Tagging Your Spouse on Social Media: Yay or Nay?

love on socmed

Dear readers, what do you think about tagging or mentioning your spouse on social media like Facebook, Twitter or Instagram? Nge-tag pasangan di postingan sosmed: Yay or nay?

Some people say no: never do such thing!

Some say it’s generally okay: why not?

All with their own reasons. But in my own opinion.. It depends🙂

Ada istri yang nge-tag atau mention suami artikel ini dan itu, misalnya: cara membahagiakan istri.

Atau suami yang nge-tag istri: cara membahagiakan suami.

Apa sudah pasti bahwa mereka merasa belum dibahagiakan oleh pasangannya? Well, let’s not too quick to judge.

Bisa jadi…

Bukan karena sang istri belum merasa dibahagiakan oleh suami, tapi lebih kepada menyampaikan info, ilmu dan tips-tips oke agar suami dan istri bisa saling mengingatkan dalam kebaikan.

Terutama jika suaminya aktif di sosmed, dan kalo dicopas ke inbox atau dikasih artikelnya langsung, malah males baca. Boro-boro direspon dan didiskusikan bareng pasangan, wong dibaca aja enggak.

Suami yang kayak gini ada? Adaaa😀

Bisa juga..

Sebagai bentuk terima kasih istri karena ada beberapa poin dalam artikel tsb yang sudah dilakukan oleh suami. Rasa terima kasih yang tersirat, yang hanya diketahui oleh mereka berdua saja. Tiap pasangan pasti tahu cara terbaik untuk berkomunikasi dengan pasangannya.

Tentu ungkapan terima kasihnya nggak usah diikutin dalam caption yaa. Seperti..

“Thank you ya, ay, beb, kak, mas, bang.. kamu udah bahagiain akuhh…”

That’s totally annoying, imho😛

Nge-tag pasangan, menurut saya pribadi ya, selama masih dalam batas wajar, nggak lebay, nggak melanggar syari’at, untuk kebaikan, dan bukan untuk memamerkan kemesraan berlebihan, it’s fine. Tergantung niat dan tujuan.

“Kalo niatnya baik, kan bisa lewat japri aja? Nggak usah di-tag juga bisaa..”

Well, it’s a choice.

Balik lagi ke yang tadi, selama masih wajar, nggak lebay, nggak melanggar syari’at, untuk kebaikan, dan bukan untuk memamerkan kemesraan berlebihan.

Karena tujuan tiap orang nge-tag pasangannya berbeda, bukan? Niat mereka seperti apa pun, hanya mereka yang tahu. Who are we to judge?

Our own choice maybe different with others’ choice. Pilihan kita mungkin berbeda dengan pilihan orang lain. Mari bijak dalam menyikapi perbedaan. Jika memang dirasa berlebihan, sila unfollow dan hide aja dari news feed kita. Atau yang ekstrim, unfriend or block.

We have our own rules on social media and real life, and it is okay. Life isn’t about pleasing everybody, right?

Tentu kita bisa lebih bijak memilah dan memilih, mana yang perlu dipublish di sosmed, mana yang harus via japri aja. Nggak semua harus diposting di sosmed kan? Keep your private life private. There are things that the rest of the world doesn’t need to know. Remember, a private life.. is a happy life.

Anyway, let’s respect other people’s choice, as your want others to respect yours. Feel free to disagree.🙂

Happy Sunday!

~ Jakarta, Februari 2016.. salin rekat dari status FB sepekan kemarin🙂

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Google ]

3 thoughts on “Tagging Your Spouse on Social Media: Yay or Nay?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s