Kriteria Sekolah Idaman: Ramah Anak, Terbuka & Profesional

image

Pagi ini saya bersama suami mengantar anak-anak ke sekolah. Selesai mengantar Abang Harits, kami menuju sekolah Kakak Afra.

Di sana, saya banyak bicara dengan gurunya. Tentang perkembangan Afra selama di sekolah, adab dan akhlaknya, apa saja yang perlu dimotivasi di rumah, interaksi dengan teman-temannya.

Obrolan kami sampai pada..

“Bu, kapan-kapan saya pengen deh duduk di kelas, menyaksikan langsung proses belajar dan bermain anak-anak dari pagi sampai pulang. Pengen tau aja.. Gimana sih Afra dan teman-temannya kalau di sekolah..”  ujar saya.

“Oh, silakan, umm.. Kapan aja boleh..”  jawab bu guru sambil tersenyum.

“Baik bu, insya Allah pekan depan yaa.. Waktu sentra bahan alam aja…”

“Silakan, Ummu Afra..”

Saat itu juga, saya merasa respect dengan sekolah ini. Sekolah yang open up dan apa adanya. Sekolah yang menanggapi uneg-uneg wali murid dengan tangan terbuka.

Padahal saya belum meminta izin lho, saya baru menyampaikan keinginan. Saya belum bilang, “Boleh nggak, bu?” 🙂

Teringat saran seorang teman, mbak Miranti, dalam tulisan saya kemarin, mengenai bagaimana cara menilai sekolah itu cocok atau tidak dengan mindset dan visi misi kita:

“Sempatkan survey full dari sebelum bel sampai ketemu bel pulang lagi. Kita nggak akan benar-benar dapat gambaran seperti apa suatu sekolah, jika tidak menyaksikan sendiri bagaimana KBM berjalan, bagaimana situasi saat datang, istirahat, pergantian pelajaran dan saat pulang. Repot memang, tapi buat saya sangat-sangat worth it.”

So I think, sekolah yang baik adalah sekolah yang terbuka terhadap orang tua siswa.

  1. Terbuka untuk dikunjungi ketika orang tua siswa ada perlu dengan anaknya, keperluan yang tidak bisa digantikan oleh pihak lain.
  2. Terbuka dan welcome ketika orang tua siswa, sesekali, ingin  melihat keadaan kelas dan menyaksikan jalannya KBM.
  3. Terbuka mengenai program-program dan kebijakan yang diambil.
  4. Terbuka terhadap saran, masukan dan ide-ide yang membangun.

Semakin tertutup suatu sekolah –bagi saya– semakin mencurigakan. Semakin membuat banyak pihak, terutama saya yang kritis ini,  bertanya-tanya:

  • Mengapa tertutup sekali sampai orang tua siswa merasa sangat kesulitan untuk melihat sendiri keadaaan kelas anaknya?
  • Bagaimana bisa calon wali murid survey langsung ke kelas, jika yang sudah jadi wali murid resmi saja dipersulit aksesnya untuk berbuat hal serupa?
  • Mengapa terkesan tertutup, apakah memang ada sesuatu yang sengaja ditutupi?

Me and my husband, we both respect our little daughter’s school’s rules. Kami merasa nyaman menitipkan putri kami di sana. Karena pihak guru dan sekolah sangat terbuka, sekaligus kooperatif dengan anak-anak dan orang tua mereka.

Ketika ada satu-dua masalah kecil yang terjadi, baik mengenai Afra sendiri atau berkaitan dengan temannya, kami dapat bekerjasama dengan baik dengan pihak sekolah. Dan selalu menemukan cara penyelesaian yang baik, alhamdulillaah.

Di mata saya, mereka sangat komunikatif, apresiatif dan welcome terhadap saran, masukan dan kritik. Untuk kemudian ditindaklanjuti dengan dicarikan win-win solution bagi semua pihak. Respect!

Ramah Anak, Terbuka & Profesional

Semoga makin banyak sekolah sunnah yang ramah anak, steril dari metode pembelajaran yang tidak sesuai sunnah sekaligus profesional seperti sekolah ini, insya Allah. Karena untuk mewujudkan ketiganya bukanlah perjuangan yang mudah.

Pasti, masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, karena tak ada satupun sekolah yang tak punya kekurangan. Namun selama kami dapat bekerjasama dengan baik untuk mencari solusi yang paling pas, it’s ok. Nothing really matters.

Some people may questioning..

  • Masih adakah sekolah sunnah yang baik, ramah anak, terbuka dan profesional di zaman sekarang ini?

Masih banyak. Tinggal kita cermat dan jeli memilih dan memilah di antara sekian banyak nama.

May Allah make it easy for us 🙂

~ Jakarta, salin rekat dari post FB 2 hari lalu.. Always be smart and careful parents!

© aisyafra.wordpress.com

2 thoughts on “Kriteria Sekolah Idaman: Ramah Anak, Terbuka & Profesional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s