The Two-Faced People

jadi temen itu..

“The worst people in the sight of Allāh on the Day of Resurrection will be the double faced people who appear to some people with one face and to other people with another face.” — Rasūlullaah (صلى الله عليه وسلم) [Sahīh Al-Bukhāri Vol: 8 Book: 73 no:84]

Pernahkah kita bertemu dengan orang yang bersikap baik di depan kita, namun di belakang, perilakunya jauh bertolak belakang dengan apa yang ia tampilkan di depan kita?

I have, once.

Me personally, jauh lebih respek terhadap mereka yang mendapati kita salah, lantas menegur dan mengingatkan kesalahan kita langsung di depan kita.. Daripada orang yang di depan kita selalu bersikap baik dan manis, ternyata di belakang menjelek-jelekkan kita kemana-mana.

I am a frank and straightforward person. If I say yes—or I say no, then it’s what it really is. I am not good at manipulating feelings and faking smiles.

I respect those that tell me the truth, no matter how hard it is. I believe that pretty words aren’t always true, and true words aren’t always pretty.  People may not like my brutal honesty, but don’t expect me to trust their pretty lies.

The two faced person

Simple Definition of “two–faced” from Thesaurus and Merriam-Webster Dictionary:

  • : not honest or sincere : saying different things to different people in order to get their approval instead of speaking and behaving honestly.
  • : deceitful or hypocritical.

The two faced person, ever heard of it? Yep.  Someone who pretends to be your friend and then starts calling you names as soon as you leave the room. Someone who is insincere or who acts one way in certain situations and then in a contrary manner in others. This person smiles at you, but inside her heart she hates you.

Selain bermuka dua, orang seperti ini adalah pengecut. Beraninya main belakang. Tidak punya nyali untuk tabayyun langsung dan bicara face to face dengan sahabatnya. Tidak berani untuk duduk bersama , berdiskusi dan berargumen langsung.

Padahal, sahabat yang baik adalah mereka yang bersendirian menasihati sahabatnya karena tak ingin kesalahan sahabatnya diketahui oleh orang lain selain dirinya. Ia berusaha menutupi aib sahabatnya, karena cintanya kepada sahabatnya, bukan malah menyebarkannya ke mana-mana.

Lain lagi jika hatinya sudah dijangkiti berbagai penyakit hati. Hasad, dendam, suuzhzhan dan sifat tercela lain yang disebabkan oleh kotornya hati.

Hukum Bermuka Dua

Pertanyaan :

Apakah hukumnya bermuka dua yang menghadapi manusia dengan penampilan yang berbeda-beda. Kami mengharapkan dalil atas hal tersebut ? Semoga Alloh Subhanahu Wa Ta`ala membalas kebaikan atas kalian.

Jawaban :

Orang yang bermuka dua, yang menghadapi sesuatu dengan wajah/penampilan seperti ini dan menghadapi yang lain dengan wajah/penampilan yang lain, adalah sejahat-jahat manusia. Sebagaimana diriwayatkan dari Nabi Shallallahu` Alahi Wasallam, dan ia adalah salah satu jenis nifaq. Apabila hal ini sudah mewabah di suatu masyarakat, berarti masyarakat ini adalah tidak lurus. Setiap orang dari komonitas ini tidak percaya terhadap yang lain, selanjutnya tercerai berailah masyarakat itu. Banyak terjadi penipuan dan perbuatan khianat. Manusia paling jahat pada hakikatnya adalah yang bermuka dua. Sebagaimana terdapat dalam hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam.

“Yang mendatangi mereka dengan satu wajah dan mendatangi yang lain dengan wajah yang berbeda.” (HR. Al-Bukhori dalam al-manaqib (3494) Muslim dalam al-Birr (2536).

Seorang muslim harus waspada terhadap perkara ini dan memperingatkan darinya sehingga tidak terjadi berbagai kerusakan yang telah kami jelaskan sebagian di antaranya.

Fatwa syaikh Utsaimin yang beliau tanda tangani.
(Sumber : Fatwa-Fatwa Terkini jilid 3, hal. 397 cet, Darul Haq, Jakarta via web AlSofwa.Com)

How to deal with this kind of people

“I believe the challenge in dealing with two-faced people is not knowing which side to slap first. The best slap is to stay away from them.” —Daily Mental Vitamins by Tony Brigmon via Tumblr.

No tolerance for people that try to manipulate you or lie to you, also two-faced people. It’s even worse when people try to manipulate someone you care about to go against you and take their side, when they are really the ones at fault.

Stay away from people like this. They are toxic and intoxicating you. I’d rather have an enemy who admits they hate me, instead of a friend who secretly puts me down. Beware the frenemy, enemy disguised as friend who pretends to look after your interests but really loves it when things turn sour for you.

Jika kita merasa diri kita seperti itu, segeralah bertaubat dan berbenah. Orang yang memiliki dua wajah—di sini bicara begini, di sana bicara begitu—sudah pasti tidak akan disukai dalam lingkungan pergaulannya. Terlebih lagi ancaman dosa bagi perbuatan tercela semacam itu:

“Barangsiapa yang bermuka dua sewaktu di dunia, maka kelak ia akan memiliki lidah yang terbuat dari api pada hari Kiamat.” (HR. Abu Dawud dan Ad-Darimi dari Ammar bin Yasir)

Jika kita memiliki satu atau dua orang semacam itu dalam lingkaran pergaulan kita, ahsan, sebaiknya langsung datangi dan tabayyun (kroscek): Benarkah ia melakukan hal tersebut di belakang kita? Have the courage to confront and demand the truth.

Jika ia mengakuinya, ingatkan dengan dalil. Terima uzurnya, maafkanlah. Tak ada manusia yang bersih dari dosa, bukan? Pun jika ternyata ia tidak mengaku padahal kita jelas-jelas tahu ia berdusta, biarkan saja. Cukup Allah yang menjadi pengadilnya di hari Kiamat kelak. Hikmahnya adalah, kita jadi tahu harus bersikap bagaimana terhadapnya, bukan?🙂

But remember, forgiving doesn’t mean forgetting. Memaafkan tidak sama artinya dengan melupakan apa yang terjadi dan bersedia menerimanya kembali. Forgiving is letting go of the hurt, not more. But if you finally choose to forgive then welcome him/her back, it’s your choice. You know what’s best for you.

Tapi, jika ia hanya sebatas mengakui dan meminta maaf namun tidak kunjung berubah, bahkan malah menebar berita dusta, memutarbalikkan fakta dan playing victim, just CUT THEM OFF FROM YOUR LIFE. No excuse.

Real situations always expose fake, hypocrite people. You don’t lose friends, because real friends can never be lost. You lose people masquerading as friends, and you’re better for it🙂

Wal’iyadzubillah.. Semoga kita dijauhkan dari orang-orang semacam itu dan diri ini dihindarkan dari menjadi pribadi tercela seperti itu.

~ Jakarta, on a sunny Monday morning of January 2016.. A reminder for myself.

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: IslamDiaries ]

2 thoughts on “The Two-Faced People

  1. kalau bermuka dua, mungkin bukan bermuka dua sih, lebih kepada melihat dari sisi yang berbeda dengan tujuan mendamaikan dua orang dan memperbaiki hubungan mereka, apa tetap sama mbak?

    Intinya, kita membicarakan orang, bukan untuk mengupas aibnya, namun untuk memberi nasihat kepada teman kita agar memberikan udzur kepada orang tersebut. Toh, kita tidak tahu bagaimana keadaan sebenarnya.

    • Imho, kalau berusaha meng-ishlah-kan dua orang yang bersengketa, dengan menjembatani kedua belah pihak agar berdamai, namanya bukan bermuka dua, ya. Kembali kepada niat dan caranya. Karena salah niat dan cara, jatuhnya sudah namimah alias adu domba.

      Bermuka dua yang berbahaya sudah saya paparkan dalam tulisan ini. Dengan kita dia bermanis muka, namun di belakang kita, dia mengumbar aib dan memfitnah kita kemana-mana. Musuh yang menyamar menjadi teman jauh lebih berbahaya dari musuh yang terang-terangan menampakkan permusuhannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s