Ikhwan Genit vs Akhwat Centil

hayaaa

“The strength of ones hayaa (modesty) and shyness relies on the strength of ones heart.” ~Ibn Qayyim Al Jawziyyah

Hayooo yang ngaku udah ngaji tapi masih bergenit-genit ria sama lawan jenis yang bukan mahram?🙂

Yang ikhwan centil ngegodain, akhwatnya nanggapin dengan nggak kalah centil.

Yang ikhwan mention mesra si akhwat tanpa malu-malu, dibalas nggak kalah mesra pula sama si akhwat tanpa malu-malu.

Yang ikhwan gencar tebar jerat PHP di sana sini, yang akhwat baper bin kege-eran, disangka si ikhwan ada rasa betulan.

Sering komen-komenan nggak penting. Maksudnya sih ngelucu, tapi jatohnya malah fail. Lucu enggak, jayus bin maksa iya.

Ini yang kelihatan loh di kolom komentar, gimana yang di inbox, DM, BBM, WA.. Gimana yang tersembunyi dari mata-mata manusia?

Ya namanya aja japri.. Jalur pribadi. Hanya mereka berdua lah yang tahu. Sama Allah tentunya. Apa mereka lupa ya kalau Allah juga tahu?

Malu atuh sama jilbab besarnya..

Malu atuh sama jenggot dan celana cingkrangnya..

Malu atuh sama predikat “ikhwan dan akhwat ngaji”-nya…

Malu atuh kalau sampai dilihat orang awam yang belum kenal sunnah, “Itu orang katanya ngerti agama, tapi kok kelakuan kayak gitu?”

Dan yang paling penting, malu atuh sama Allah…

Fenomena ikhwan genit vs akhwat centil ini sebenarnya masalah klasik, udah ada dari jaman dahulu kala. Dari jaman saya punya Friendster. Jadi udah nggak heran kalo sekarang makin eksis dengan pesatnya perkembangan teknologi.

Bilangnya sih cuma temen, temen dunia maya. Tapi kok kelakuan mirip abege lagi dimabuk asmara? Lupa sama sekitar, lupa sama dunia. Malah banyak di antara mereka yang udah punya pasangan juga.

Katanya sih cuma temen.. Tapi sering haha-hihi nggak penting, becandaan nggak lucu, berbalas komentar tanpa udzur syar’i, kirim-kiriman stiker dan emoticons tanpa rasa malu, seolah lupa sama pasangan sahnya.

Kalo saya jadi pasangannya, periihhh hati Hayati, bang!

:hammer:

Cheaters, they both deserve each other🙂

Agresifitas di jaman sekarang ini, bukan cuma dominasi kaum laki-laki aja. Sebagian wanita pun nggak mau kalah aktif. Udah jelas-jelas pria beristri, masih dipepet juga.

Masih ingat kan soal julukan “hello tiky” yang sempet ngeheitsss beberapa saat lalu? Nah itu salah satu di antara contoh wanita yang urat malunya udah putus. Udah jelas-jelas laki orang, masih dia godain juga.

Dan sebetulnya yang salah bukan hanya wanitanya aja sih. Laki-lakinya juga. It takes two to tango, right?

Kalau laki-lakinya punya harga diri dan nggak balas menanggapi, tentu nggak bakal kejadian, tho?

Itulah namanya jodoh. Seperti botol ketemu tutupnya. Cocok bangettsss…

Janji Allah pasti benar. Laki-laki baik yang menjaga diri dan kehormatannya, hanya untuk wanita baik yang menjaga diri dan kehormatannya.

Begitu juga dengan laki-laki penggoda yang rusak kehormatannya, hanya untuk wanita penggoda juga yang rusak kehormatannya.

They match each other. Klop to the max.

“Modesty and shyness is both for Men and Women of faith, and it is not to be obliterated merely because we live in a shameless society.” ~Unknown

Normalnya, tidak ada manusia yang langsung berniat untuk melakukan zina, kecuali yang sengaja datang ke tempat-tempat prostitusi, misalnya.

Sesuatu yang besar selalu diawali oleh langkah-langkah kecil. Setiap zina besar selalu diawali oleh zina kecil. Seperti zina mata, zina telinga, zina hati, zina tangan yang akhirnya berujung pada zina yang paling besar, yaitu zina kemaluan.

Dari mulai saling bertukar jempol, sering retweet atau share postingan masing-masing, sering mampir di kolom komentar, sering kirim emoticon unyu-unyu. Bermudah-mudahan dalam interaksi dengan lawan jenis yang bukan mahram untuk sesuatu yang tidak perlu.

Akhirnya timbul kedekatan, muncul kekaguman dalam hati keduanya dan tumbuhlah rasa terlarang.. Yang akhirnya berlanjut ke DM, janji untuk bertemu di suatu tempat, kemudian… Terjadilah zina yang sesungguhnya.

Wal’iyadzubillah.

Jika Anda memiliki pasangan yang ada kecenderungan memiliki sifat genit..

Kurang memiliki rasa malu…

Sering berbaur dengan lawan jenis yang bukan mahram…

Tidak menjaga hijab dengan lawan jenis baik di dunia nyata maupun maya..

Sengaja sering tampil di depan lawan jenisnya untuk menarik perhatian…

Maka, waspadalah. Beware, bahaya tengah mengintai rumah tangga Anda. Lebih baik bertindak sekarang, daripada menyesal kemudian.

Salut sama laki-laki dan wanita yang punya prinsip dan teguh menjaga kehormatan. Tidak genit. Tidak suka tebar pesona. Tidak nyaman ketika harus berbaur dengan lawan jenisnya. Tidak suka cari perhatian.

Tidak mudah goyah akan rayuan, karena bagi mereka semua itu hanya ujian keimanan kepada Allah, dan ujian kesetiaan terhadap pasangan.

Setia bagi yang udah punya pasangan yaa.. Buat yang belum, semoga disegerakan dan diberi jodoh terbaik yang juga teguh mempertahankan prinsip: halal atau tinggalkan.

Semoga Allah senantiasa menjaga dan menjauhkan kita serta keluarga dari dahsyatnya fitnah.. kurangnya rasa hayaa’.. hilangnya sifat iffah dan runtuhnya izzah sebagai seorang muslim dan muslimah.

Allahul musta’an. To Allah we seek guidance and protection.

~ Jakarta,  April 2016.. because the best jewelry a woman can wear is her shyness.

©aisyafra.wordpress.com

[ image source: Tumblr ]

15 thoughts on “Ikhwan Genit vs Akhwat Centil

  1. Bunda Meutia.. aku orangnya senang bercanda-canda, dan kadang ngga penting.. tapi nggak maksud genit sama sekali.. itu gimana bun..? ._____.

  2. Bismillah, umm kalau mahasiswi seperti saya. Bagaimanakah ada tips-tips yang meminimalisir interaksi dengan lawan jenis di lingkup pendidikan yang heterogen?
    Yang saya lakukan sekarang hanya menanggapi lawan jenis dalam kaitannya dengan ilmu, insya Allah tidak lebih dari itu.

    Bagaimana yah umm?
    Mohon bimbingannya, Jazakillah mbak🙂

    • Dari apa yg saya ketahui.. Berhubungan dg lawan jenis selama memang ada udzur syar’i, insya Allah tidak mengapa. Sekadarnya, seperlunya saja.. Dengan tetap menjaga batasan dan hijab. Setelah selesai keperluannya, ya sudah. Tapi jangan kemudian bermudah2an atau mencari alasan agar dapat terus berhubungan dengan lawan jenis tanpa alasan darurat🙂

  3. Teh Meuuuut… tulisannya ngena banget niy buat nidi yang emg suka becanda2 :’)
    Jazakillahu khoyran remindernya yaah teh… anyway, mampir ke blog-ku yaah teh heheee #promosiiiii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s