Mewarnai atau Terwarnai?

coloring pencils

I have no room for NEGATIVE energy in my life. I choose people with POSITIVE feedback in my real life and social media timeline..

What you see, what you read, what you listen, every single day.. They are contagious. Energi positif dan negatif itu menular, jadi pilih benar-benar lingkar pertemanan kita. Hal-hal yang sering kita lihat setiap hari, secara tidak langsung akan membawa perubahan dalam diri kita, tanpa kita sadari. Mengubah mindset dan cara pandang kita terhadap sesuatu.

Yup, saya memang yang strict banget soal ini. Begitu juga soal alasan menerima pertemanan dan meminta berteman di sosial media. Come on, sosial media sama aja lho seperti dunia nyata.. It can affect us deeply if we don’t know how to filter it.

Sering bergaul dengan mereka yang hobi rusuh dan debat, low attitude dan termasuk juga yang demen ber-selfie alay, automatically akan mempengaruhi cara kita dalam memandang sesuatu. Seringnya kita terpapar konten negatif, akan membuat diri kita terbiasa dan lebih permisif menyikapi hal-hal negatif tsb.

That’s why kita perlu sesekali bersih-bersih timeline dan menyeleksi kembali pertemanan, di dunia maya maupun nyata. Pilah pilih mana yang sebaiknya tetap dipertahankan untuk menjadi teman, mana yang sebaiknya dihilangkan dan mana yang cukup disembunyikan saja. Karena di antara bentuk kecerdasan seseorang adalah selektif dalam memilih teman berjalan, teman bersama, dan teman duduknya.

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Pepatah Arab mengatakan, jika ingin tahu seseorang, jangan tanya dirinya, tetapi tanyalah temannya dan keadaan temannya.

Berkawan dengan orang yang berakhlak buruk, gemar berkata kasar dan abai terhadap ajaran agama, lama-lama kita akan menjadi begitu permisif dengan budaya demikian.

Begitu juga jika kita berteman dengan orang-orang shalih yang berakhlak baik lagi santun perangainya.. Tentu yang demikian akan sedikit banyak mewarnai kepribadian kita.

“Watch your thoughts, they become words; watch your words, they become actions; watch your actions, they become habits; watch your habits, they become character; watch your character, for it becomes your destiny.” (Anonymous)

Jika memang belum sanggup untuk mewarnai sekitar kita, maka jangan sekali-kali mengambil resiko untuk terus berada dalam lingkungan yang buruk. Karena hati ini lemah. Rentan akan fitnah.Tidak ada yang bisa menjamin kita sanggup bertahan menghadapi dahsyatnya pengaruh negatif yang terus berusaha untuk memperdaya.

Salah satu bentuk perbaikan diri adalah hijrah dari lingkungan yang buruk. Lingkungan yang alih-alih mendukung kita untuk berubah ke arah yang lebih baik, malah menjerumuskan kita ke dalam jurang maksiat dan perbuatan dosa yang dulu kita pernah berkubang di dalamnya.

Karena siapa engkau dan bagaimana agamamu.. Tergantung kepada siapa temanmu.

So I personally, decide to choose carefully who I wanna meet on my real life everyday, or even in my social media timeline. Not because I am much better than them, it’s simply because I am not always strong enough to resist all the negativity around me.

Hidayah itu mahal.. Bahkan menjaga diri untuk tetap istiqamah di atas hidayah itu jauh lebih sulit dari mendapatkannya. Siapa yang dapat menjamin kita akan tetap istiqamah dalam kebenaran?

Sampai-sampai ada ungkapan, jika kita ingin berubah menjadi lebih baik, maka gantilah teman-teman dan lingkungan tempat kita biasa bergaul. Karena bagaimana kualitas diri kita, seringkali tergantung dari kualitas diri orang-orang di sekeliling kita, walau tidak selalu seperti itu adanya.

Mewarnai atau terwarnai.. Yang manakah kita dalam lingkaran pergaulan kita selama ini?

~ Jakarta, a week after Eid 2015.. just my two cents anyway😉

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Tumblr ]

8 thoughts on “Mewarnai atau Terwarnai?

  1. Umar bin Khathab: “Hendaklah berteman dg org yg jujur, niscaya engkau akan hidup bahagia di tengah-2 mrk, krn mrk adalah hiasan dikala senang & bantuan dikala susah”

  2. Saya mah belum bisa mewarnai kehidupan orang lain. Masih sibuk dengan diri sendiri untuk menjadi manusia yang lebih baik dari hari hari sebelumnya

  3. Pingback: Mengapa Harus Selektif Memilih Teman? | So Which Blessings of Your Lord Will You Deny~?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s