My Two Years on Facebook

one moment

My two years on Facebook.

1063 friends.

1027 friend requests.

Kuota pertemanan masih sangat banyak. Tapi saya memilih untuk tidak sembarangan menerima permintaan pertemanan. Simply because,

• First: I don’t know them personally. Better safe than sorry, I guess.

• Second: Not every social media user knows the ethic of using social media. So I have the urge to filter who’s running on my timeline.

• Third: Less is better for some reason.

Dulu, zaman baru punya FB, di akun lama.. Lagi seneng-senengnya sosmed-an. Semua orang yang saya kenal ataupun tidak, saya add dan accept. Bahkan saya tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan.

Many people with different backgrounds and point of views, meet. They often collide and create conflicts. Perlunya kita memfilter siapa saja yang menjadi teman kita, karena tidak semua orang mengerti bagaimana kita bertutur, berpikir dan bersikap.

Perlunya kita menjaga hijab tidak hanya di dunia nyata, tapi juga di dunia maya. Ikhtilath dan dahsyatnya fitnah. Itulah salah satu alasan mengapa saya “pindah rumah” alias menonaktifkan akun Facebook lama yang banyak terdapat campur baur di dalamnya.

Semata karena ingin friendlist saya bersih dari yang namanya laki-laki ajnabi alias bukan mahram. Yang ada di friendlist saat ini hanya suami dan kerabat dekat saja. So far, lebih aman dan nyaman, alhamdulillaah.

Jika ingin dapat update feeds dari postingan para asatidz, simply just follow them. No need to befriend them.

Not everyone deserve to be the part of your journey

Tidak semua orang bijak menyikapi postingan kita.

Tidak semua orang tahu adab dan tata krama bersosialisasi dengan manusia lainnya.

Tidak semua orang mampu berpikir positif dan bukan sebaliknya.

Not everyone knows you well, you know.

Random people with improper and foul language definitely are not my type. You know what, negativity is contagious. So is positivity. It’s you who decide.

So it’s your prerogative to choose your friend on real life or social media timeline. It’s a freedom for you to choose, which is bad or which is good for you.

Let go the negativity and the people who spread it, surround yourself with good and positive vibes. Life is too short for anything but happy.

Then wait for, perhaps, a week.. Then see the difference. See the impact. And see how it affects your real life.

Your life, your social media, your rules.

Have a nice (rainy) day!🙂

~ Jakarta, salin rekat dari status FB kemarin siang.. Maret 2016

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Pinterest ]

2 thoughts on “My Two Years on Facebook

  1. Dari 2 ribuan jadi tinggal ratusan temen fb saya pasca unfriend besar2an berapa kali sejak 2013 lalu, hehe. Dan emang bener bgt, konten yg cenderung negatif atau fitnah lebih sedikit muncul. Ini saja masih akan ada yg perlu dibersihkan sepertinya😀

    • Yup.. Saya juga sering bersih-bersih nyapuin timeline.. Kalo yang sering posting hal2 negatif dan bahasanya kasar, langsung unfriend atau minimal, unfollow atau hide. Kalo udah masuk kategori nyebarin hal2 negatif dan berbahaya, baru saya block.

      Sometimes, less is better🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s