      #justmysotoyopinion :p

  2. Kadang saya sendiri bertanya-tanya apakah saya ini ekstro atau intro. Baru-baru ini saya menemukan istilah ‘ambivert’ yang menjelaskan bahwa seseorang bisa saja memiliki keduanya. Ada saat-saat dia akan menjadi ekstrovert yang heboh, kemudian tahu-tahu saja bisa saja ia menyingkir dari keramaian.

    Tapi kayaknya saya lebih ke introvert kali ya. Saya disuruh ngejaga stan BEM bareng orang-orang yang gak saya kenal aja gak mau, malah hampir nangis pas diminta :p

    • Extro + Intro =Ambivert, menarik ya..🙂

      Memang tiap orang punya kecenderungan untuk memiliki dua kepribadian itu sekaligus, tapi biasanya ada salah satu yang lebih dominan. Nah kalo contoh mbak Yukina di atas udah jelas banget dominannya introvert😀

  3. Love the post. Aku kenal deket sma beberapa introvert, and I found out that most introverts are avid readers. Written words resonate longer in their mind, bahkan kalo udh selesai baca buku mereka sering menung2 lama kaya Aristoteles gtu. Dan emang bener, mereka kalo sama orang baru atau ga dikenal adem ayem cool gtu, tapi kalo udah deket, wah idenya meledak-ledak macam petasan, sometimes they even become too much to handle🙂

  4. Pingback: Introvert. This Me..?? | Cahaya Nur

  5. I got one…

    Dah kayak adik sendiri… setelah berada di keramaian atau berkerumun dng orang”yg baru di kenal..dia harus “semedi” membiarkan diri nya “puliih” baru bisa menjadwalkan diri lagi bertemu dng orang ” lain nya…
    Just love her… mba Meutia …Barokallahu fhikum…

    • Betul mbak. Introvert yg saya kenal juga butuh waktu untuk menyesuaikan diri dan merasa nyaman berada dalam kerumunan orang, terutama orang yang baru dikenalnya. Hehehe.. Wafiik barakallaah 😊

  6. Pingback: mawaddahfauziah

  7. Bener banget mbak meutia, kaya saya ini nih…me-time itu berasa surga banget apalagi ditemani secangkir minuman kesukaan sambil baca buku…dan terkadang suka mikir sendiri gitu, ‘kok aku nggak bisa kaya si anu ya yang bisa easy going gitu, what’s wrong with me?’
    Tapi abis baca postingam ini jadi, oh iya ya, bisa bayangin gimana ramenya dunia ini kalo isinya orang extrovert semua..

    • Nah iya mbak.. Semua sudah diatur sedemikian rupa supaya balance. Untuk cocok satu sama lain nggak mesti setipe kok. Kadang ada extro yang justru lebih nyaman deketan dg intro, demikian juga sebaliknya🙂

  8. wohoo! suka cintaaah deh sama postingan ini, useful bgt, bisa bikin aku lebih paham ttg sisi introvert ku haha dan memang bener ‘solitude is a treasure’🙂 thanks a lot kak postingannya sangat membantuu😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s