Just A Matter of Taste

book and coffee

Kecenderungan hati untuk menyukai gaya penyampaian ustadz atau guru tertentu, bukan berarti taklid  terhadap beliau. Atau menyukai ustadz atau guru tersebut semata karena terfitnah oleh tampilan fisik beliau, atau hal lainnya.

It’s just a matter of taste.

Suka dengan gaya penyampaian seorang ustadz atau guru, bukan berarti naksir atau tertarik secara fisik.

Suka dengan gaya mengajar seorang ustadz atau guru, bukan pula berarti tidak menyukai gaya atau cara penyampaian ustadz atau guru lainnya.

Lebih suka, bukan berarti kurang suka atau benci terhadap selainnya. Bukan pula mencela yang berseberangan dengannya.

Pernah dengar kata ‘netral’ alias biasa saja?🙂

Berhati-hatilah dalam menaruh prasangka dan melemparkan tuduhan terhadap saudaramu. Tidak semua terjadi seperti apa yang ada dalam pikiranmu. Tidak semua orang sama seperti dirimu dalam memandang sesuatu.

Menasehati, beda dengan menghakimi. Menasehati, ada tata cara dan etika yang wajib dijaga. Bertanya langsung, menerima udzur, memberi nasehat—karena rasa cinta. Jika tidak mampu, minimal berilah udzur dan tetap berprasangka baik.

Pasti, kita memiliki sosok-sosok guru—bahkan sejak kita duduk di bangku sekolah—yang ketika beliau menyampaikan, lebih masuk dan sampai ke hati kita.

Mungkin, karena memang cara beliau sesuai dengan kepribadian kita.

Atau mungkin memang gaya beliau dalam membawakan materi, sangat khas.

Luwes, santai dan interaktif sehingga materi menjadi mudah dicerna. Mampu menghidupkan suasana menjadi lebih hidup dan tidak monoton.

Seperti ketika kita menyukai gaya bertutur penulis tertentu. Sejauh yang saya amati dan rasakan, gaya menulis seseorang berhubungan erat dengan kepribadian si penulis, dan juga, kepribadian pembaca.

Ada yang suka gaya menulis yang simple dan to the point. Ada yang suka gaya menulis yang puitis dan pandai bermain-main dengan kata. Ada yang suka perpaduan di antara keduanya. It’s okay, anyway.

Begitu juga dengan guru, ustadz atau pengajar. Tiap mereka memiliki style yang berbeda, juga audiens yang berbeda.

  • Ada yang suka dengan gaya guru yang tegas, lugas dan tak banyak bercanda dalam mengajar.
  • Ada yang suka gaya guru yang lemah lembut, santun dan banyak senyum.
  • Ada yang suka gaya menggelegar dan berapi-api.
  • Ada yang suka gaya nyinyir dan nyindir.
  • Ada yang suka gaya serius tapi santai.
  • Ada yang suka gaya yang biasa-biasa saja.
Well, as long as they all are on the right track, what’s the matter?

Under my point of view, suatu hal yang manusiawi, dan sangat wajar rasanya, jika kita merasa condong dengan gaya mengajar guru tertentu. Yang tidak wajar adalah memaksakan selera kita terhadap orang lain. Dan menaruh prasangka yang tidak-tidak terhadap saudaranya.

Judging people does not define who they are, it defines who you are. That never makes us a better person. Same as dragging other people down doesn’t make you reach a step higher.

It’s all about style. It’s all about choice. It’s all about taste.

Grow up and respect other people’s choice. As you want others to respect yours🙂

~ Jakarta, end of January 2016.. a little reminder for myself.

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Tumblr ]

6 thoughts on “Just A Matter of Taste

  1. baru tadi malam saya ngobrol sama teman yang suka ngejudge dan tidak memberi tempat bagi yang di judge untuk klarifikasi dan ngasih pernyataan. Thanks mbak. Mencerahkan sekali :’)

  2. Yg membuat saya heran adalah…
    Setiap lulusan IAIN yg kebetulan saya kenal, kok berakhlak sombong.. (?)
    Memang sih, gak banyak lulusan IAIN yg saya kenal…
    Kemudian saya konfirmasi kpd sahabat saya..
    & mengherankan, dia mengatakan hal yg sama…
    Loh..???
    I dont know what’s wrong..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s