When Facebook Becomes Fitnahbook

bahaya medsos

Semalam, saya dapat cerita dari suami yang kemarin jadi panitia pengamanan syaikh di Istiqlal. Ada laki-laki yang diinterogasi karena melakukan pelecehan seksual via Facebook. Karena dapat tugas berjaga di dalam, suami tidak menyaksikan langsung, namun diceritakan oleh kawannya yang berjaga di luar sebagai satuan AHH.

Jadi ceritanya ada ikhwan di Facebook, sebut saja namanya A. Ikhwan ini menggoda akhwat via inbox, bahkan akhwat yang sudah bersuami pun diincarnya. Sampai suatu ketika, ada akhwat bersuami yang digoda oleh A ini, namun akhwat tersebut tidak sampai tergoda atau bertindak terlalu jauh. Alhamdulillah.

Akhirnya sang akhwat memberitahu suaminya. Sang suami menegur A, namun tidak diindahkan. Dari cerita yang saya dengar, sang suami beserta beberapa orang membuat akun baru dengan identitas seorang akhwat, yang entah bagaimana ceritanya akhirnya berhasil menjebak A untuk janjian kopdar dengan ikhwan KW tersebut ketika tabligh akbar di Istiqlal kemarin.

Selanjutnya saya menonton video dimana ada beberapa orang sedang mengelilingi seorang laki-laki. Laki-laki itu kelihatan sangat terpojok dengan raut wajah ketakutan, tengah diinterogasi oleh beberapa orang tadi. Sedang satu orang yang tadinya kalem nggak banyak bicara, tiba-tiba menampar wajah laki-laki itu, yang langsung dilerai oleh yang lain. Oh ya, lokasi penamparan ini adalah di luar area masjid, bukan di dalam seperti saya jelaskan dalam paragraf pertama.

Laki-laki yang sedang diinterogasi itu adalah ikhwan genit yang suka menggoda akhwat di Facebook tadi, sedang yang menampar A tadi adalah suami akhwat yang ia goda via inbox.

Denger ceritanya dan nonton videonya langsung bikin saya merinding, gemas sekaligus geram. Hih. Wajar ajalah kalau suami akhwat tsb sampai tak kuat menahan diri. Itu namanya laki-laki yang punya harga diri.

Akhirnya jiwa kepo saya dibikin kumat sama ikhwan A ini. Search di FB.. Keluarlah profilnya. Sekilas, ia termasuk sosok yang shalih. Aktif memposting status nasehat, timelinenya bersih, looks like a pious one, lah. Siapa sangka di balik akun agamis seperti ini, pemiliknya adalah seorang laki-laki yang hobi menjerat wanita dengan merayu via inbox.

Saya pun jadi makin kepo.. Saya cek friendlistnya. Ternyata, ia berteman dengan banyak seleb Facebook yang saya kenal betul namanya. Bahkan ikhwan genit tsb memiliki beberapa mutual friends dengan saya. Wow. A lil bit of creepy, isn’t it?

Serem ya? Nggak nyangka akhwat yang sudah bersuami pun bisa tergoda untuk selingkuh dengan cara main belakang via inbox. Nggak bisa ngebayangin gimana marah dan hancur perasaan suaminya ketika akhirnya mengetahui kemaksiatan yang ia lakukan.

Fyi, sexting is a part of cheating. Quoting from Wikipedia,

“Sexting is sending sexually explicit messages, primarily between mobile phones. The term was first popularized  in the early 21st century, and is a portmanteau of sex and texting , where the latter is meant in the wide sense of sending a text possibly with images.”

Pertama terpukau karena status-statusnya yang bagus, kemudian saling melempar jempol dan komentar, dilanjutkan via inbox. Awalnya hanya chat biasa, kemudian dilanjut dengan obrolan yang agak menjurus, berkirim foto diri (masih berpakaian), kemudian berkirim foto diri (tanpa pakaian), diakhiri dengan kopdar alias kopi darat. Selanjutnya, syaithan yang berbicara.

Saya jadi teringat akan status seorang kawan 2 hari lalu, yang kurang lebih isinya begini..

“Bagaimana jika suami antunna ketemuan dengan akhwat yang ia kenal via FB di tempat ta’lim, sedang antunna saat itu posisinya tidak ikut ta’lim?”

Dang!

It’s sad, but it’s real.

When Facebook becomes Fitnahbook.

Saya pun dulu pernah mengalami hal serupa. Bedanya, saya tidak tergoda. Mungkin karena saya memang bukan tipe perempuan yang gampang digoda, apalagi oleh lelaki yang tidak saya kenal.

Dulu, sekitar 7 tahun lalu, ada ikhwan di YM (Yahoo! Messenger) yang sering menyapa ketika saya online. Saya sendiri lupa, bagaimana ia bisa ada di contact list saya. Pertama-tama ia sopan menyapa seperti biasa, mengucap salam. Dia cerita juga kalau sudah beristri dan memiliki satu anak. Domisili di Jogja dengan username yang sangat Islami. Saya hanya menanggapinya sesekali saja, karena memang jarang online YM.

Keanehan muncul saat ia langsung menyapa ketika saya baru online dan menanyakan kenapa kok saya jarang online. Sampai menanyakan, saya sering pakai baju apa ketika sedang di rumah. Karena merasa aneh, sengaja tidak saya jawab. I ignored him.

Kemudian, ia kembali bertanya hal-hal yang menjurus dan tidak pantas. Modusnya adalah mengajak korbannya sexting. Spontan saya merasa jijik. Langsung saya remove dari YM list saat itu juga. Tak lupa saya melapor ke suami bahwa di YM ada ikhwan genit yang sedang mencari mangsa.

So, beware ya ladies..

Baik kalian yang masih single maupun yang sudah bersuami.. Batasi interaksi kalian dengan ikhwan ajnabi di dunia maya. Hijab antara ikhwan dan akhwat tidak hanya berlaku di dunia nyata, tapi di mana saja. Somehow I believe, it’s even getting worse on internet.

Untuk menghindari interaksi dengan akun ‘sakit’ seperti itu, ada baiknya jika akun socmed kita seleksi audiencenya. If you are using Facebook, tighten your privacy. Atur khusus friends only, filter message yang masuk dengan strict filter, sehingga message yang masuk dari akun yang tidak berteman dengan kita akan masuk ke folder others dan bukan ke main folder di inbox. Dan yang paling penting, mencukupkan diri berteman dengan sesama wanita saja, kecuali keluarga dekat dan mahram.

Selalu memohon perlindungan Allah agar menjaga dan meluruskan niat kita ketika bersosial media. Karena tidak ada yang bisa menjamin kita selamanya lurus dan tidak akan tergoda. Apalagi bagi wanita yang rumah tangganya tengah bermasalah.. Sangat rentan akan godaan dari lawan jenisnya.

Dear ladies…

Jangan pernah tertipu oleh label ustadz dan seleb Facebook.

Jangan pernah terpesona oleh postingannya yang sarat ilmu.

Jangan pernah tergoda oleh laki-laki atau wanita yang tak punya rasa malu dengan bermudah-mudahan chat dengan lawat jenis di sosial media, baik terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.

Jagalah iffah dan izzahmu. Jangan jadi perempuan gampangan yang mudah termakan rayuan gombal laki-laki abal-abal yang jiwanya sakit seperti itu.

Be expensive.

Be respectable.

Be untouchable.

Because the best jewelry a woman can wear is her shyness.

[Updated ~ 18 Agustus 2015]

Sore ini satu pesan BBM masuk ke handphone saya. Dari fulanah, teman yang sudah saya kenal cukup lama. Mulai dari zaman Twitter sampai sekarang.

  • Fulanah: Kak Meut.. afwan boleh tanya ga.. ikhwan yg diadili di Istiqlal kemarin apakah ikhwan asal kota P yang namanya A******?
  • Me: Afwan, kok bisa nyimpulin namanya A****** darimana ya?

Lalu mengalirlah cerita dari fulanah tentang ikhwan dengan inisial A itu. Ternyata kawan si fulanah banyak yang terjerat tipu daya ikhwan abal-abal tersebut.

Ternyata betul, ikhwan itu adalah penjahat di dunia maya. Dari zaman YM ternyata. Usianya sudah 30-an. Modusnya adalah mendekati akhwat yang baru hijrah dan mengenal sunnah. Diajak pacaran berlabel ta’aruf, diiming-imingi akan dinikahi.

Ikhwan ini aslinya jauh sekali dari status-status agamisnya di Facebook. Akhlaknya bobrok, perokok, sakit pula jiwanya. Semacam maniak atau gila seks.

Korban-korbannya diajak pacaran dan chat via webcam. Banyak akhwat yang terpedaya hingga rela menyerahkan foto mereka tanpa busana alias naked. Wal’iyadzubillaah..

Kejahatan ikhwan ini sudah lama. Menurut teman saya itu, sebelum tahun 2010. Banyak korban yang sudah sadar dan saling curhat. Bahkan ada semacam perkumpulan para korban si A ini.

Mereka tidak berani mempublish masalah ini, karena A mengancam akan menyebar foto-foto naked mereka jika berani buka mulut. Jadi mereka hanya memperingatkan orang-orang terdekat mereka saja supaya tidak tertipu dengan si A. Bahkan akun korbannya sudah diblokir oleh A.

Modus lainnya, A sengaja mencari korban yang berjauhan dengan tempat tinggalnya. Ada yang sukses termakan rayuannya. Ada juga yang tidak.

Jadi info ini valid dan tidak mengada-ada. Bukti video itu ada. Namun saya tidak mempublishnya dengan alasan:

1. Video itu bukan milik saya atau suami, melainkan milik teman seperguruan bela diri suami. Jadi kami tidak memiliki hak untuk menyebarkannya.

2. Saya tidak mengetahui kelanjutan masalah di Istiqlal kemarin, apakah sudah diselesaikan atau belum.

Dengan di blow-upnya case ini ke sosial media, banyak orang dekat korban yang japri ke saya. Membenarkan berita tentang A ini. Tidak hanya satu dua, tapi banyak. Sudah sejak lama, ternyata.

So buat A, bertaubatlah dengan taubatan nashuha. Please stop playing victim seakan-akan Anda adalah pihak yang dizhalimi. Sudahkah Anda memikirkan bagaimana perasaan para korban dan keluarga korban? Anda rusak kehormatan banyak wanita muslimah, lalu Anda tinggalkan mereka begitu saja.

Anda simpan foto-foto mereka tanpa busana sebagai senjata agar para korban tidak berani melapor dan mengungkap kejahatan Anda ke publik. Sampai ada korban yang mengaku, pernah dimintai foto toplessnya ketika sedang chat dengan Anda.

Bahkan belakangan ini saya ketahui bahwa Anda dan akhwat yang menjebak Anda berencana untuk berzina selepas kajian di Istiqlal kemarin. Bukti screenshot chat Anda via BBM dengan wanita (yang ternyata abal-abal juga seperti Anda) itu sudah banyak beredar di sosial media.

Dalam case ini A jelas bersalah, namun para wanita yang menjadi korbannya juga bersalah. Keduanya sama-sama memiliki porsi kesalahan. Ada yang bilang, para korban boleh jadi terkena pengaruh hipnotis/sihir sehingga menuruti semua keinginan pelaku.  Karena rasanya agak aneh, dengan mudahnya wanita-wanita berhijab itu menyerahkan foto mereka kepada lelaki yang bahkan belum pernah mereka temui di kehidupan nyata. Mengenai kebenarannya, wallahu a’lam.

Semoga setelah tertangkap dan dinasehati oleh para ikhwah, ikhwan tsb mau bertaubat dengan taubatan nashuha. Karena mengingat track recordnya yang sudah bertahun-tahun lamanya, butuh keinginan kuat dan usaha yang sungguh-sungguh untuk berubah.

Di dunia ini tidak ada yang mustahil atas izin Allah.. Setiap orang berhak punya masa lalu. Tapi jika suatu saat A ini berulah lagi dan muncul korban baru, maka tanpa ragu lagi, identitas asli beserta akun Facebooknya akan kami ungkap di dunia maya. Tak ada lagi inisial.

Pelajaran penting lainnya untuk para akhwat, jangan mudah percaya dengan sosok yang kalian temui di dunia maya. Apalagi sampai menyerahkan foto diri. Foto dengan hijab saja sebaiknya tidak, apalagi foto tanpa busana.

Ingat, laki-laki yang baik dan paham agama, tidak akan meminta kalian melakukan sesuatu yang dapat mendatangkan murka Allah Ta’ala. Laki-laki shalih lagi beriman, akan menunggu sampai kalian halal baginya, bukan menghalalkan segala cara untuk memenuhi nafsunya.

Mengutip satu judul artikel dari sebuah web,

“Jangan cari jodoh di dunia maya, keshalihannya belum tentu nyata.”

Nas’alullah as salamah wal ‘afiyah.. Allahul musta’an.

[UPDATED ~ 20 Agustus 2015]

#Note:

*Nama akun sengaja tidak saya publish karena berbagai pertimbangan.

*Ada sedikit koreksi terhadap redaksi tulisan terdahulu, yaitu istri sang suami yang kemarin hadir saat penangkapan, belum sempat bertindak terlalu jauh dengan A apalagi sampai bertukar foto vulgar. Demikian fakta yang saya dapatkan dari ikhwan teman suami, juga dari pernyataan seorang ikhwan yang terlibat langsung dalam peristiwa tersebut yang diforward ke inbox saya oleh seorang kawan beberapa saat yang lalu. Kesimpulan saya, ada miskomunikasi antara ikhwan teman suami dengan suami. Karena saya hanya menyampaikan apa yang saya dengar dari suami, persis, tanpa ada penambahan dan pengurangan.

*Dalam redaksi sebelumnya, saya menyebutkan bahwa terjadi peristiwa dimana suami akhwat tsb meninju A, karena itulah yang saya tangkap dari video yang saya saksikan (bukan video pengakuan A yang tersebar luas di youtube, yang saat ini sudah dihapus). Ternyata menurut saksi yang ada di sana, yang benar bukan ditinju tapi ditampar. Hal tsb juga sudah saya koreksi dalam postingan di atas. Dan penamparan itu memang terjadi, karena saya lihat sendiri videonya. Lokasinya di luar masjid, berbeda dengan video yang beredar di youtube yang terjadi di pos (dalam area masjid).  Selain 2 poin di atas, insya Allah tidak ada lagi yang perlu diperbaiki, saya rasa.

*Saya pribadi memohon maaf kepada pihak-pihak terkait jika tulisan saya sebelumnya berbeda dengan fakta di lapangan, karena saya hanya mendengar dari satu pihak saja, sehingga ada yang merasa dirugikan dengan cerita yang tidak sesuai dengan faktanya. Insya Allah peristiwa ini menjadi pelajaran bagi saya pribadi, agar lebih cermat menyikapi dan melakukan tabayyun lebih lanjut sebelum menyebarkan sebuah berita yang saya tidak tahu persis faktanya, melainkan hanya mendengar dari orang lain.

* For Fulanah, jazakillah khairan info berharganya. Terima kasih karena sudah menyelamatkan para calon korban lainnya, biidznillah. Semoga kita semua dapat mengambil ibroh dari kejadian ini.

~ Jakarta di suatu pagi, bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia, 17082015.

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Facebook ]

43 thoughts on “When Facebook Becomes Fitnahbook

  1. Bismillah ,

    Contoh kasus yg wajib diketahui oleh setiap pasangan muslim tentang bahayanya media sosial
    ya ikhwan Bentengilah keluargamu dari segala macam fitnah..
    Ana melihat ini terjadi karena kejahilan dari pihak akhwat yg mau digoda
    kalau tentang adanya ikhwan genit yg ada di medsos tentu tidak asing kita ketahui
    Tapi hal yg sangat penting adalah dari akhwat itu sendiri..
    Bukanlah akhwat yg mulia yg mau berkirim data dan foto pribadi sedangkan dia sudah bersuami!!!
    Atau akhwat tersebut mengaku masih single jadi ikhwan genit tadi terus menggodanya..
    Ya ikhwan bentengi dan awasi kegiatan istri dan anak2 kalian di medsos .. jalan biarkan bebas tanpa pengawasan..
    Kalau ada kemaksiatan tentu gak harus nunggu sebulan dua bulan atau setahun dua tahun..
    Saat itu juga tentu bisa diatasi dengan menutup semua pintu yg mengarah kepada kemaksiatan …

    Lamanya waktu adalah pembiaran dan menunjukkan bahwan akhwat tersebut juga menginginkan hal yg sama dengan yg diinginkan ikhwan genit tersebut.. maka bentengilah keluargamu ya ikhwan
    Dan Kesalahan belum tentu dari ikhwan genitnya.. Bagaimana bila pihak akhwat yg telah bersuami dan mengaku masih single ke ikhwan genit tersebut…. dan ini sudah banyak contohnya kejadian seperti ini..

    Ya ikhwan mengawasi interaksi istri di medsos adalah hal penting untuk menjaga keutuhan keluarga
    Tidak juga itu suatu pengekangan … Namun lebih baik adalah tidak menggunakan media tersebut agar terhindar dari fitnah.. Kalau memang sudah terbiasa menggunakan medsos awasilah … Cek History dan arsip apa yg sudah dilakukan di medsos

    Kalau ada gejala menuju kemaksiatan tentu saat itu juga lebih baik disampaikan dan dianjurkan untuk menghentikan…

    Bukanlah akhwat yg baik yg masih membuka diri bahkan berkirim data dan foto diri kepada ikhwan ajnabi..

    Jangan pula ada kezaliman kepada siapapun .. suatu kezaliman yang ternyata berasal dari orang terdekat kita yang tak kita ketahui..

    Ana melihat dan menyaksikan sendiri bahwa ada akhwat yg sudah bersuami dan membuka diri ke lelaki ajnabi yg puncaknya ke perceraian..

    Bentengi dan awasi keluargamu ya ikhwan.. Dan jangan melakukan kezaliman

    Dari Pulau sebrang..

  2. Pingback: When Facebook Becomes Fitnahbook

  3. Banyak ini kasusnya, yg sampe ke zina sekalipun. Beberapa kasus, akhawatnya memang terlena, beberapa kasus ternyata pakai sihir dari pihak ikhwan abal2nya. Sedihnya, karena udah sampai zina dan malu luar biasa, belum lagi cuma karena ‘menjaga nama gerakan’ (yang ngebuat saya beneran kesel bgt kalo cuma karena ini). kasusnya cuma sampai gitu aja, ga dituntut sampe ke ranah hukum misalnya buat efek jera..

    Kalau udah kaya gini, duh sedihnya fitnah dunia sekarang. Kadang, jilbab ga berjilbab, ngaji ga ngaji juga sama aja kalo emg cuma nempel di luarnya atau kalah ma fitnah dunia yg ada😥..

    • Kebanyakan korban pelecehan malu dan takut untuk melapor, mbak. Apalagi jika si pelaku mengancam untuk menyebarkan foto2 korban yang dalam keadaan tanpa busana.

      Bisa jadi karena pengaruh sihir. Karena korbannya banyak dan rata-rata semua menurut untuk disuruh berfoto tanpa busana.

      • Iya. Korbannya malu bgt pasti mba, tapi jadi keenakan pihak ikhwannya. Udah mana cuma disidang di kalangan ikhwah aja. Saya selalu greget bgt kalo udah kaya gini. Apalagi kalo ikhwannya bertameng ustaz atau pembina yg beneran punya kelompok kajian. Dan ternyata berawal dari kecanduan pornografi. Fitnah dunia itu ya, ya allah.. T.T

        • Dan beberapa kali dengar kasus serupa dari beberapa daerah. Cerita yg sama. Faktor penyebab yg sama. Dampak yg sama. Cuma pelaku dan korban yg berbeda. Na’uzubillah..😥

        • Betul mbak, fenomena ini seringkali terulang. Kemarin soal ikhwan yang menipu dan menguras harta akhwat2, ada juga akhwat penipu yang mengaku single padahal sudah bersuami, motifnya masalah harta pula, sekarang seperti ini. Allahul musta’an..

        • Kalo akhawat belum pernah nemu kasusnya. Taunya yg nipu2 emg barengan ma suaminya. Berkedok ikhwan akhawat gerakan. Ck ck.. Dunia..😦

      • Masalah sihir emang ada beberapa akhawat yg kena ma ‘ikhwan’ alias perilaku hina dan emang dekat ma syirik tapi pake kamuflase ikhwan sholih ala anak ngaji. Suami juga pernah nanganin yang beginian😦

        • Na’am mbak, sihir memang bisa dilakukan via suara atau telepon. Teman saya cerita, ada akhwat yang sampai dirusak kehormatannya dan diambil harta bendanya setelah beberapa kali menerima telepon dari ikhwan yang tidak dia kenal. Allaahul musta’an.

  4. Afwan buat pemilik blog ini,sebelum tulisan ini dimuat apakah sudah cek n ricek/ tabayyun kpd sumbernya? Atau saksi mata di tkp.sebab tulisan diatas banyak yg tidak sesuai dengan fakta dilapangnan.sebab sy salah satu yg menyaksikan kejadian tetsebut.dan sayapun kenal dengan pelaku maupun si korban.

    Barakallahu fiyk

    • Saya dapat versi cerita ini dari kawan suami yang juga ikut menangani A di TKP, menginterogasinya, sampai menyuruh A untuk membuat permintaan maaf terbuka di Facebook.

      Setelah saya ungkap case ini di Facebook, banyak inbox, BBM, Whatsapp yang masuk menyatakan bahwa korban A ini sudah sangat banyak, tapi kebanyakan takut dan malu untuk melapor. Terungkaplah kejahatannya selama ini sejak beberapa tahun belakangan. Dan korbannya sangat banyak, noted that.

      Oh antum kenal dengan pelaku? Tolong sampaikan padanya, agar ia bertaubat dengan taubatan nashuha ya. Karena ia adalah penjahat dunia maya yang sudah merugikan banyak orang. Dan tindakannya itu bisa dijerat dengan pasal hukum.

      Dan masalah ini bukan antara korban yang anda kenal dengan pelaku saja, tapi juga korban-korban lainnya. Yang saya cukup kenal dengan orang dekatnya.

      Tunggu update selanjutnya tentang masalah ini dalam postingan blog berikutnya.

      • Ditunggu update selanjutnya tentang masalah ini, jazaakillaah khoyr.. Besok2, sebut langsung akunnya🙂 Dan besok2nya lagi semoga ada kisah sebaliknya dari kisah ini alias yang berhasil bertemunya ikhwan dan akhwat (bukan abal2) di dunia maya dengan segala kebaikannya, ada tidak ya??

      • Maaf sebelumnya mbak mutia,sy baca dari paraghraf 2,3 dan 4 sangat tidak sesuai dg fakta.baiknya ditanyakan dulu kpd sumbernya yg benar.karena sy adalah bagian dari tim yg meringkus penjahat kelamin ini.sy kenal betul dg suami si korban dan jg istrinya.seolah2 disitu si mbak menulis istrinya berselingkuh dg si pelaku.ini sangat jauh dari kebenaran.ahsannya sblm menulis cek n ricek dahulu biar tidak salah persepsi karena ini menyangkut fakta dan juga kehormatan seseorang.
        Afwan

        • Jadi begini ya Pak, saya mendapatkan berita ini dari suami yang langsung diceritakan oleh ikhwah yang berjaga di TKP. Semua yang saya tulis di sini adalah sama persis seperti yang suami dengar dari kawannya. Tanpa ada pengurangan dan penambahan.

          Jika memang ada kesalahan, sila diklarifikasi kalimat mana saja yang tidak sesuai fakta, beserta poin-poin faktanya. Saya dengan senang hati akan menanggapi dan merevisi tulisan ini jika memang faktanya demikian.

          Saya tunggu klarifikasinya, ya pak.

        • Maaf, saya tidak pernah bilang ada pemukulan. Sila cek kembali postingan saya di atas. Ini bukan video yang saya maksud. Adapun dalam video yang saya lihat dari panitia keamanan kajian, jelas sekali ada seorang ikhwan yang meninju/menampar ARN tersebut. Dan video itu direkam bukan di dalam ruangan, namun di luar wilayah masjid.

          Jika antum merasa ada hal-hal yang perlu diklarifikasi karena tidak sesuai dengan fakta di lapangan, silakan paparkan di sini poin-poin apa saja yang perlu saya perbaiki. Sehingga semua yang membaca bisa membacanya, dan tulisan ini akan saya revisi insya Allah. Dan juga tolong jelaskan, siapa antum sebenarnya, sampai tahu kejadian yang terjadi di TKP. Karena saya hanya akan merevisi tulisan ini berdasarkan info yang valid dari narasumber yang bisa dipercaya. Karena ini dunia maya, siapapun bisa mengaku-ngaku sebagai orang lain. Jadi saya lebih memilih untuk berhati-hati.

          Saya tunggu klarifikasinya. Barakallaahu fiikum.

        • Afwan kl sy tulis disini terlalu panjang,kl ibu ada waktu luang bisa mampir ke status hasan jasa les matemtika.karena beliau jg memposting isi tulisan ini.sy sdh klarifikasi sm.beliau distatusnya.

        • Sudah saya jawab via komentar di komentar antum sebelumnya. Maaf, saya tidak tertarik untuk berkomentar atau mengunjungi profil ikhwan yang bukan mahram saya. Semoga bisa dimengerti.

  5. subhanallah serem anget ya mba😦
    sebenernya aq juga bingung soalnya banyak kejadian serupa disekitar aq.lebih bingung lagi sejak tahun lalu kayaknya FB itu malah naik daun banget bahkan diantara beberapa saudara sepupu yang jauh lebih tua dr aq yang menurut keluarga kami ilmu agamanya bagus juga dapet suami lewat FB yang sempet bikin jadi banyak pertanyaan tp yah akhirnya kita doakan saja.
    paling sedihnya itu yang ikhwan abal2 nya pasang status2 islami lallalalala yg ibaratnya cuma copy paste aja yah😦 bahkan ngajakin ktemuanya di istiqlal pas tabligh akbar😦 duhhh…..
    aq punya FB tp cuma punya aja krna banyak sodara2 jauh lagi seneng2 nya memakai FB sebagai sarana silaturahim sejak 2 tahun lalu.sejak tau ada path aq lebih suka pke path dan instagram juga lebih privat aja dan oreang2 nya kita kenal.IG pun bisa di kunci dan bisa milih gausah accept klo cwo2 kecuali sodara. semoga kita terhindar dari fitnah semacam ini ya mba ,aamiiin.harus jaga diri bgt sebagai perempuan😦 huhuhuhuhuh dan aq harus banyak belajar. ahhh kok jd curhat hihihih🙂

  6. Bismillahi Illaa billaah..

    Konten dan maksud tulisan BLOG ini baik, hanya saja KEMASANnya terkesan tdk menarik..Al Quran Al Majiid Kontennya amat..amat bagus tiada tanding dan tiada banding, namun bila dkemas ngasal bukanny jadi petunjuk pada jalan Allah akan tetapi menjadi jalan menyesatkan audiens-nya. Mari kita belajar mjd hamba dan umat yg bijak dan arif bukan menjadi hamba dan umat yg nukik.

    • Terima kasih atas saran dan komentarnya. Insya Allah jadi pemacu semangat agar blog ini bisa lebih baik lagi untuk ke depannya.

      Tapi ada yang mengganjal bagi saya dari kalimat ini,

      “Mari kita belajar mjd hamba dan umat yg bijak dan arif bukan menjadi hamba dan umat yg nukik”

      Boleh saya tahu hamba yang nukik itu seperti apa? Dan apa korelasinya dengan tulisan ini?

      Thanks.

  7. Ana pernah tp dgn ikhwan yg berbeda di luar kota setiap dia datang jakarta inbok ana ajak ketemuan, ana malah takut trus minta poto2 ana segala tlp via line dgn video syukur alhamdulillah hp ana ga ada kamera depannya dan skrg dia block ana….tenanggg
    Msh blm saring teman coz fb untuk jualan macam2.

    • Ya memang sebaiknya kalo ada orang yg tidak dikenal jangan mau ditelepon atau diajak chat berpanjang-panjang. Ada kasus akhwat yang kena hipnotis via telepon. Sampai hilang harta dan kehormatan. Semoga Allah menjaga kita semua..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s