Cermat Memilih Sekolah untuk Buah Hati

image

Just my (another) personal opinion about choosing formal school for your beloved ones..

Bagi orang tua yang putra-putrinya akan masuk ke sekolah baru.. Jangan terburu-buru memindahkan tempat tinggal dan seluruh aktifitas kehidupan kita sebelum tahu bagaimana kualitas sekolah yang akan dituju. Jangan gambling.

Banyak teman-teman saya yang merasa sangat kecewa ketika kenyataan di depan mata tidak sesuai ekspektasi mereka.

“Kok gini.. Kok gitu..”

“Katanya sekolah sunnah, tapi kok nyatanya, banyak kebijakan yang tidak sesuai bahkan jauh menyimpang dari pakem-pakem syari’at dan kriteria sekolah ideal?”

And so on, and so on.

Being ‘Kepo’ at your best.

Nah, sebelum merasa ‘tertipu’, ada baiknya kita betul-betul kepo to the max terhadap sekolah tujuan tsb.

Caranya?

Di antaranya, banyak menghimpun info dari kawan-kawan yang sudah lebih dulu menyekolahkan anaknya di sana.

Cari di internet. Cari dari lingkungan sekitar sekolah. Bicara dengan perangkat sekolah tujuan, dengan mudirnya langsung.

Cari tahu benar, kredibilitas sekolah, profesionalitas sekolah, karakter asli sekolah, kurikulum sekolah, metode sekolah, visi misi sekolah..

  • Apakah sesuai dengan mindset keluarga?
  • Apakah ramah anak?
  • Apakah anak merasa enjoy dan antusias untuk bersekolah di sana?
  • Apakah cukup mengapresiasi dan mengembangkan bakat dan minat anak?
  • Apakah akhlak pendidik dan lingkungan sekolah cukup baik dan layak dijadikan panutan oleh buah hati kita?
  • Apakah SDMnya berkualitas, ataukah hanya asal rekrut saja yang penting ‘sudah ngaji’ tanpa diimbangi skill sesuai bidangnya?
  • Apakah pihak sekolah terbuka terhadap masukan dan kritik yang masuk?
  • Bagaimana sekolah memandang orang tua siswa? As a partner or an opponent?
  • Bagaimana sikap dan karakter sekolah menyikapi permasalahan yang mungkin terjadi di kemudian hari?

Cari masukan sebanyak-banyaknya, sejelas-jelasnya, sampai benar-benar yakin, “Ok, bismillaah.. This is it. Insya Allah.”

Masukan tambahan dari seorang teman,

“Sempatkan survey full dari sebelum bel sampai ketemu bel pulang lagi. Kita nggak akan benar-benar dapat gambaran seperti apa suatu sekolah, jika tidak menyaksikan sendiri bagaimana KBM berjalan, bagaimana situasi saat datang, istirahat, pergantian pelajaran dan saat pulang. Repot memang, tapi buat saya sangat-sangat worth it.”

Jadi teringat pesan seorang parenting advisor mengenai cara mengetahui kualitas sebuah sekolah:

“Mau tahu mutu suatu sekolah? Nongkrong aja pas jam istirahat. Lihat gimana interaksi antara murid, guru dan perangkat sekolah.”

If your little research don’t bring you any closer to certainty, or in the end you find many, many things that lack your own standards, and that can’t be compromised.. If your heart says NO, then don’t take a risk. Don’t gamble your children’s future. And your own future.

Menurut saya pribadi, kriteria manhaj atau atribut “sekolah sunnah” saja tidak cukup jika tidak didukung dengan metode pendidikan yang tepat, SDM yang mumpuni dan visi misi yang jelas dan terarah. Tercermin dari banyaknya sekolah-sekolah sunnah yang bermasalah di sana sini.

Salah satu penyebabnya, di antaranya adalah SDM yang kurang kompeten dan berpengalaman, system pengelolaan yang error dan tidak efektif juga tidak adanya asatidz penasehat yang turut aktif terjun dalam kegiatan sekolah.

Well, absennya peran asatidz dalam sebuah sekolah (yang menisbatkan pada manhaj sunnah) akan berdampak pada kecarut-marutan yang tidak berkesudahan. Ibarat kereta, jika mulai keluar dari rel, tidak ada yang mengingatkan. Jadilah seperti sekolah yang jauh dari nilai-nilai Islam yang sesuai dengan metode para salafush-shalih.

Cari sekolah yang 100% perfect? Nggak bakal ada!

True.

Tentu, tidak ada sekolah yang 100% problem-free, semua pasti punya plus minus masing-masing. Asal semua pihak mau terbuka terhadap masukan yang sifatnya membangun, tidak anti kritik dan bijak mencarikan solusi terhadap problem yg ada, insya Allah masalah dan kendala akan terasa jauh lebih ringan.

Tidak ada sekolah yang sempurna, yang ada hanya sekolah yang malas belajar dan berbenah. Merasa nyaman—keep in stuck dengan keadaan yang ada, dan enggan berintrospeksi. Hingga akhirnya banyak pihak yang merasa tidak nyaman dan memutuskan untuk angkat kaki dari sekolah tersebut.

Tidak ada sekolah yang sempurna, yang sama persis seperti yang kita impikan. Tapi, di luar sana, ada sekolah yang baik. Yang komit untuk terus belajar, tumbuh dan berkembang, menjadi lebih baik dari tahun ke tahun. Tidak anti kritik atau terus menerus berlindung di balik kata ‘proses’ dan merasa sudah cukup pandai untuk belajar menjadi lebih baik lagi.

There are no perfect school for your kids, but there are some good ones who match your expectation quite well. Find and pursue those. Being kepo at your best!

Nah.. Tinggal kita bijak dalam menyamakan visi misi keluarga dengan visi misi sekolah dan mengkompromikan ekspektasi kita dengan realita yang ada. Juga dengan biaya, tentunya🙂

Tidak semua sekolah mahal itu bagus, dan tidak semua sekolah bagus itu mahal.

Selalu ingat, ketika kita mencari sekolah yang tepat untuk anak-anak kita, sejatinya kita mencari rumah kedua bagi mereka. Di sanalah mereka akan menghabiskan sebagian waktu dalam hidupnya, menyerap hal-hal baru, bertemu dengan orang-orang baru, belajar hal-hal baru dalam fase penting kehidupan mereka.

Maka pastikan benar, bahwa kita menitipkan mereka di tempat yang tepat, dengan orang-orang yang tepat dan berkualitas, serta berakhlak baik karena anak-anak banyak mengacu dan meniru figur pendidik yang mereka anggap orang tua kedua selama mereka di sekolah.

Jangan asal pilih yang penting ‘islami’ dan ‘nyunnah’, tapi aslinya bobrok dalam sistem dan praktek kesehariannya. Abai terhadap perasaan anak, defensif terhadap kritik membangun, enggan belajar dan berbenah untuk menjadi lebih baik.

Cermati lebih dalam. Jangan tertipu fasilitas yang megah, biaya masuk yang lumayan besar, sertifikasi yang menjanjikan dan visi misi yang tidak sesuai dengan fakta. Tidak semua sekolah mahal itu bagus, dan tidak semua sekolah bagus itu mahal. Noted that.

Jika sudah berusaha sejeli dan secermat mungkin, tapi masih ‘kecolongan’ juga.. Just say,

“Alhamdulillaah ‘alaa kulli haal.. Qaddarullaah wa maasya-a fa’al..”.

Learn the lesson. We must cross this path for a reason. Pasti, Allah memiliki rencana yang lebih baik setelah ini. Terus bersangka baik.

Pindahkan anak kita segera untuk menyelamatkan jiwa dan masa depannya, atau bertahan dengan alasan masih berharap akan ada perbaikan berarti di waktu-waktu mendatang. That means you have to lower your standard and idealism.

Now it’s you who decide🙂

~ Jakarta, January 2016.. Salin rekat dari status FB kemarin sore. Be careful, parents.. Better safe than sorry🙂

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Pinterest ]

2 thoughts on “Cermat Memilih Sekolah untuk Buah Hati

  1. Salam kenal mba.. saya Andin🙂 entah dari mana saya menemukan link blog ini hingga akhirnya sering baca tanpa kenal siapa penulisnya, hehe.. Saya jatuh cinta pada tulisan-tulisan di blog ini karena menurut saya isinya seringkali inspiring dan mencerahkan.. dan bukan sekali dua kali rasanya kegalauan saya ‘terjawab’ setelah baca beberapa tulisan di blog ini😉

    Anyway, thanks for this mindful post… kebetulan saya juga memang lagi cari sekolah untuk anak saya di tahun depan (masih lama tapi emaknya udah rempong pengen survei dari sekarang😀 hehe).
    “Tidak semua sekolah mahal itu bagus, dan tidak semua sekolah bagus itu mahal”. I will surely keep that in mind😉
    Keep writing mba, I’m one of your loyal readers😉

    • Salam kenal kembali, mba Andina. Terima kasih banyak ya sudah mampir dan baca-baca tulisan saya🙂

      Alhamdulillaah.. Senang rasanya jika apa yang saya tulis dapat membawa banyak manfaat bagi orang lain..

      Betul sekali mbaa, saya juga masih 1 tahun lagi memasukkan anak ke SD. Tapi sudah ‘kepo-kepo cantik’ mulai dari sekarang. Jangan sampai salah pilih sekolah buat anak. Better put extra efforts than sorry😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s