Hijrah

looking at the sun

“Should you ever find yourself the victim of other people’s bitterness, jealousy, lies and insecurities.. Don’t be mad. Remember, things could be worse: YOU COULD BE THEM.” (Anonymous)

Salah satu bentuk perbaikan diri adalah hijrah dari lingkungan yang buruk. Lingkungan yang alih-alih mendukung kita untuk berubah ke arah yang lebih baik, malah menjerumuskan kita ke dalam jurang maksiat dan perbuatan dosa yang belum pernah atau dulu kita pernah berkubang di dalamnya.

Karena siapa engkau dan bagaimana agamamu, tergantung kepada siapa temanmu. Tergantung kepada siapa engkau sering berbincang dan menghabiskan waktu.

So, I personally decide to choose carefully who I wanna meet on my real life everyday, or even in my social media timeline. Not because I am much better than them, it’s simply because I know, I am not always strong enough to resist all the negativity around me.

• Siapa yang bisa menjamin bahwa kita akan tetap dengan warna asli kita, tanpa tercampur dengan warna mereka?

• Siapa yang bisa menjamin bahwa kita akan tegar menghadapi segala godaan agar tidak menjadi bagian dari mereka?

• Siapa yang bisa memastikan bahwa kita mampu mewarnai mereka, dan bukan sebaliknya?

No one can guarantee the future. Including ourselves. And to Allah we seek guidance and protection.

Hidayah itu mahal..

Menjaga diri untuk tetap istiqamah di atas hidayah itu jauh lebih sulit dari mendapatkannya. Siapa yang dapat menjamin kita akan tetap istiqamah dalam kebenaran?

“Sok suci! Kayak udah bener aja! Memangnya orang macam kamu nggak punya dosa?”

Well, that’s the point. Justru karena diri ini merasa kurang baik, maka kita memilih lingkungan pergaulan yang mampu mewarnai kita dalam artian positif, mampu mengubah diri kita menjadi pribadi yang lebih baik, dan bukan sebaliknya.

I know I’m not good enough, that’s why I choose better people with positive minds and vibes who could influence myself to be a better version of me.

Sahabat adalah cerminan diri kita. Jika kita dikelilingi oleh orang-orang yang baik dan mengerjakan kebaikan, maka sedikit banyak kita akan terwarnai oleh kebaikan yang mereka lakukan.

Kita ingin menjadi bagian dari mereka, meneruskan rantai kebaikan seperti yang selama ini mereka lakukan. Karena kebaikan itu menular, demikian juga dengan keburukan.

Pandai-pandailah memilih teman dekat, karena tidak selamanya yang kita anggap baik lagi dekat di hati, nyatanya memang baik bagi kita. Di antara bentuk kecerdasan seseorang adalah selektif dalam memilih teman dekat dan sahabat.

Sampai-sampai ada ungkapan, jika kita ingin berubah menjadi lebih baik, maka gantilah teman-teman dan lingkungan tempat kita biasa bergaul.

Karena bagaimana kepribadian kita, bagaimana kualitas diri kita, seringkali tergantung dari kualitas diri orang-orang di sekeliling kita.

Pepatah Arab mengatakan,

“Jika ingin tahu seseorang, jangan tanya dirinya, tetapi tanyalah temannya dan keadaan temannya..”

 

—Jakarta, on the early morning of March 2016..

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Tumblr ]

 

10 thoughts on “Hijrah

  1. aah quotesnya bagus😀 “Should you ever find yourself the victim of other people’s bitterness, jealousy, lies and insecurities.. Don’t be mad. Remember, things could be worse: YOU COULD BE THEM.” (Anonymous)

  2. Pingback: Don’t Be Mad. | Hijrah Ke Jannah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s