When I Was Single…

eiffel and rose

Ketika masih single dulu, prinsip saya..

Menikah itu jika memang sudah merasa siap dan telah yakin menemukan orang yang tepat. Siap yang meliputi persiapan jasadiyah dan ruhiyah. Bukan karena usia, bukan pula karena dikejar tenggat.

Bukan juga karena ikut-ikutan teman yang sudah lebih dulu menikah. Atau karena desakan dan sindiran sebagian orang. Nope. Bukan karena semua itu saya memutuskan untuk menikah.

“Saya pasti akan menikah jika memang sudah saatnya saya menikah..”

What’s meant for you always arrives, there’s no need to rush. What’s meant for you always arrives, right on time.

Dan sungguh, saya memang sangat menikmati kesendirian alias ke-lajang-an saya kala itu. Very much.

Banyak hal-hal positif yang saat ini saya syukuri telah saya lakukan sebelum menikah dulu. Hal-hal yang sulit saya lakukan saat ini setelah sibuk dengan urusan rumah tangga. Alhamdulillah🙂

Dan ketika akhirnya saya menemukan ‘the one’ alias seseorang itu, tidak ada sedikitpun penyesalan atas yang telah lalu. For me, no time wasted. Everything happens for a reason.

And I’m grateful Allah send me to walk on this journey. To finally found the one I was looking for. He could have been anyone at all.. And I’m so glad it was him🙂

When I was single and free..  I simply enjoy it. I can never forget those joyful times of being fully me, or the moments I shared with my beloved besties around me. Yeah!

When I’m a married woman..  I feel more warm and.. complete. A certain feeling I will never trade for anything in this world. A blessing that never makes me wish I was single again.

Alhamdulillaah for everything in life, for everything I have. There is always something to be thankful for

~ Jakarta, a few days after Eid.. inspiring by an awkward moment ketika pertanyaan “kapan nikah?” kepada para single sering bergema di telinga😀

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Tumblr ]

13 thoughts on “When I Was Single…

    • Salam kenal kembali, mbak Cici🙂

      Apa saja yang saya sukai.. Menjahit, membekali diri dg ilmu kerumahtanggan, menghadiri majelis-majelis ilmu, kumpul bareng teman, hunting nyari spot2 buku bagus, dan lain2..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s