Pantai Tirtamaya: Just Like A Private Beach

image

“There’s nothing more beautiful than the way the ocean refuses to stop kissing the shoreline, no matter how many times it’s sent away…”

Akhir Oktober kemarin, kami sekeluarga berkesempatan untuk mengunjungi pantai Tirtamaya di daerah Indramayu, Jawa Barat. Kesan pertama ketika pertama menginjakkan kaki di pantai ini adalah: bersih, sepi, masih sangat alami.

Unlike any other beach I have visited before, may I say: Anyer, this one is more pure, clean and quiet. Fall in love with this site at the first sight. Just like a private beach.

This beach was unpopular to us, we never heard about it before. Sampai kakak ipar dan istrinya mengajak kami jalan-jalan ke pantai ini waktu mudik kemarin, baru deh tahu ada pantai seindah ini di kawasan Indramayu.

For us, this is a hidden treasure. Why? Karena dari luar kelihatannya pantai ini biasa-biasa aja. Sepi banget.. Cuma ada perahu-perahu pencari ikan berjejer di sepanjang pantai. Nothing special lah. Tapi pas udah masuk.. Wow, masya Allah. Sukaaaa❤

image

image

image

A journey back to my childhood memory..

Speaking of my favorite beach, pantai pertama yang bener-bener bikin saya jatuh cinta adalah satu pantai di daerah Pacitan yang begitu indah dan bersih. Lupa namanya pantai apa.

Airnya biru jernih berkilauan diterpa sinar matahari. Sampai ikan-ikan kecil yang berlarian di dasar pantai terlihat jelas. Banyak pohon-pohon kelapa di sepanjang pantai. Sejuk… Dulu ke sana ketika masih TK atau lebih kecil dari itu. Dan sampai sekarang masih terkenang🙂

zaujiy and fiqar

Pantai Tirtamaya ini begitu damai dan tenang.. Hanya ramai ketika musim liburan atau hari-hari besar seperti Lebaran dan Tahun Baru. Hawanya juga sejuk, walau jarang ada pepohonan. Pasirnya masih alami, bukan pasir buatan. Ombaknya juga nggak terlalu besar. Jadi anak-anak bebas renang di tepi pantai sambil mengumpulkan kelomang, kulit kerang dan membuat istana pasir.

menulis di atas pasir

image

image

fiqar and afra

Tempat wisata ini belum mengenal kata komersil, menurut saya. Tiket masuknya cuma lima ribu rupiah perorang. Mungkin karena memang belum terkenal.  Sarana bilas dan kamar mandinya masih tradisional banget. Nimba airnya aja pake sumur darurat. Dan untuk bilasnya di bilik-bilik yang sederhana banget. Jauh dari kata modern. Sesuatu yang sering dicari oleh orang-orang kota (seperti sayah). Hihihi.

Enaknya pantai yang sepi seperti ini, pandangan mata insya Allah lebih terjaga. Nggak ada perempuan pakai swimsuit atau bikini-an. Jadi para lelaki nggak perlu nunduk terus — semacam nyari koin jatuh gitu— selama di sini. Lol😛

istana pasir

Beralaskan tikar anyaman yang dibawa dari rumah, kami sekeluarga duduk santai di pinggiran pantai. Sesaat sebelum nyemplung, kami menyantap semangkok bakso hangat, beli di abang tukang bakso yang lewat di tepi pantai. Baksonya enaakk. Seporsi harganya 10 ribu rupiah, tapi worthed banget dengan rasanya. Cemilannya cukup jajan pasar dan semangka yang kami beli dalam perjalanan berangkat tadi.

Saya pun ikut menceburkan kaki lengkap dengan kaus kaki demi merasakan hangatnya air laut serta lembutnya pasir pantai. Nekat. Soalnya nggak bawa baju dan kaus kaki ganti, jadilah pulang dengan kaus kaki basah dan mengantongi pasir di lipatan gamis. Pengorbanan😀

Kalau nggak inget saya ini perempuan dan berhijab, mungkin udah nyemplung sampai seluruh baju teles blesss alias basah kuyup. Maklum, udah lama gak renang di laut soalnya. Norak. Ahahaha.

daddy and kids

I have always love the beach. I find my heart belonged completely into it.

Beach brings inner peace to my soul everytime I get close to it. It brings me a feeling of peace to see the blue waves running, hear the rhythm of the splashing water, feel the wind in my face, enjoy the sand at my feet.

Beach is bliss. It always bring back the memories. Wish I could back to this place very soon. Seandainya ada tempat seperti ini di Jakarta, I bet me and my fam will pay a visit very very often. Heheheu.

Missing you already, dear beach.

Au revoir!  ❤

my feet

~ Jakarta, end of November 2015.. one of the most  memorable journey of this year ~

© aisyafra.wordpress com.

2 thoughts on “Pantai Tirtamaya: Just Like A Private Beach

  1. Masya Allah, sudah lama tak kunjung ke tirtamaya. Saya orang indramayu cuma sekarang saya merantau di Bandung mbak.
    Ada yang lebih alami di indramayu, yaitu pulau biawak. Hee jadi promo kota kelahiran😀

    Salam ukhuwah fillah mbak Meutia🙂

    • Salam kenal kembali mbak Esy🙂

      Wah pernah ke Tirtamaya juga ya? Saya baru tahu lho ada pantai ini. Langsung suka, hehehe..

      Terima kasih rekomendasi tempat wisata lainnya ya mbak, mudah2an suatu saat nanti bisa berkunjung ke pulau Biawak. Haturnuhun ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s