My Beauty is Only for My Husband to See, Not The World..

image

Sore ini, tiba-tiba saya teringat percakapan beberapa tahun silam dengan seorang kawan.. Jauh sebelum saya menikah.

  • A: Kalo bisa sih, seorang wanita itu ahsannya pakai cadar, mbak..
  • B: Kenapa emangnya?
  • A: Ya biar cantiknya eksklusif mbak, cuma milik suaminya, bukan milik semua orang.
  • B: Hmmm, gitu ya.. *manggut-manggut*
  • A: Suami yang punya rasa cemburu pasti ngerasa tenang kalo jalan sama istri yang wajahnya tertutup. Jadi nggak dilirik sama laki-laki lain. Paling diliatin karena cadar di masyarakat kita masih dianggap sesuatu yang aneh, hehe..
  • B: Oh, I see🙂

Setelah menikah, saya banyak berdiskusi dengan suami tentang banyak hal, termasuk tentang hubungan cinta dan rasa cemburu dalam pernikahan. Apa iya rasa cemburu itu timbul salah satunya ketika pasangan tercinta kita dipandang dan diperhatikan oleh orang lain? Di antara sedikit kesimpulan yang saya dapatkan dari diskusi kami..

“Suami yang normal, secara fitrah pasti merasa cemburu jika wajah cantik istrinya bebas dipandangi laki-laki lain, baik di dunia maya ataupun nyata. Bukan justru merasa bangga.”

Yup.. Jujur saja, saya kalo lihat pasangan suami istri yang istrinya bercadar, terbetik sedikit rasa kagum plus salut. Karena buat saya suami macam ini punya ghirah (rasa cemburu) yang besar. Karena kecantikan istrinya hanya miliknya seorang, ia tidak rela membaginya dengan laki-laki lain.

Ali bin Abi Thalib Radiyallahu ‘anhu berkata:

“Telah sampai kepadaku bahwa wanita-wanita kalian berdesak-desakan dengan laki-laki kafir orang ‘ajam (non Arab) di pasar-pasar, tidakkah kalian merasa cemburu? Sesungguhnya tidak ada kebaikan pada seseorang yang tidak memiliki perasaan cemburu.”

My wife is privately mine, not for display on public.

Bagaimana jika justru ada suami yang dengan sengaja menampilkan kelebihan dan kecantikan istrinya di muka publik? Paras cantiknya, cerdasnya, shalihahnya, penurutnya, jago masaknya, pintar ngurus anaknya, etc.. etc.

Come on, simpan semua kelebihan pasangan hanya untuk kita seorang. Rasanya nggak perlu semua orang harus tahu, kita memiliki pasangan yang -di mata kita- paling sempurna sedunia.

Bagi laki-laki yang sering mengumbar kelebihan istrinya di muka publik,  misalnya aja di  socmed.. Udah siap kalo kecantikan istrinya dipandangi dan dinikmati berjuta-juta mata laki-laki? Yakin udah siap kalo foto dan data profilnya disalahgunakan oleh orang-orang psycho yang punya kelainan mental?

Pun, para wanita yang seringkali mengumbar kelebihan suaminya di socmed.. Udah siap kalo tiba-tiba ada perempuan yang nekat ngirim inbox, siap dijadikan yang kedua, ketiga, keempat? Yakin udah siap berbagi suami?

Fyi, sebagian perempuan jaman sekarang genit-genit, nekat-nekat dan gak tau malu, lho. Makanya sampai ada fenomena si ‘hello kitty’.  Eaaaa. Sejujurnya, kasihan karakter hello kitty aslinya sih, dia kan lucuk :’)

When we publish something in public area, we’d better prepare for the risks.

That’s why I lock my socmed accounts. That’s why I’m too picky to select my social media’s friendlist. That’s why I’m setting my privacy to the most secure level, and not setting my posts primarily for public.

That’s why I always think twice before publish something on social media:

“Is it useful? Is it important? Is it necessary? Do I ready for the response? Have I prepare myself for the risks?’

I often ask myself those questions, again and again.

Cyberworld..

This is a dark jungle, you know. It’s  cruel and merciless world out there. We never really know who is fake and who is real, we never know the difference. Though one day time will tell. And to Allah we seek  guidance and protection.

Simpanlah kelebihan pasangan hanya untuk kita seorang. Pelitlah membagi ranah pribadi kepada orang asing yang sama sekali tidak kita kenal. Pilihlah dengan bijak, mana yang layak jadi konsumsi umum, mana yang cukup menjadi milik pribadi. Be cautious. Not everyone who smile at you is your friend🙂

Biarlah orang lain menganggap rumah tangga kita hambar, nggak romantis, nggak asyik, etc.. etc. Hanya karena kita jarang mempublish kehidupan pernikahan kita di sosial media. So what if they think so? It’s not even affect how you feel, or change it anyway.

Toh yang ngerasain kita ini bahagia atau tidak, adalah kita sendiri. Nggak perlu seluruh dunia harus tahu. Nggak perlu pengakuan dari orang lain bahwa hidup kita 100% perfect. Nggak perlu lelah terus menerus hidup dalam kepalsuan dan pencitraan semu.

Mengutip kata-kata bang Darwis Tere Liye yang sangat saya suka sekali..

“Kita tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Itu kehidupan kita, tidak perlu siapapun mengakuinya untuk dibilang hebat. Kitalah yang tahu persis setiap perjalanan hidup yang kita lakukan.

Karena sebenarnya yang tahu persis apakah kita itu keren atau tidak, bahagia atau tidak, tulus atau tidak, hanya diri kita sendiri. Kita tidak perlu menggapai seluruh catatan hebat menu­rut versi manusia sedunia.

Kita hanya perlu merengkuh rasa damai dalam hati kita sendiri.”

Deep and meaningful. Love it❤

~ Jakarta, mid September 2015.. just a reminder to me and beloved people around me..

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Pinterest ]

6 thoughts on “My Beauty is Only for My Husband to See, Not The World..

    • Wah, English saya masih kacau mbak.. Hehe. Sering nulis dlm bahasa Inggris karena suka aja😀

      Saya nggak kuliah mbak, selesai SMU langsung ambil kursus jahit. Karena pengen buka usaha sendiri🙂

  1. Assalamualaikum Mbak Meutia

    Tulisan mbak ini bener banget deh. Saya jadi berpikir untuk mengikuti langkah mbak dengan memilih teman di sosmed lebih selektif lagi.

    Tulisan kutipan darwis tere liye juga bagus banget. Makasih ya mbak tulisan ini menenangkan hati yang suka galau.

    Wassalamualaikum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s